Friday, July 31, 2020

Review: The Body Shop Skin Defence Protection Face Mist SPF45 PA++ (Love or Hate, Which Team Are You?)




TBS Skin Defence Sunscreen Lotion adalah tabir surya yang ada di wishlist saya sejak lama. Reviewnya bagus di mana-mana, tapi 400ribu kurang seribu perak buat satu tube sunscreen yang bakal cepet habis karena harus dipakai secara rutin? Oh hell NO 😅

Suatu hari, kebetulan banget sunscreen Emina saya udah tinggal koretan. Tubenya sampe kempes banget karena dipaksa mengeluarkan isinya sampai tetes terakhir. Mau beli kok males secara udah stay at home sekian bulan, jadi mager buat pergi ke tempat berkumpulnya orang banyak. Berusaha pesen online, tahu-tahu kena cancel karena stok kosong. Ditolak setelah penantian penuh harap itu bikin galau tau. Jadi sewaktu iklan TBS Skin Defence face mist ini mendadak muncul di layar hp dengan diskon yang lumayan, berasa kaya dapet tempat pelarian, langsung gercep deh. Bungkuss.... Gak usah pakai cek review segala. Toh namanya sama-sama Skin Defence, cuma beda cara pakainya aja. Lagian sunscreen yang disemprot-semprot kayanya bakal praktis banget deh. *pemalas* Wkwkwkwkk pemikiran ngasal. Little did I know, I would end up being in regret.

Keterangan petunjuk dalam Bahasa Indonesia
How to use:
Kocok botol sebelum digunakan. Tutup mata dan mulut, lalu semprotkan 7-8 kali ke wajah dari jarak 20cm. Biarkan 15-20 menit hingga meresap. Gunakan Mist pada kulit wajah di pagi hari setelah menggunakan pelembap. Aplikasikan ulang setiap 2 jam pada kulit maupun di atas make-up untuk membantu melindungi kulit sepanjang hari.





Ingredients:
Alcohol Denat., Homosalate, Octocrylene, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Diisopropyl Adipate, Ethylhexyl Salicylate, Acrylates/Octylacrylamide Copolymer, Parfum/ Fragrance, Tetrahexyldecyl Ascorbate, Tocopheryl Acetate, Sclerocarya Birrea Seed Oil, Aqua/Water/ Eau,Helianthus Annuus Seed Oil/Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Linalool, Palmaria Palmata Extract, BHT, Limonene, Citronellol, Geraniol.

Setelah barang sampai di tangan, akal waras saya baru bekerja. Errr kayanya perlu cari info lagi deh, secara seumur-umur belum pernah pakai sunscreen tipe spray begini, apalagi di label petunjuknya diharuskan untuk menutup mata dan mulut. Mendadak serem. Jangan-jangan ada hal penting lainnya yang perlu diketahui. Dan setelah baca-baca review tiba-tiba lemes, ternyata ini ratingnya rendah. Banyak yang bilang bagusan versi lotionnya banget. Rata-rata mengeluh pedes di mata dan kalau kehirup rasanya gak karuan. Ehmmm sebentar-sebentar, bukannya kalau tentang itu semua bisa dibaca di label petunjuknya. Ini tuh ngasih review jelek karena mereka gak baca atau.....

Ok, lanjutt...
Mari kita buktikan review-review di atas.
First impression, wangi bangetttt. Andai ini produk perawatan rambut atau body care, oke lah ya sewangi ini. Tapi untuk produk yang ditemplokin di muka, rasanya kok agak menguatirkan. Dan wanginya awet, literally. Setidaknya hidung saya bisa mengendus-endus aroma wangi ini sampai sekitar satu jam lebih. Bahkan residunya yang menempel di kain jilbab bisa meninggalkan jejak wangi sampai berhari-hari. Luar biasa sekali toh.

Second impression, it made my face shiny (kalau gak mau dibilang berminyak). Setelah semprot-semprot-semprot, muka ini terlihat seperti dilapisi plastik cling wrap. Mengkilap kaya habis disemprot pylox warna clear *hahahaha* Setelah lima belas menit, sesuai petunjuk, baru bisa ditimpa make up. Kalau mau mau praktis, tinggal diset aja pakai loose powder, selesai. Kalau kalian suka tipe glass skin look ala Korea, you’re going to love this. You can leave it as it is secara dia gak ada whitecast sama sekali.

Foto perbandingan before - after
pemakaian sunscreen on bare face


Don't skip reading this!!
Shake well before use.
 Pull hair back, close your eyes and tuck in lips. 
Apply liberally - spray 7-8 pumps onto your face from 20 cm (8 inches) away. 
Keep your eyes closed for about 5 seconds after application. Etc...

Petunjuk di atas wajib dibaca dan dipatuhi. Do not intentionally inhale. This is no joke, seriously. Meski udah tahan napas dan tutup lubang hidung sewaktu semprot-semprot, terkadang ada sedikit yang menyerempet masuk. Rasanya pedih menusuk-nusuk. Gak kebayang kaya apa kalau sampai terhirup.

Perkara pedas di mata... It's true, teman-teman.
Saya sudah patuh loh, menyemprotkan produk ini sambil merem. Tapi rasa pedas yang dimaksud bisa mendadak muncul sewaktu-waktu selama pemakaian, misal pas keringetan, terbawa tetesan air wudhu, atau apply ulang tanpa membasuh wajah terlebih dahulu. Yang terakhir ini asli bikin pedes bangeett. Saya waktu itu pas lagi di jalan, gak sempet kan cuci muka, trus main semprot ulang aja. Gak lama kemudian sekitar mata berasa panas dan pedas, kaya lagi ngiris bawang merah. Mata sampai harus dikerjap-kerjapkan terus supaya keluar air. Saya cepat-cepat pulang dan membersihkan muka. Langsung legaa..... Gak lagi-lagi deh 😢

Selain disemprot, bisa pakai cara lain gak sih?
Saya sempat mencoba cara lain. Jadi produknya disemprotin ke tangan trus diratain ke muka. Yaa semacam kalau pakai sunscreen pada lazimnya. Warna produknya sendiri berwarna bening dan ada sensasi dinginnya ketika menyentuh kulit telapak tangan (thanks to the alcohol ingredient). Ternyata bisa kok, meski mungkin jadi agak too much ya. Wanginya makin tajam dan tambah awet. Agak berat dan pedes juga di mata, secara saya aplikasikan juga di undereye, tempat signs of aging terparah di muka saya. Ada kantong mata, cekungan, lingkaran hitam, kerutan, dan segala macam signs of aging, you name it lah. Makanya saya selalu oleskan sunscreen di bagian itu biar gak makin parah akibat paparan sinar UV. Dengan sunscreen Emina selama ini sih gak pernah ada masalah.

"Wipe excess product from eyes and lips. Avoid eye area"
So, undereye? It's a BIG NO *sigh

Klaim vegan dan cruelty free serta slogan-slogan yang sifatnya environmentally friendly ternyata bukan jaminan produk yang ramah bagi pengguna. Coba deh cek lagi daftar ingredients di atas. Alkohol ada di urutan pertama which means merupakan komponen yang terbanyak. Selain itu, berdasar tabel analisa COSDNA, ada empat macam bahan lain yang berfungsi sebagai fragrance.

Personal opinion, saya beneran ngerasa ini ga enak banget dipakai. Yah jujur, sangat jarang bisa berjodoh dengan skincare line TBS. Cuman entah kenapa tiap lihat produknya selalu ngiler, selalu ngarep semoga kali ini cocok, kemudian kumat impulse buyingnya 😅 So this is not the first time in my life meski sebelumnya gak pernah separah ini. 

Final verdict, yay or nay?
It’s a nay, obviously. Sorry, TBS.


[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...