Showing posts with label baju korea. Show all posts
Showing posts with label baju korea. Show all posts

Friday, February 22, 2013

Lagi-lagiiiii Baju Replika



Pengen cerita lagi nih tentang baju replika.
Pernah gak sih tiba-tiba nemu gambar jualan kita tiba-tiba nongol di OS orang laen. Boro-boro reseller, kenal aja kagak. Nah saya juga pernah nih. Kan ceritanya meski udah gak banyak berkutat di jual beli baju onlen, saya masih tetep hobi belanja. Beneran shopping is like a drug. It’s sooo fun yet so addictive. Mo berhenti susahnya minta ampuuunnn. Jadilah mata ini masih hobi jelalatan nyamperin berbagai toko onlen tiap ngadep laptop. Pas asyik googling, tiba-tiba nemu sesuatu yang menarik. 

.....gambar jualanku nongol di toko orang laiiiiin......
Gak cuma satu OS pulak yang majang.


Langsung deh ubek-ubek file folder koleksi lama. Dan ternyata betul, emang persis. Yang bikin tambah melotot, kalo dulu saya jual itu baju mendekati 200K, ini cuma dibanderol gak nyampe 50rebu. Waooww……

Gatel deh penasaran, langsung action. Ciaaatt……
Colek ‘sista’ yang jual.
Gak ba bi bu, langsung minta bungkus satu. Sempet ditawarin, mo nambah yang lain gak? Kagaakk, ane cuma tertarik beli di situ karena situ jualan pake gambar ane. Titik.

Gambar yang pernah saya pajang di OS saya. 
Gambar ini beredar dalam pixel yg jauh lebih kecil.

 Gambar asli yang ada di folder komputer

Selain cokelat, ada seri warna pink-nya juga


A couple days later, datenglah itu paket. Langsung bongkar gak pake pasang. Wreeekkk….
Eng ing eng…. 

Ini baju baru yang saya beli dari OS tersebut.

Bahan: knit tipis (they said rajut halus)
Kerah: tempelan kain renda putih
Ukuran LD: 41cm/ P: 71cm



Yang ini baju yang pernah saya jual::

Maaf ga ada gambar yang pas dipasang di manekin. 
Jaman segitu emang kebetulan blom punya manekin hehehe....




Brand: Tokyo Fashion co. (www.mayuki.com.tw)
Bahan: knitted fur
Kerah: renda rajut dengan aksen detail pita-pita kecil
Ukuran LD: 58cm/P: 60cm
Bonus lace camisole dress sebagai semacam misepan.




Apakah saya kesal karena gambar jualan saya dipake tanpa ijin?
Enggak juga sih. Jujur sebenarnya malah bangga, poster yang mereka pajang kan asli karya grafis saya sendiri, ngedit pake sotosop. Ternyata bermanfaat bagi orang lain buat ngais rejeki. Semoga kecipratan dikit-dikit wkwkwkkkk…. Malahan salah satu OS di daftar kontak FB majang itu gambar jadi picture profilenya. Tiap kali liat, jd senyam-senyum sendiri. Itu gambarku lhoooo, qiqiqiqiii….. 

Kalau salah satu owner OS yang jual baju di atas ada yang kebetulan mampir di postingan ini, jangan kuatir, saya gak akan menuntut kalian kok. Siapapun supplier kalian, tolong sampaikan ucapan terima kasih saya karena udah bersedia mejeng pake hasil karya saya. Sayangnya baju yang kalian jual itu cuma mirip dikit sama fotonya. Jadi pesan saya, jangan suka ngeboongin pembeli deh. Pake foto model sih sah-sah aja, tapi kalo emang barang yang dijual gak bisa sama seratus persen, ya tampilin juga dong. Ditaruh di sebelahnya atau di mana gitu kek. Atau browsing lebih banyak lagi sehingga nemu yang lebih mirip. Wokeyyy???



Sunday, April 1, 2012

Review Korea-Koreaan: Original vs Replika [Part 2]

Hi....
I'm back.

Fiuhhh, lama betul yaaa sejak postingan Part 1 dipublish di sini. Bayangkan, udah berapa tahun yang lalu tuh!! Damn, time flies so fast huh...

Ternyata kesibukan rumah tangga itu semakin lama semakin menyita waktu dan tenaga serta emosi. Si kecil semakin besar dan semakin banyak 'kepinteran' yang membutuhkan perhatian ekstra. Misua juga semakin bertambah beban pekerjaannya di kantor yang disebabkan oleh perkembangan karirnya. Dan sialnya, semakin tinggi posisi dia, semakin menyeret diriku ini untuk ikut-ikutan sibuk, yakni menjadi anggota organisasi istri. Organisasi itu hobi bener cari-cari kegiatan yang bikin puyeng dan nambah pikiran, dengan modal bermotivasikan paradigma: istri aktif mendukung kelancaran dan kesuksesan suami dalam bekerja *cieeehhh* . Dan yang terakhir, seolah masih belum cukup kehebohan dalam hidupku, ibuku memaksaku kuliah lagi. Aarrghhh......

Monday, June 14, 2010

Offline Shopping Still Rocks


Berapa banyak online shopper yang mengeluhkan bahwa belanja online terkadang adalah what you see is not what you get? At least, hampir semuanya pernah merasakan punya keluhan yang sama. Even sOmetimes you buy something that doesn't deserve how much you have to pay for it. Bagai mengambil kucing dalam karung yah. Yang paling apes adalah kalau kucingnya gak dapet, eh malah digigit atau dicakar, alias ketepu mentah-mentah. Barang gak datang, duit melayang, sellernya juga tiba-tiba ikut ngilang. Gigit jari sambil dongkol beraat.

I'm a crazy online shopaholic. Bukan karena aku suka belanja, tapi lebih karena bosan. Sebelum jadi IRT dadakan gini, aku adalah manusia yang gak pernah berhenti punya aktivitas. Tapi yah you know lah, I got married, got pregnant, left my job and went back to my hometown, then my hubby begged me to be totally a housewive. Maybe some people will say blajar masak lah, atau jahit-menjahit lah, atau baca buku lah, atau jualan es jus lah, atau apa lagi lah... Yup benar, aku sudah bisa melakukan semuanya itu, tapi aku tidak menikmatinya. Masalah utamnyanya adalah, daku berasal dari background pendidikan engineering, terbiasa bekerja so very equal dengan para pria dan mengerjakan hal-hal yang menghasilkan perlakuan apresiatif yang sangat nyata dari rekan sejawat maupun atasan. Yeah oke, ini adalah benar-benar post power syndrome di usia dini (--'


Aku sangat menikmati proses belanja online. Again, not about the buying, but the process. Mulai dari so very excited lihat-lihat katalog, tanya-tanya barang, ngobrol dengan seller, nawar-nawar, menanti-nanti PM balasan seller, sampaiiii dengan puncaknya H2C nunggu barangnya datang. And when the package arrived, itulah saat antiklimaks di mana barang yang sudah kubeli pun tidak lagi semenarik waktu sebelum dibeli dan aku kembali mencari barang-barang buruan baru untuk memulai kesenangan itu dari awal. Sedikit-sedikit aku mulai bertransformasi dari seorang smart and very selective buyer menjadi crazy shopaholic yang selalu lapar mata, dari seorang yang bersikap hemat dan efisien menjadi pemboros yang sudah tidak peduli dengan nilai uang. (maklum, duitnya kan gak cari sendiri hehehe)

Sebenarnya banyak kecewanya juga sih blanja online itu. Seperti awal tulisan ini, terkadang ada seller yang begitu tinggi mematok harga sementara ketika barang sudah sampai.....aiiiih ini sih gak worthy banget sama duit segituu >.< Kadang kala bahan bajunya tipiiis banget dan kasar (ini mah harusnya gak nyampe 50 rebong!). Atau sepatunya gak bisa dipake coz bikin talinya gak sama panjang dengan solnya, alhasil musti pesen extension elastic ke tukang sepatu. Dikomplen halus pun gak ngrasa salah (atau emang gak paham kualitas barang?). Tapi kok gak kapok-kapok juga yah akunya. Brarti yang salah sapa dong? :p

Hingga a couple days ago...
Seorang teman cuap-cuap di Twitter tentang TBS sale. What?! TBS lagi sale?? Akhirnyaaa, sejak aku mengenal TBS, baru sekarang kabar sale-nya bisa nyampe kupingku. Dan oleh karena jin ifrit tukang shopping udah pewe ngendon numpang makan minum di dalam diriku, badan ini pun langsung panas dingin pengen cepet-cepet nyambangin konter TBS di Amplaz.


Finally, the day came!! My hubby akhirnya membawaku keluar kandang. Rupanya dia menangkap kegelisahan hati istrinya ini (ciehehehehe). And for the first time after the baby born day, I went hanging out for nothing but fun and refreshing, bukan buat imunisasi, ke dokter, cek lab, atau beli pisang di Indomaret.

I shopwindowed, I went in and out many stores, I touched clothes, shoes, checked the prices. Ngiler dot com lah ceritanya :D persis seperti ketika liat-liat katalog online, hanya bedanya, kali ini aku bisa menyentuh bendanya langsung, merasakan apakah aku menyukainya dan kemudian menentukan secara pasti "Do I need this?"

I won't talk much about TBS. The brand is a warranty for the excitement on holding the bottles, the enjoyment on smelling the scents, and finally the satisfaction on grabbing some for my personal posession. Puasss ;) Next after TBS, and this is the best part, I saw a store which sold so many cute clothes. Model-modelnya mirip sama baju-baju Korea di internet, even some of them were prettier. Harganya? Jauh di bawah OS-OS fashion impor yang pasang harga gila dan mengklaim bahwa their poducts are high quality. Kualitas barangnya? As pretty as it looks and worth every penny. Setelah melihat potensi hubungan baik antara aku dengan sebuah cute purple long dress dan mencobanya dikamar pas, yah selanjutnya sudah bisa ditebak :D Secara udah lama diriku mengidam-idamkan punya long dress sementara yang kubeli online selama ini mengecewakan terus. Hehe tapi cukup satu aja, coz malu ma hubby yang setia nungguin :"> (tar bisa-bisa dikira aku nih istri yang tukang ngabisin duit suami, meskipun sempet ada benernya juga sih :lol:)



Jujur, offline shopping hari ini membuat akal sehatku kembali ke tempatnya semula secara menakjubkan. Mataku pun kembali kenyang. Melihat-lihat baju-baju lucu di berbagai OS sama sekali tidak membuatku lapar. Visiting real shop lets you SURELY decide what you want and how worth it is to spend your money on it.

Offline shopping still rocks better, Ladies!! ^^

Shopaholic Is My Middle Name


Wiiiiiyyyy akhirnyaaaa......hari ini ke TBS juga \^0^/. Masih ditambah satu long dress yang so cuuute pulaaa. My beloved hubbyyyyyyyy, makasih yaaa :"> Sebetulnya masih banyak yang menarik hatiku untuk disamber masuk shopping bag. Tapi untunglah akal sehatku masih bertahan di tempatnya :p Jadii, cukup satu saja yang dibawa pulang :D

Tuesday, March 16, 2010

Review Korea-Koreaan: Original vs Replika [Part 1]

Akhirnya akhirnya akhirnya.....
Tulisan ini saya buat juga. Mememenuhi janji saya pada diri sendiri beberapa waktu yang lalu. Oke, oke, bukan beberapa waktu yang lalu melainkan janji yang sudah lamaaaaa bener :D Maklum, baru sempet. Menulis kan dibutuhkan pikiran yang tenang, mood yang oke, dan konsentrasi yang penuh. And my lil' boy has kept me away from those. Gak ngeles tapi kenyataan lhooo :)

[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...