Showing posts with label swatch. Show all posts
Showing posts with label swatch. Show all posts

Thursday, July 7, 2022

Quick Review: Sensatia Botanicals Surf Naked Sunscreen Lotion

 

Sensatia Botanicals Surf Naked Sunscreen Lotion adalah sunblock atau physical sunscreen untuk badan, mind you. Di web resmi Sensatia Botanicals, letaknya ada di kategori Body. Pada kemasannya, instruksinya adalah 'apply to hands and body'. Wish I'd read this at the first place πŸ˜…




Sebetulnya ini adalah very very late post. Saya menemukan draftnya di hp, tinggal ngasih foto aja. Tapi yah biasa, penyakit malasnya kambuh, ditambah suka nunda-nunda. So yeah....

Jadi ceritanya waktu itu saya sedang dalam masa pencarian the right tabir surya setelah sunscreen Emina saya habis. Sudah habis 2-3 tube dan baru mulai menyadari kalau kulit suka terlihat menggelap kalau pakai ini. Sempat mencoba TBS Skin Defence Face Mist dan merasa kurang puas (review di sini). Lalu gak sengaja lihat daftar sunscreen local brand, salah satunya Sensatia Botanicals ini. Maka akibat terpengaruh oleh kampanye 'cintailah ploduk-ploduk endonesia' plus penasaran, saya pun memutuskan untuk mengadopsinya dari seseorang yang menjual barang prelovednya untuk amal.

Review terlucu yang sempat saya temukan tentang produk tabir surya Sensatia Botanicals ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa ini tuh baunya mirip cat minyak. Ketika barangnya dateng, penampakan tubenya memang langsung mengingatkan saya pada tube cat lukis diperbesar beberapa kali lipat. Saya kebetulan belum pernah pakai cat minyak jadi kurang tau baunya, tapi jujur ini sunblock memang aromanya aneh. It's so chemical and weird. Selain aroma, konsistensinya pun mirip cat. Jadi pas dipencet tubenya, keluar cairan gloopy putih yang meninggalkan jejak warna putih di tangan. Dan bisa ditebak, bikin whitecast dong. And it is no way going to blend into your skin. Your face will be whitish and glowing, persis cabe-cabean.

No more any further, final verdict, I quit!
I can't work it out, especially with its biggy size.
Well, guys, if you are a surfer or a regular swimmer and in need of a decent body sunscreen, you may want to try this. 


SOLD!! 😁





Friday, April 30, 2021

Swatch & Review: Innisfree Real Color Nail Polish No.47 & 48 (Update no.14 & 46)

 



Review ini ditulis sebagai akibat keracunan iklan Lzd yang mondar-mandir di medsos gak brenti-brenti πŸ˜… Beneran kita pengguna Android smartphone ini sebetulnya nyaris gak punya privasi sama sekali. Gegara ngintipin lapak resminya Innisfree di Lzd melulu dan sempet masukin cat kuku Real Color ke keranjang belanja, tiap hari dihantui benda yang sama di iklan medsos. Belum lagi notif dari app Lzd itu sendiri yang nongol terus tiap hari, ngingetin kalau barang di keranjang belanjaan belum dibayar πŸ™„

Aslinya saya udah bikin deklarasi pensiun beli cat kuku (at least mau ngabisin yang lama dulu) dan sempat berhasil bertahan setahun lebih tanpa nambah koleksi baru. Tapi dasar saya lemah iman, akhirnya tergoda juga. Maka inilah dia, Innisfree Real Color no. 47 dan 48, dibeli murni secara impulsif tanpa ngecek review sama sekali. Entah kenapa saya punya feeling bagus dengan cat ini, mungkin karena pernah punya produk HG dari brand Innisfree. Semoga aja feelingnya bener.





No. 47 warna olive green dan no.48 warna dark rose



Kesan pertama, warna yang datang persis sesuai yang dibayangkan. Botolnya simpel, gak ada kesan chic, girly, playful, dan yang lucu-lucu lainnya. Just be real, like its name, Real Color. Oke yang terakhir ini cuma bikin-bikinan saya aja sih, biar cocok haha.. 

Pass beberapa hari setelah paket datang, ee saya dapat tamu haid. Nah inilah waktunya mewarnai kuku. Langsung aja test drive si cat baru. Tanpa menaruh ekspektasi apa-apa, suprisingly saya langsung suka: full opacity dalam satu kali polesan, mudah diratakan, gak streaky, kuas luwes dan fleksibel, hasilnya rapi dan menyenangkan hati. Konsistensi sedikit lebih creamy dari preferensi saya tapi gak mempengaruhi kemudahan dalam memoles. 

Cat kuku Innisfree Real Color ini aromanya gak menyengat, bahkan sebetulnya nyaris gak ada baunya, kecuali didekatkan ke hidung. Ini saya sadari sewaktu asyik poles-poles kuku, kok gak tercium bau apa-apa ya. Padahal semua cat kuku yang pernah saya coba biasanya baru dibuka tutup botolnya aja langsung kerasa aroma khas yang menusuk hidung. 

It dries fast! Alias cepat keringnya di kuku, terutama mengingat konsistensinya yang agak creamy. Saya bisa menyelesaikan dua layer polesan hanya dalam waktu setengah jam dan jari-jari ini bisa langsung diajak beraktifitas normal sekitar 15 menit setelah kelar layer terakhir. Waktu itu saya harus segera pergi ngantar bocah sehingga mesti ganti baju, ambil tas, kunci kendaraan, dll sehingga beberapa kali kukunya tergesek-gesek. Saya udah mikir, aduh hancur deh hasil kerja keras. Ternyata enggak. Catnya benar-benar sudah fix kokoh menempel di kuku. Hasil pewarnaannya sesuai dengan klaim yakni glossy finish. Kilauannya awet tahan lama. Meski sudah dibawa tidur, tergesek-gesek sprei dan bantal, glossynya gak berkurang dan gak ada cap bekas garis-garis. Beberapa kali pengalaman dengan cat kuku lain, sepertinya sudah kering sedari tadi tapi setelah dipakai tidur ada ngecap samar garis-garis dan yang tadinya glossy berubah jadi agak dove.

Cat kuku Innisfree ini mudah dirapikan. Sebagai non profesional, tangan saya kan suka goyah kalau lagi ngecat kuku, seringkali hasil warnanya jadi suka kelewat dari batas kuku sehingga harus siap sedia cotton bud dan aceton. Tapi dengan Innisfree Real Color, tinggal nunggu kering lalu cat yang belepotan cukup dikeletek pakai kuku dengan sedikit usaha, langsung bersih. 

Sepertinya feeling saya tepat beli ini ♥️ 



Swatch No.48

Swatch di atas adalah hasil dua kali polesan tanpa top coat. Warna ini dipilih karena terlihat mirip seperti perpaduan dua warna favorit saya dari kuteks Revlon Nail Enamel, yakni Teak Rose dan Granite, yang sayangnya performanya mengecewakan (review di sini). Dan ternyata beneran saya suka. Warnanya warm dark rose setelah dua kali poles. Di kondisi minim pencahayaan, warnanya terlihat agak brownish.


Swatch No.47

Swatch di atas adalah hasil dua kali polesan tanpa top coat. Warna dark olive green seperti ini ternyata cocok di saya, bikin kulit terlihat cerah dan bersih. Ini berbeda dengan Revlon Colorstay Indigo Blue yang dulu saya pernah punya. Warnanya aslinya bagus, tapi pas diaplikasikan ke kuku, jadi keliatan norak. Not flattering at all. Mungkin undertone kulit saya warm olive sementara biru adalah warna yang cenderung cool.


Update!!

Jadi, gara-gara positive experience sama dua cat kuku Innisfree di atas, saya jadi beli lagi dong. Lupa sudah dengan niatan puasa beli kuteks, ngahahahahaa πŸ˜…


Swatch No.46

Warna golden olive. Sukakk banget. Ketika dipakai jatuhnya jadi seperti warna nude, sangat kalem dan ngeblend dengan tone warna kulit. Oke, fix berarti undertone kulit saya memang olive nih. Swatch di atas adalah hasil dua kali polesan ditimpuk Etude Play Nail Smoothing Base Coat sebagai top coat for additional shine.



Swatch No.14

Ini warna kuningnya semacam kuning mustard. Dia bukan neon, juga bukan pastel. Masuk banget buat yang punya undertone olive. Gak bikin efek glow in the dark juga, di mana warna kukunya cerah bersinar tapi kulit tangan terlihat menggelapπŸ˜ƒ Khusus untuk warna ini, saya baru bisa memperoleh hasil yang full opacity setelah memoles tiga layer. Tapi konon cat kuku untuk warna-warna terang semacam kuning dan putih biasanya memang cenderung sheer dan streaky sih. Foto di atas adalah hasil tiga kali poles dengan Etude Play Nail Smoothing Base Coat sebagai base coat dan top coat. 


Final Verdict

In love!! ❤️❤️

Sepertinya saya menemukan cinta baru, setelah susah move on dari The Skinfood Nail Vita yang kualitasnya di akhir-akhir mulai mengecewakan dan sepertinya makin susah dicari.  Konsistensinya pas, kuasnya juga enak dipakai, pengaplikasian relatif mudah, dan drying speednya memuaskan. Meski saya bilang keringnya cepat, tapi gak lantas jadi gampang seret sewaktu dioles ke kuku, sehingga gak perlu buru-buru juga waktu meratakannya. Take your time. Selain itu, saya senang karena Innisfree menyediakan pilihan warna-warna yang earthy tone seperti di atas, yang meski cukup bold dan colorful tapi ketika dipakai kesannya tetep kalem. 

Cat kuku Innisfree Real Color ini saya beli di harga Rp 49.000 per botol dengan volume 6ml. Dari segi harga memang kurang bisa dibilang murah meriah. Ada banyak merk cat kuku terkenal lain yang harganya di bawah itu, tapi jarang yang menyediakan warna yang bikin saya tertarik. Rata-rata warnanya nude dan kalem-kalem. Lhaa periode saya pakai cat kuku kan cuma bisa sebulan sekali, mosok pake warna nude. Ga seru lah πŸ˜ƒ



Wednesday, March 11, 2020

Review: Revlon Nail Enamel Shade 128 Slate, 041 Granite, & 161 Teak Rose



Kuteks favorit saya sebetulnya adalah Nail Vita dari Skinfood. Kualitasnya oke dan harganya cukup affordable. Pengaplikasiannya yang smooth, effortless, mistake-proof dengan hasil yang langsung opaque in only one thin coat membuat seorang amatir sekalipun bisa menghasilkan karya rapi bak seorang pro. Saya masih menyimpan satu warna as my-go-to nail polish, dibeli dari Korea via Ebay sekitar 5 tahun lalu dan kondisinya masih bagus hingga tulisan ini diposting.

Tapi namanya cewek ya, suka penasaran juga sama brand lain. Suatu ketika dapet kesempatan nyobain kuteks Revlon varian Colorstay Longwear Nail Enamel shade Indigo Night, ternyata enak banget. Teksturnya mudah diblend dan sangat pigmented. Warnanya langsung jadi pada polesan pertama. Kuasnya juga nyaman sehingga hasil polesnya jadi rapi. Sayangnya line ini varian warnanya terlalu bold buat selera saya, berasa kaya tante-tante (padahal emang udah tante-tante *dilempar*), plus udah discontinued *sigh*. Tapi karena masih penasaran sama brand Revlon saya memutuskan untuk mencoba line nail enamelnya yang reguler.

Ini fotonya a bit too warm dibanding aslinya.



Ini kayanya warna sejuta umat. Nyari-nyari review di internet, umumnya swatch yang ada ya seputar shade ini aja. Untuk shade Teak Rose, warnanya pink manis tapi gak gonjreng. Muted pink mungkin cocok untuk menggambarkannya dalam kata-kata. Sementara shade Granite dan Slate basic warnanya coklat, semacam dark nude. Slate cenderung yellowish mirip warna permen karamel. Granite warnanya pinkish brown, atau brownish pink yaa? Bingung juga. Lumayan susah mengcapture warna riil dari Granite ini.  Sekilas mirip susu mocca kalau di tempat gelap. Tapi di bawah pencahayaan yang banyak, tone pinknya keluar banget. Warnanya jadi semacam dark mauve. Saya sebetulnya paling suka Teak Rose karena warnanya syantiiik. Tapi yang terlihat flattering buat kulit saya malah Slate. Warnanya cukup kalem dan natural, bisa jadi andalan kalau pas butuh tampil gak mencolok semacam undangan acara di sekolah anak.

Revlon Nail Enamel teksturnya agak creamy dan saya biasanya lemah pakai kuteks jenis ini. Meski cukup pigmented, susah diratain karena kuasnya pun kurang luwes, susah megar. Pakainya harus hati-hati sekali. Apalagi saya tipe yang tangannya gampang goyang, rawan mbleber sana sini. Awal-awal nyobain, saya gak suka karena hasilnya kurang rapi. Akibat warna yang susah rata, harus dipoles sampai tiga layer. Jadi tebal, jelek dan pinggirannya kurang rapi.

Sempat nyerah, kuteks dianggurin 1-2 minggu dan saya pun menyusun tulisan negative review tentang Revlon Nail Enamel hahaha. Tapi suatu hari entah kenapa penasaran kepingin nyoba lagi. Ehh saya malah nemu trik aplikasi yang lumayan fail proof. Jadi caranya, ambil produk agak banyak dalam satu kali celup, kumpulkan secara merata di pangkal kuku, lalu tarik pelan-pelan dalam tiga sapuan ringan (jangan ditekan) membentuk garis lurus ke arah ujung kuku dengan urutan: tepi, tepi, tengah. Agak tricky juga ngira-ngira ambilnya, kebanyakan dikit bisa jadi mbleber, sementara kalau kurang warnanya jadi gak rata. Tapi kalau berhasil, sekali poles aja langsung jadi. Dan untuk ukuran kuteks creamy, keringnya si Revlon ini di kuku relatif sangat cepat. Sekali kering, dia langsung padat dan glossy, tanpa top coat sekalipun. Dipakai buat tidur, ketindih kegores-gores sprei dan sarung bantal gak ngecap. Hasilnya, saya pun sukses bikin full swatch ketiga shade tersebut seperti di bawah ini.

Swatch Revlon Enamel Teak Rose

Swatch Revlon Nail Enamel Slate

Swatch Revlon Nail Enamel Granite

Sayangnya, ada satu hal yang kurang oke dari pengalaman pakai Revlon Nail Enamel. It has bubble issue, suka muncul gelembung kecil-kecil yang mana munculnya tak terduga. Jadi setelah selesai  poles-poles dan udah rata, nanti tiba-tiba muncul titik-titik gelembung udara. Gelembung-gelembung ini munculnya tak terduga, kadang langsung muncul, kadang muncul tapi samar sekali, kadang mulus-mulus aja. Tapi yang paling parah adalah sewaktu saya pakai shade Granite untuk keperluan swatch di blog ini, gelembungnya muncul belakangan dan banyak pula. Kebetulan saya kelupaan pakai base coat saking semangatnya, bisa jadi itulah penyebabnya karena sewaktu pakai base coat gak separah ini. Foto swatch di atas dan di bawah diambil dalam kurun waktu yang berbeda. Foto di atas adalah sesaat setelah kering, sementara yang di bawah adalah sekitar dua jam setelahnya. Foto di atas kukunya keliatan mulus ya, tapi yang di bawah jadi bruntusan kaya muka jerawatan.   


Keliatan gak 'jerawatnya'?

Saya coba googling sana sini, rupanya salah satu penyebab munculnya gelembung itu karena pengocokan botol kuteks yang berlebih sebelum pemakaian. Akibatnya udara akan terperangkap di dalam cairan kuteks, membentuk gelembung, dan perlahan-lahan naik ke permukaan, meski sudah dipoles di kuku sekalipun. Hmmm iya sih, saya memang kebiasaan ngeblend cairan kuteks dengan cara mengocok penuh semangat. Tapi tapi tapi... pakai kuteks lain kok enggak πŸ˜• Yah bisa jadi karena cuma kuteks Revlon ini yang saya polesnya tebal-tebal, sementara kuteks lain cenderung poles tipis-tipis aja. Habis gimana lagi, saya gak bisa menghasilkan warna kuku yang rapi dengan cara lain.

Final verdict
Pros:
- harga cukup affordable
- pilihan warna sangat banyak
- relatif cepat kering dan padat (gak gampang kegores)

Cons:
- pengaplikasian agak tricky
- suka muncul gelembung udara yang tak terduga

Will I repurchase?
Not quite sure. Mungkin yang berikutnya nyoba peruntungan dengan kuteks Revlon yang varian Colorstay Longwear Gel Envy aja.


[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...