Showing posts with label haul. Show all posts
Showing posts with label haul. Show all posts

Sunday, December 3, 2017

Mixed Brief Review: New Hair Regime For Healthy Colored/Bleached Hair Ala Saya

Sejak pertama kali mewarnai rambut sekitar dua setengah tahun yang lalu, saya mulai menghadapi masalah yang namanya frizzy hair alias rambut terlihat kurang sehat dengan ujung-ujung yang mencuat mengembang melayang-layang. Hiks..... Saya cobain macem-macem, mulai dari yang alami seperti olive oil, coconut oil, sampai dengan produk buatan seperti conditioner serta vitamin rambut yang gampang diperoleh di banyak mini market, maupun yang harus dibeli di tempat-tempat khusus seperti John Frieda dan TBS. Sayangnya satupun belum ada yang hasilnya memuaskan hati. Sementara kalau diketik di gugel, keyword 'cara merawat rambut kering akibat pewarnaan' itu sangat populer sementara isi artikelnya rata-rata hampir sama, cuma sederet tips tanpa hasil yang nyata.

Haha rambut saya gak sampe segininya sih
Tapi sebagian sudah mulai mengarah ke sini

Suatu ketika, saya iseng join sebuah forum yang khusus ngobrolin serba-serbi rambut. Dari menyimak obrolan sana-sini, saya mendapat tambahan wawasan bahwa rambut yang terlihat kering gak sehat akibat proses pewarnaan maupun bleaching bisa juga disebabkan oleh hilangnya protein. Kalau udah gitu, maka butuh yang namanya protein treatment. Hmmm jadi bisa dimaskerin pake telor, madu, pisang, alpukat, atau mayonaise kali ya, biar alami kaya yang sering disebut-sebut di dalam banyak artikel? Sayangnya sembilan puluh persen praktisi rambut di sana bilang: it's a big NO. Penjelasannya, molekul protein pada bahan-bahan alami terlalu besar untuk diserap rambut, jadi setelah dibilas ya bakalan ilang bersama air. Hal ini berbeda dengan protein treatment yang biasa dilakukan di salon profesional, di mana produk-produk yang digunakan mengandung elemen protein yang sudah diuji di lab dan diproses sedemikian rupa sehingga mudah diserap oleh helaian rambut. Yah entah benar atau tidak, saya pilih percaya aja. Terus terang saya gak minat lagi nemplokin ramuan madu-telor ke rambut. Masih kebayang aja rempong bin amis dan lengketnya. Itu amisnya telor gak ilang sampe berhari-hari coba. Wew....

Butuh protein atau moisture?
Sumber: di sini

Sekedar referensi, rambut kebanyakan moisture
tapi kurang protein
Sumber: di sini

Lalu apa yang mau saya review di sini?
1. Joico K-Pak Deep Penetrating Reconstructor dan Joico Intense Hydrator
Joico adalah brand yang direkomendasikan hampir setiap hairstylist maupun DIY-ers di banyak forum rambut. Line K-Pak diformulasikan khusus untuk memperbaiki rambut yang rusak akibat proses kimia, terdiri atas beberapa macam produk, dari sampo hingga masker. Joico K-Pak Deep Penetrating Reconstructor pada khususnya, ternyata memang banyak direview sebagai salah satu produk yang sangat efektif mengembalikan protein sehingga paling dicari. Saya lihat ratingnya bagus di mana-mana. Harganya yaa lumayan sih ya haha.... Tapi sekali pakai iriiiitt banget, jadi satu tube mungkin bisa lah dipake sampai setahun. Toh pakainya juga gak sering-sering. Cara pakainya, setelah keramas dan rambut dalam keadaan lembab, aplikasikan Reconstructor ke batang rambut secara merata. Tunggu sampai lima menit kemudian bilas sampai bersih. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengaplikasikan Intense Hydrator dalam keadaan batang rambut masih lembab dan biarkan minimal lima menit. Intense Hydrator ini gak harus dikombi sama Reconstructor. Dia juga bisa dipakai sendiri sebagai conditioner atau masker. Oya, rambut dalam keadaan lembab itu artinya rambutnya masih agak-agak basah tapi udah gak ada lagi air yang menetes. Salah satu caranya bisa dengan membungkus rambut basah pakai handuk atau kain kaos selama beberapa waktu setelah selesai keramas.
Kesan selama ini setelah beberapa kali pakai, hasilnya memang beneran membuat rambut terasa lebih sehat. Cuman saya perhatikan, bagian yang rusak banget masih bandel bertahan kering kusam meski udah keliatan membaik juga sih sebetulnya. Mungkin ekspektasi saya terlalu berlebih. Beberapa praktisi rambut bilang: once it's dead, it's dead.

2. Matrix Biolage Ultra Hydrasource
Terlalu banyak perawatan protein bisa bikin rambut justru jadi rapuh. Jadi diperlukan juga produk penghidrasi rambut yang gak mengandung embel-embel keratin maupun protein untuk diselang-seling dengan protein treatment. Dari banyak produk penghidrasi rambut yang direkomendasikan para pro di forum tersebut, yang bisa saya temukan di pasaran lokal cuma si Matrix Biolage ini. Awalnya saya cari conditionernya, kok gak nemu. Yasud, beli hair masknya aja. Ternyata wujudnya gede banget, isinya buanyak hampir setengah kilogram, padahal harganya relatif murah. Ini sih setahun juga gak bakalan abis (kecuali saya buka salon hehe). Cara pakainya sama dengan pakai hair mask biasa. Setelah selesai keramas, dilanjut masker Matrix Biolage yang diaplikasikan ke rambut lembab dan didiamkan selama beberapa menit.
First impression pakai ini, rambut kayanya malah jadi megar, banyak yang melayang-layang. Jadi begitu rambutnya udah kering, lohh kok malah jadi keliatan lebih ngembang dari biasanya. Waduh gimana ini. Mana banyak banget lagi. Trus mo diapain dong iniii, open for share aja kali ya wakakaka....

3. The Body Shop Rainforest Moisture Conditioner
Tau gak sih? Sebetulnya gak ada satupun produk rambut TBS yang direview oleh praktisi rambut manapun yang saya temui di internet. Boro-boro direkomendasiin, disebut-sebut aja enggak. Tapi kenapa ikut saya review? Karena ini nanti endingnya bagus xixixi...
Ini aseli conditioner paling unik yang pernah saya temui. Konsistensinya sangat kental padahal tutupnya fliptop, alhasil susah dikeluarin dari botolnya. Jadi saya nyimpannya dalam keadaan terjungkir sehingga produknya ngumpul di leher botol. Untuk mengeluarkannya, yang dibuka tutup ulirnya lalu botolnya agak dipencet sambil dihentak. Instruksi penggunaannya juga unik: harus dicampur dengan sedikit air baru diaplikasikan ke rambut. Dan yang makin bikin unik, nyaris ga ada efeknya sama sekali. Masih lebih enakan pakai Pantene atau Dove. Trus ini sebetulnya apaan sih ya?

4. The Body Shop Rainforest Radiance Detangling Spray
Ini adalah semacam leave-in conditioner dengan fungsi detangler yang diperuntukkan bagi rambut yang diwarnai, semacam itulah klaim di botol maupun websitenya. Hmm menarik dicoba. Kesan pertama waktu beli: suka deh sama botol spraynya. Gak bakalan saya balikin buat ikutan program Bring Back Our Bottle wahahaha... Wanginya enakkk. Isinya banyakkk. Apakah sukses sebagai detangler? Hmmm rambut saya gak pernah kusut sih sebenernya. Setelah pakai ini, tetep seperti biasa aja. Gak bikin lebih smooth, gak bikin lebih alus, gak bikin lebih berkilau, pokoknya gak bikin gimana-gimana lah. Gak bikin lepek juga, malah kesannya jadi volumized dan terlihat sedikit kering. Oke, ini juga bukan sesuatu yang saya cari.

Koleksi perawatan rambut ekstra
untuk rambut diwarna/dibleaching
1. Matrix Biolage Hydrasource
2. Joico K-Pak: a. Deep Penetrating
Reconstructor; b. Intense Hydrator
3. The Body Shop Rainforest: a. Radiance
Detangling; b. Moisture Conditioner

Review di atas adalah berdasarkan pengalaman ketika saya menggunakan masing-masing produk sendiri-sendiri secara normal sesuai instruksi di kemasannya. Nah akan tetapi tiba-tiba tanpa sengaja, saya menemukan bahwa ketika semuanya dipakai sekaligus, hasilnya malah mengejutkan. Rambut saya jadi keliatan normal dan sehat. No frizz, no megar, no lepek. No damage!! Yang saya lihat cuma rambut asli saya yang sudah dua tahunan ini tidak saya temui akibat diwarnai dan dibleaching, minus warna hitamnya tentu.

Gimana cara pakainya? Apa langsung templak-templok gitu aja? Essentially yes, meski secara teknis ya gak gitu-gitu amat juga. Pertama saya mengaplikasikan duo produk Joico sesuai instruksi. Setelah rambut dibilas dan dalam keadaan lembab, kemudian dilanjut TBS Moisture Conditioner yang mana langsung ditimpuk sekalian pakai Matrix Biolage lalu didiamkan agak lama. Setelah selesai dibilas lagi, kembali dalam keadaan lembab, rambut disemprot TBS Detangling Spray, disisir-sisir pakai jari biar agak rapi lalu dikeringkan pakai hair dryer. Saya sebetulnya jarang pakai hair dryer kecuali kepepet, tapi terus terang bosen banget udah berjam-jam mondar-mandir dalam keadaan rambut basah. Nah pada saat rambut sudah benar-benar kering, saya pun cukup surprised melihat hasilnya pas ngaca. Terbayang sebelumnya, saya bakalan lihat rambut yang rada ngembang-ngembang gitu macam biasanya, apalagi ditambah kena panas hair dryer. Eh ini kok ternyata enggak. Rambut terlihat normal dan sehat. Sebagian rambut yang masih agak lurus menggantung kaku akibat kena bleaching, terlihat kembali elastis, luwes mengombak (rambut saya emang berombak). Bagian lain yang wujudnya jadi mirip gula-gula kapas akibat overprocessed kena bleaching sampai level 9/10, bisa balik keliatan kaya rambut lagi. Ah pokoknya seneng banget lah. Dan setelah hampir seminggu, keadaan membahagiakan ini ternyata masih bertahan. Wow, I'm so in love!!

Sekarang saya jadi bertanya-tanya. Ini berkat jasa produk dan tahapan yang mana sebetulnya? Apa iya memang harus dipakai semuanya gitu? Soalnya niat awal main templok tadi sebetulnya cuma karena pengen cepet ngabisin produk TBSnya aja xixixi..... Waaah kalo gini kayanya saya perlu bikin eksperimen lagi nih. Jadi penasaran pingin nemuin best hair regime yang bisa bikin rambut saya balanced begitu terus.


Sunday, September 11, 2016

Another Skincare Story


 

Suatu malam saya tersadar. Muka cuman satu, tapi skincarenya segini banyak. Apa-apaan saya ini. Yaa gak semuanya borongan sekali beli macam haulnya para blogger gitu. Beberapa merupakan stok lama yang udah setahun umurnya akibat sempet jeda panjang, bosen untuk peduli sama perawatan wajah plus gak sempet. Gimana gak bosen? Mau pake apapun, muka ini ya gitu-gitu aja. Kalau pun ada perubahan, muka yang gak pernah punya masalah ini malah jadi bermasalah. Bahkan sampai produk sekelas SK II FTE aja bikin break out, gak kelar-kelar lagi. Saya yakin itu bukan purging, karena yang jerawatan adalah area wajah yang seumur-umur gak pernah bermasalah. Kesimpulan itu saya peroleh setelah ngubek-ngubek referensi dari artikel maupun diskusi forum tentang purging vs break out. Lagipula saya ini bukan tukang gonta-ganti skincare, apalagi pakai krim-krim geje. Apapun yang pernah nemplok si muka saya gak satu pun mengandung bahan yang keratolitik. Jadi?



Sekilas info, kulit wajah saya ini termasuk normal, gak berminyak, gak kering, dan gak acne prone. Sejak remaja, wajah saya bersih. Jerawat cuma muncul sesekali di sekitar cuping hidung kalau mau mens, lagi pilek, atau habis makan indomie goreng :D Saya seumur-umur gak pernah pakai sabun khusus cuci muka. Karena beberapa kali nyobain facial foam maupun facial wash merk apapun, mesti nongol jerawat  gede nan sakit di ujung hidung. Tapi kalau dihentikan, ya jerawatnya ilang.

Tujuan awal saya duluuuu pakai skincare adalah iseng-iseng. Iya iseng. Lha wong gak bermasalah kok, jadi kan gak punya tujuan khusus kan. Akhirnya setelah melototin muka di cermin, saya memutuskan untuk punya masalah: hidung penuh komedo, lingkaran hitam di bawah mata, dan smile lines yang sangat mengganggu kalau pakai foundation. But nothing worked. Aduh serius deh, saya sampai bertanya-tanya, itu orang-orang yang suka pada kasih testimoni habis pakai produk X, Y, Z setelah sekian hari  trus mukanya cerahan, lebih moist, lebih bersih, glowing, bla bla bla itu beneran atau cuma sugestinya sendiri sih.
>>no offense, please, maklum orang stres<<

*Sekian tahun yang lalu, saya pernah posting foto sederet koleksi skincare di sini. Saya bilang kapok, tapi ternyata buktinya gak kapok juga ya :p

Ok skip semua cerita masa lalu. Intinya, sekarang semua stok yang masih tersisa dikeluarin, diinventarisasi, dan sebisa mungkin berusaha diabisin sebelum memutuskan repurchase yang mana :D

1. Innisfree Soybean Energy Essence [Light]
Ini adalah salah satu anggota rombongan yang paling baru. Belinya preloved separuh harga baru dengan kondisi masih sekitar 60-70%, plus free ongkir. What a bargain! Secara baru mau coba-coba. Aslinya sih karena ngiler liat botolnya yang ketjeh.
Sekarang ini sedang dicoba dipake sebagai toner maupun sebagai essence, untuk ngecek cocok atau gak. Rencana mau ditunggu sampai kira-kira sampai sebulan, apakah mucul jerawat meradang seperti beberapa fermented essence lain sebelumnya.
*Catatan: sudah pakai hampir seminggu, surprisingly bisa ngalamin efek kulit berasa lembut banget dan kenyal sepanjang hari, tapiiiii mendadak ada jerawat besar nangkring di dagu dan pipi :'(
Repurchase? Belum tahu, hiks

2. The Body Shop Vitamin C Glow Boosting Moisturizer
Ini nitip temen di Bintaro pas promo, dapet diskon 35%, lumayan kan. Kalau harga normal ya mikir-mikir haha. Ngiler karena dapet cerita dari temen yang puas ngilangin kusam di muka pake ini. Pada prakteknya, saya pakenya jarang-jarang, cuma kalo lagi pengen praktis aja. Jadi maklum kalo efeknya belum keliatan apa-apa. Tapi saya suka teksturnya yang semacam gel, lembab ringan di wajah dan gak greasy. Padahal kebanyakan produk TBS yang saya coba itu demen meninggalkan jejak licin di kulit. Licin yang gak enak macam minyakan begitu lah. Repurchase? Maybe, kalo ada diskonan lagi.

3. Ristra AHA Regenerating Night Cream
Ini krim malam, tapi teksturnya agak watery. Sudah lama belinya sekitar setahunan lalu, waktu awal-awal belajar tentang AHA. So happy ada produk lokal yang jujur mencantumkan kandungan AHA, gak cuma sekedar label 'mencerahkan', 'melawan kusam', 'melawan kerut' dan janji-janji surga lainnya. Tapi entah kenapa sempet stop agak lama. Kayanya karena gak sempet, tiap malem mesti ketiduran jauh sebelum jam tidur normal akibat ngelonin bayi. Bangun-bangun udah pagi. Udah kelewat dong, udah bukan night lagi :p Repurchase? Maybe, but not a priority.
Update: Ini ternyata exfoliant juga. Teksturnya lebih mirip face milk dengan komposisi utama air. Kandungan AHA-nya 5%, cukup efektif sebagai anti-aging dan cukup ramah untuk dipakai sebagai daily exfoliant.

4. Ristra Total Concept Whitening - Concentrate Night Cream
Ini dibeli barengan sama produk Ristra lainnya tp masih lebih penuh isinya. Sempet stop juga karena bingung mending pake yang AHA atau ini.  Sekarang diaplikasikan ke tangan juga, secara tangan kanan lebih gelap ketimbang yang kiri akibat bertahun-tahun nyetir tanpa sunblock. Siapa tau ngefek. Repurchase? Maybe not, nunggu hasil di tangan saya dulu sih.


5. Ristra Suncare SPF 17
Ini sunblock yang jadi favorit saya pertama kali. Bikin muka cerahan, matte tanpa efek kempling alias oily look. Udah setahunan juga, gak abis-abis, tubenya segede gaban. Repurchase? Masih menimbang-nimbang, sekarang lagi sering pakai sunscreen Wardah punya kanjeng mami.

6. SK II Facial Treatment Repair C 15ml
Ini termasuk yang baru dibeli. Waktu itu cuaca kering parah sampai ujung bibir keduanya luka. Eh ada yang jual preloved cuma 50rb dalam keadaan tinggal dikit. Karena ngerasa gak butuh banyak-banyak plus pengen nyobain, cuss deh langsung bungkus. Pas barangnya dateng, hmmm kok curiga ya. Kayanya barangnya udah gak begitu bagus, aromanya agak-agak mirip pepaya, asli pengen muntah >_< tapiii sayang dibuang, dilego juga gak mungkin, jadinya dipake buat tumit kering pecah-pecah aja, kalo udah abis nanti kan lumayan botolnya bisa dipake lagi. Bagus soalnya, bisa buat wadah kalo bikin homemade skincare hahaha....

7. SK II Facial Treatment Repair C 15ml with box
Ini juga dapet legoan orang lagi. Masih BNIB, dilepas cuma 100rb karena itu gift katanya dan gak dipake, xixixixiii.... Ini dibeli setelah Repair C yang mengecewakan di atas tadi. Diendus-endus dan dicek teksturnya, hmmm gak ada yang mencurigakan. Karena saya sebelumnya sempat gak cocok dengan FTE dan dupe-dupenya, ini saya simpan dulu, ngantri untuk dites, di belakang Innisfree.

8. SK II Facial Treatment Repair C sample size 2 ml
Ini dibeli di OS langganan yang terpercaya jual barang branded ori. Kenapa beli lagi? Karena mau memastikan aroma asli FT Repair C itu kaya apa. Dan terbukti seharusnya gak ada aromanya apa-apa. Kalaupun ada, itu samaaaar banget. Baiklah, positif Repair C yang saya beli di awal itu mencurigakan, entah antara kadaluwarsa atau palsu. Yang pasti gak bakalan saya templokin ke muka. Melayang sudah duit 50 ribu sia-sia :'(

9. SK II Clear Lotion 215 ml,
Ini dapet preloved juga hahahahaaaa... Dilepas 380 rb sama yang jual. Lumayan banget ehhh. Kalo ini saya yakin sepertinya asli dan masih bagus. Soalnya udah pernah pake jadi cukup famliar. Sebelumnya udah ngabisin yang 150 ml selama hampir dua tahun. Awet banget euy. Ehh dua tahun? Apa masih bagus? Masih kok. Selama nyimpennya bener, sebetulnya make up maupun skincare rata-rata gak akan berubah kecuali udah kebangetan lamanya misal satu abad gitu :D Ini personal experience yaa.. Repurchase? Yes.


10. The Body Shop Tea Tree Oil
Belinya pas diskon 10%, harganya jadi 109rb. Ini dibeli sekitar 2 bulan lalu akibat jerawat break out yang masih nongol aja, bandel banget, padahal udah stop pake apa-apa. Sensasinya di atas jerawat dingin clekit-clekit. Tapi entah kenapa kayanya gak ngaruh terhadap kesembuhan jerawat. Sekarang teronggok setia setelah dipotret dan diposting di grup jual beli, nunggu orang tua asuh baru. Repurchase? No.

11. The Body Shop Drops Of Youth Concentrate
Eehhmmm, kalo yang ini beli preloved, kondisi sekitar 70an %, expired date masih lama banget, dilepas gak sampe 200 ribu, padahal harga barunya mendekati 500 ribu. Wakakaka.... Beli ini gara-garanya ada temen yang semangat ngasi testimoni bagus tentang DOY ini. Dia kalau lagi kusam habis liburan panas-panasan di pantai, pakai ini jadi cling lagi. Ini fungsinya pre-serum, dipakai sebelum serum. Saya sempet swatch. Teksturnya licin slimey gitu, tapi enak di muka, cepet meresap. Meski muka berasa licin halus tapi beda dengan licin oily produk TBS lain yang saya gak suka. Efek belum kelihatan karena pakenya masih saya pending, mengingat harga barunya yang mehong dengan botol seuprit. Plus, karena saya masih ngetes essence dari Innisfree.
Repurchase? Maybe, we'll see.

12. The Body Shop Aloe Soothing Night Cream & Day Cream
Yak betul, ini juga beli preloved, 70rb dapet dua sekaligus, kondisi msh bagus dan isinya lebih dari 80%, cihuyyy kann hahahaha.... Tapi ini tipikal produk TBS  yang saya gak suka. Berasa licin seolah minyakan. Judulnya soothing, but it didn't soothe anything. Jadi saya anggurin aja, sesekali dimanfaatkan sebagai pengganti lotion tangan.
Repurchase? No.

13. Softymo White Cleansing Oil
Yang ini belinya bukan preloved kok qkqkqkqk... Tapi lupa beli di mana, kalo gak salah sih dari web luar. Sangat jarang pake karena udah jarang banget pakai BB cream maupun foundation. Sekarang dipakai cuma kalau muka berasa berat dan kotor. Repurchase? Yes.

14. Paula's Choice Resist Weekly Resurfacing Treatment 10% AHA sample size
Eits, ini bukan preloved lho haha... Dari sachetnya dituang ke botol pipet bekas tempat madu propolis (udah disteril dulu tentunya). Enak deh, jadi praktis. Iritttt banget ini. Gak habis-habis. Saya pakai ini gak ada efek tingling atau cekit-cekit atau panas atau merah-merah atau apapun lah. Mungkin dari sononya muka saya ini badak banget.
Repurchase? Maybe full size

15. Paula's Choice Resist BHA 9 sample size
Ini samplenya gak dalam bentuk sachet tapi botol mini ukuran sekitar 1 ml. Seuprit tapi gak habis-habis padahal udah berminggu-minggu. Ini dipakai sebagai spot treatment. Kalau saya, utamanya untuk komedo hitam membandel menahun di hidung. Masih belum keliatan hasilnya sih. Cuman beberapa hari terakhir pas mulai rada rajin, ngeliat kaya ada lubang-lubang kosong bekas komedo di hidung. Entah cuma sugesti atau beneran. Kalau oke, mungkin bakal repurchase, sample lagi aja lah, full sizenya mahalll wahahaha.....

16. Homemade Vitamin C serum
Yess, saya sekarang lagi demen sama skincare yang mengandung vitamin C karena ada bekas jerawat menjengkelkan yang harus dibasmi. Vitamin C yang digunakan secara topikal memiliki khasiat mencerahkan kulit dan sebagai anti aging, begitulah yang saya baca. Sebetulnya saya sudah lama sih penasaran dengan serum vitamin C tapi yaa penyakit malas (seperti biasa) ini gak sembuh-sembuh, jadi males mengais-ngais review brand yang oke. Suatu hari gak sengaja nemu postingan tentang DIY serum super duper gampang di sini. Saya mendadak jadi semangat lagi, ngubek-ngubek internet demi memperoleh resep yang sekiranya cocok. Beberapa referensi yang saya jadikan sumber contekan antara lain adalah:
*holysnails
*essentialdayspa
*itsallinmyhands
Formula yang saya pakai adalah serum vitamin C 20%, terdiri atas Ascorbic Acid + Rose Hydrosol + Glycerin. Efek belum keliatan karena baru rajin pakai sekitar semingguan.


17. Dr. Dennis Gross Ferulic + Retinol Triple Correction Eye Cream

Ini salah satu bonus gift dari seller yang diborong jualan prelovednya ahahahaha... Belum dibuka, cari review dulu aja, secara dia mengandung retinol sementara saya masih busui. Repurchase? Belum tahu, kan belum dicoba.


18. Medi-Klin TR
My life saver!! Jerawat break out yang sudah tahunan mondar-mandir datang dan pergi di pipi langsung ngacir gak balik-balik setelah dioles ini cuma dalam waktu beberapa hari. Belinya karena direkomendasiin sama DSA langganan pas lagi meriksain si bocil. Berbentuk gel dan ringan, Medi-Klin TR mengandung Tretinoin 0,025% dan Clindamycin Phosphate 1,2%. Bahan aktif yang disebut terakhir ini adalah antibiotik, sifatnya menghentikan pertumbuhan bakteri. Sipp deh, udah murmer, carinya gampang, taunya manjur lagi. Dengan ini, pertempuran melawan jerawat pun berakhir. Tinggal membereskan jejak-jejaknya. Repurchase? Hmmm harapannya sih gak perlu jerawatan lagi.
>> Full review Medi-Klin TR di sini.

19. Vitacid 0,05% Retinoic Acid
Setelah Medi-Klin TR, saya jadi iseng beli Vitacid juga. Gunanya sebagai spot treatment, untuk ditotol ke tonjolan-tonjolan gak jelas di kulit. Untuk dipakai semuka sebagai anti aging saya gak berani. Pertama karena saya masih busui. Selain itu, saya gak siap kalau pakai purging segala. Saya kira untuk sementara, cukup dulu deh perang saya dengan jerawat-jerawat asing akibat muka ditemplokin barang baru. Repurchase? Belum tahu, setube isinya banyak banget sementara olesnya dikit-dikit aja.

20. Melanox Hydroquinone 2%
Ini nih salah satu bintang utama spot treatment pada night routine saya. Target utama saya adalah untuk menghilangkan spot noda hitam menahun akibat break out yang gak ilang-ilang. Beneran saya gemes banget. Jerawat cuma beberapa biji, muter-muter di area situ aja, ninggalin jejak yang bandel banget.
Hydroquinone apa gak serem? Dari beberapa referensi yang saya dapat, kandungan sebesar 2% masih relatif aman kok, selama dipakai sesuai petunjuk. Repurchase? Hope not. Ini isinya banyak, pakenya cuma totol-totol sedikit. Semoga manjur untuk selamanya.

Hahahaha...... Astaga ada 20 macem ya ternyata. Padahal saya udah insyaf lho. Gak mau lagi sembarang keracunan. Apalagi sampai beli gara-gara cuman liat wadahnya yang lucu. Tapi yaaa namanya kebutuhan, mau gimana lagi. Tanpa sadar numpuk-numpuk gini deh.

Padahal segitu kan gak mungkin saya pakai semua dong ya. Untuk itu saya mesti tahu, apa skincare goal saya dan apa yang realistis untuk diwujudkan. Sekarang saya mau fokus dulu untuk melenyapkan totol-totol bekas jerawat yang sudah nangkring tahunan di pipi. Saya butuh eksfoliasi dan nutrisi. Jadinya, skincare routine saya setiap hari adalah:
Pagi: cuci muka - clear lotion - essence/pre serum - serum/moisturizer - sunscreen
Malam: cuci muka - clear lotion - essence/pre serum - (AHA 10% seminggu sekali) - spot treatment - serum - krim malam/moisturizer


Saya terkadang sengaja skip moisturizer untuk mengetahui bagaimana efek suatu produk terhadap kulit saya. Ada kalanya ternyata essence dan serum yang saya pakai cukup melembabkan sampai berjam-jam kemudian. Mungkin pengaruh cuaca, kelembaban udara, juga aktivitas yang dilakukan. Well, actually we're free to pick what's best for ourself. Just check the ingredients and see how things work. Selain itu, yang paling saya butuhkan untuk kulit saya sebetulnya adalah banyak-banyak minum air putih, makan sehat, dan hidup bahagia :D

Sunday, April 8, 2012

My Beauty Haul Super Flash

Baiklah....
Setelah beberapa bulan yang lalu rajin menyambangi berbagai review-review MUA serta thread Makeup Addict di FemaleDaily dan terkena racun habis-habisan, saya akhirnya menyerah. Setumpuk jar 5ml isi sample foundation hasil hunting di 'pasar' FD sekarang cuma nangkring dengan manisnya di rak gantung dalam kamar. Lalu ada dua atau tiga sample BB cream yang cuma sempet dicolek sekali masing-masing, beberapa batang lipstik dan lipgloss, dua atau tiga compact powder dalam laci, tiga application brush, dua botol liquid eyeliner, sepalet cream concealer, sewadah bronzing pearl yang lebih sering terlupakan keberadaannya meski di depan hidung...trus apa lagi yaaa?

Sebenarnya siiiih, saya tidak terlalu terpengaruh dengan craziness for trying many brands yang menggejala dalam thread-thread tersebut, tapi semangat gila dandan mereka lah yang sedemikian merasuk dalam sukma ini *bahasa yang lebay* hingga mendorong saya ikut-ikut gila lenongan, termasuk yang high end pulak. Sebut saja, MUFE, Shu Uemura, Channel, MAC, Dior..... Yes, setidaknya saya sempat menghabiskan sekian jeti gara-gara kegilaan sesaat ini *hiks*.

[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...