Sunday, August 29, 2010

Cocoa Butter Creamy Body Wash (With A Very Quick Review)

This is one TBS product I grabbed in their last sale a month ago. Smelling it always makes me hungry and wanna lick the cream :lol:

Credit to someone on the internet
since I didn't have time to take a pic
Cocoa Butter
For centuries the women of Ghana have used cocoa butter to moisturise and cool their skin in the African heat. Since 1995, The Body Shop has been buying cocoa beans from the Kuapa Kokoo company in Ghana, a fair trade co-operative with over 30,000 small-scale farmers. The money made by the co-operative enables the development of community projects such as schools and village wells in addition to providing the farmers with income to support their families.



Cocoa Butter Creamy Body Wash contains the following key ingredients ....

Cocoa Butter - Is an excellent moisturiser that melts at body temperature, leaving the skin feeling soft, silky smooth and supple. Helps to improve skin elasticity and helps prevent stretch marks. Enables the development of community projects such as schools and village

Soya oil - Is very rich in essential fatty acids that help to repair the skin's moisture barrier, thus helping to restore moisture, smoothness and suppleness. Helps a group of around 150 family-owned farms to continue small-scale organic agriculture.

Sunflower seed oil - Softens and moisturises skin. Is also rich in essential fatty acids.

Aqua (Water) (Solvent/Diluent), Cocamidopropyl Betaine (Surfactant), Helianthus annuus (Sunflower Seed Oil) (Emollient), PEG-5 Cocamide (Surfactant), Sodium Laureth Sulfate (Surfactant), Coco-Glucoside (Surfactant), Glycine soja (Soybean Oil) (Emollient/Skin Conditioner), Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer (Stabiliser/Viscosity Modifier), Sodium Cocoa Butter Amphoacetate (Hair-Conditioning Agent), Acrylates/Steareth-20 Methacrylate Copolymer (Viscosity Modifier), Phenoxyethanol (Preservative), Sodium Benzoate (Preservative), Sodium Hydroxide (pH Adjuster), Glycerin (Humectant), Parfum (Fragrance), Citronellol (Fragrance Ingredient), Disodium EDTA (Chelating Agent), Linalool (Fragrance Ingredient), Tocopherol (Antioxidant), Geraniol (Fragrance Ingredient), Amyl Cinnamal (Fragrance Ingredient), Hydroxycitronellal (Fragrance Ingredient), Benzyl Salicylate (Fragrance Ingredient), Limonene (Fragrance Ingredient), Alpha-Isomethyl Ionone (Fragrance Ingredient), Benzyl Benzoate (Solvent), Isoeugenol (Fragrance Ingredient), Cinnamyl Alcohol (Fragrance Ingredient), Farnesol (Fragrance Ingredient), Citral (Fragrance Ingredient), Eugenol (Fragrance Ingredient), Benzyl Alcohol (Preservative), Benzyl Cinnamate (Fragrance Ingredient), CI 15985 (Colour), CI 19140 (Colour).


After cleansing, exfoliate to remove dead skin cells two to three times a week, using Cocoa Butter Body Scrub. Pour a few drops into running bath water to create a fragrant foaming bath soak. Moisturise with Cocoa Butter Moisturising Stick, Body Butter or Hand & Body Lotion. Carry the Cocoa Butter Moisturising Stick in your bag for convenient moisturisation top-ups throughout the day. Use with other products in the Cocoa Butter Bath & Body range.

The source is here.

Very short PERSONAL REVIEW
The texture was soooo thick and creamy. Saya sempat bingung. Botolnya saya bolak-balik. Ini beneran sabun kan? Gak ada busanya. Gak bikin kulit berasa bersih juga seperti umumnya sabun.

Setelah browsing sana-sini tentang creamy body wash, sambil nanya-nanya via Yahoo Ask, saya baru paham bahwa saya butuh bath lily agar si body wash ini bisa berasa sabun mandi. Tapi creamy-nya itu yang gak nguatin. Badan rasanya licin, gak kunjung bersih. Kalo istilah Jawanya, pating klenyit. Dari banyak tulisan review para blogger, saya pun akhirnya ngeh bahwa creamy body wash adalah varian pembersih tubuh untuk mengatasi kulit yang super kering. Kapan sih kulit bisa super kering? Ya waktu winter a.k.a musim dingin di negara-negara empat musim sana. And then I was just like "oalaaahhhh...." Pantesan aja, di cuaca Jogja yang lagi sumuk-sumuknya ini, mandi pake Cocoa Butter Creamy Body Wash bukannya jadi seger malah tambah sumuk. Pliket gak karuan. Berusaha dibetah-betahin, ternyata tetep gak tahan.

Packaging was soo inconvenient. No pump. And the bottle hole was the regular one, quite small. Bayangin, dengan tekstur yang begitu kental, harus mencet botolnya setengah mati supaya bisa keluar isinya. Dan tau sendiri kan, botolnya TBS biasanya tebal dan kokoh, jadi harus dipencet pakai kekuatan dua tangan. Duhh itu mandi jadinya bener-bener gak nikmat sama sekali.

Final conclusion?
I threw the product for sell on an online flea market LOL :)))))) Jual aja lahh....

Thursday, July 29, 2010

Jadi Importir: Review Webstore Fashion4us.com

Lho saya bukannya tidak cinta produk dalam negeri sendiri lho. Terbukti bahwa baju-baju OS yang gambarnya cakep-cakep dan diembel-embeli 'kualitas impor' itu belum tentu lebih bagus ketimbang baju-baju yang dijual di Tanah Abang. (Lhah, emang sapa bilang kualitas impor itu artinya kualitas bagus. Cuma mereka yang keblinger aja yang mikirnya gitu :p)

Jadii ceritanya itu......keisengan saya jadi shoppaholic yang sudah cukup lama berlangsung ini semangkin parah rupanya. Setelah bosan dengan blanja fashion korea-koreaan, bosan dengan harga dan kualitas yang gak selalu berbanding lurus itu, saya mulai penasaran dengan baju-baju aslinya.

Monday, June 14, 2010

Offline Shopping Still Rocks


Berapa banyak online shopper yang mengeluhkan bahwa belanja online terkadang adalah what you see is not what you get? At least, hampir semuanya pernah merasakan punya keluhan yang sama. Even sOmetimes you buy something that doesn't deserve how much you have to pay for it. Bagai mengambil kucing dalam karung yah. Yang paling apes adalah kalau kucingnya gak dapet, eh malah digigit atau dicakar, alias ketepu mentah-mentah. Barang gak datang, duit melayang, sellernya juga tiba-tiba ikut ngilang. Gigit jari sambil dongkol beraat.

I'm a crazy online shopaholic. Bukan karena aku suka belanja, tapi lebih karena bosan. Sebelum jadi IRT dadakan gini, aku adalah manusia yang gak pernah berhenti punya aktivitas. Tapi yah you know lah, I got married, got pregnant, left my job and went back to my hometown, then my hubby begged me to be totally a housewive. Maybe some people will say blajar masak lah, atau jahit-menjahit lah, atau baca buku lah, atau jualan es jus lah, atau apa lagi lah... Yup benar, aku sudah bisa melakukan semuanya itu, tapi aku tidak menikmatinya. Masalah utamnyanya adalah, daku berasal dari background pendidikan engineering, terbiasa bekerja so very equal dengan para pria dan mengerjakan hal-hal yang menghasilkan perlakuan apresiatif yang sangat nyata dari rekan sejawat maupun atasan. Yeah oke, ini adalah benar-benar post power syndrome di usia dini (--'


Aku sangat menikmati proses belanja online. Again, not about the buying, but the process. Mulai dari so very excited lihat-lihat katalog, tanya-tanya barang, ngobrol dengan seller, nawar-nawar, menanti-nanti PM balasan seller, sampaiiii dengan puncaknya H2C nunggu barangnya datang. And when the package arrived, itulah saat antiklimaks di mana barang yang sudah kubeli pun tidak lagi semenarik waktu sebelum dibeli dan aku kembali mencari barang-barang buruan baru untuk memulai kesenangan itu dari awal. Sedikit-sedikit aku mulai bertransformasi dari seorang smart and very selective buyer menjadi crazy shopaholic yang selalu lapar mata, dari seorang yang bersikap hemat dan efisien menjadi pemboros yang sudah tidak peduli dengan nilai uang. (maklum, duitnya kan gak cari sendiri hehehe)

Sebenarnya banyak kecewanya juga sih blanja online itu. Seperti awal tulisan ini, terkadang ada seller yang begitu tinggi mematok harga sementara ketika barang sudah sampai.....aiiiih ini sih gak worthy banget sama duit segituu >.< Kadang kala bahan bajunya tipiiis banget dan kasar (ini mah harusnya gak nyampe 50 rebong!). Atau sepatunya gak bisa dipake coz bikin talinya gak sama panjang dengan solnya, alhasil musti pesen extension elastic ke tukang sepatu. Dikomplen halus pun gak ngrasa salah (atau emang gak paham kualitas barang?). Tapi kok gak kapok-kapok juga yah akunya. Brarti yang salah sapa dong? :p

Hingga a couple days ago...
Seorang teman cuap-cuap di Twitter tentang TBS sale. What?! TBS lagi sale?? Akhirnyaaa, sejak aku mengenal TBS, baru sekarang kabar sale-nya bisa nyampe kupingku. Dan oleh karena jin ifrit tukang shopping udah pewe ngendon numpang makan minum di dalam diriku, badan ini pun langsung panas dingin pengen cepet-cepet nyambangin konter TBS di Amplaz.


Finally, the day came!! My hubby akhirnya membawaku keluar kandang. Rupanya dia menangkap kegelisahan hati istrinya ini (ciehehehehe). And for the first time after the baby born day, I went hanging out for nothing but fun and refreshing, bukan buat imunisasi, ke dokter, cek lab, atau beli pisang di Indomaret.

I shopwindowed, I went in and out many stores, I touched clothes, shoes, checked the prices. Ngiler dot com lah ceritanya :D persis seperti ketika liat-liat katalog online, hanya bedanya, kali ini aku bisa menyentuh bendanya langsung, merasakan apakah aku menyukainya dan kemudian menentukan secara pasti "Do I need this?"

I won't talk much about TBS. The brand is a warranty for the excitement on holding the bottles, the enjoyment on smelling the scents, and finally the satisfaction on grabbing some for my personal posession. Puasss ;) Next after TBS, and this is the best part, I saw a store which sold so many cute clothes. Model-modelnya mirip sama baju-baju Korea di internet, even some of them were prettier. Harganya? Jauh di bawah OS-OS fashion impor yang pasang harga gila dan mengklaim bahwa their poducts are high quality. Kualitas barangnya? As pretty as it looks and worth every penny. Setelah melihat potensi hubungan baik antara aku dengan sebuah cute purple long dress dan mencobanya dikamar pas, yah selanjutnya sudah bisa ditebak :D Secara udah lama diriku mengidam-idamkan punya long dress sementara yang kubeli online selama ini mengecewakan terus. Hehe tapi cukup satu aja, coz malu ma hubby yang setia nungguin :"> (tar bisa-bisa dikira aku nih istri yang tukang ngabisin duit suami, meskipun sempet ada benernya juga sih :lol:)



Jujur, offline shopping hari ini membuat akal sehatku kembali ke tempatnya semula secara menakjubkan. Mataku pun kembali kenyang. Melihat-lihat baju-baju lucu di berbagai OS sama sekali tidak membuatku lapar. Visiting real shop lets you SURELY decide what you want and how worth it is to spend your money on it.

Offline shopping still rocks better, Ladies!! ^^

Shopaholic Is My Middle Name


Wiiiiiyyyy akhirnyaaaa......hari ini ke TBS juga \^0^/. Masih ditambah satu long dress yang so cuuute pulaaa. My beloved hubbyyyyyyyy, makasih yaaa :"> Sebetulnya masih banyak yang menarik hatiku untuk disamber masuk shopping bag. Tapi untunglah akal sehatku masih bertahan di tempatnya :p Jadii, cukup satu saja yang dibawa pulang :D

Friday, April 30, 2010

My Crazy Newest Wishlist

Hihihi...setelah berderet silly beauty n fashion wishlist, mulai dari mascara, body butter, parfum, lipstick hingga baju-baju impor akibat lapar mata hasil jadi pengangguran kelamaan, rasanya online shopping passion-ku smakin menggila. Aku baru saja menghabiskan jumlah yang lumayan untuk sebotol kecil DHC eyelash tonic yang direkomendasikan oleh forum-forum kecantikan ampuh untuk bikin tebal dan lentik bulu mata. Sinting! pikirku ketika selesai meng-OK proses transfer mobile banking. Lalu aku pun berjanji sungguh-sungguh dalam hati untuk menjadikan DHC ini yang terakhir untuk saat ini. Yah paling enggak, aku cuti dari lapar mata sampai 3 bulan ke depan.

Tapi...ya ampuun tiba-tiba saja aku mengiyakan tawaran sebuah olshop di FB bahwa sehelai dress impor cantik yang duluu pernah ku-comment sudah ready stock lagi. Habiis, nawarinnya via pm siih, kan aku ga enak (ngelesmode.com). Bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja aku iseng mengajukan harga buat lelang produk oriflame sebuah olshop di MP dan menang! Padahal aku tidak butuh GG eyespencil dan Lash Extreme Mascara itu. Benar-benar ya ampun...

Yang pasti sekarang aku harus benar-benar menarik tali kekangku erat-erat. Sebuah olshop beralamat indohemat.com tampaknya agak tidak beres. Barangku tidak jelas pengirimannya dan mereka menjanjikan refund yang sudah hampir seminggu belum juga mewujud di rekeningku. Aku kapok deh. Kapok! Kali ini harus libur blanja-blanji beneran! Tapi...eeh ternyata kok kapoknya kapok lombok. Tanpa sadar aku malah sudah mulai iseng lagi request katalog sepatu ready stock menggiurkan nan murmer sebuah olshop di MP padahal aku sama sekali sedang tidak butuh sepatu. Aduh, sudah deh. Aku tidak mau lihat katalog yang sudah dikirim via pm itu. Bisa-bisa aku tergiur ngetik komen di sebuah foto dan tahu-tahu sudah deal via sms. Lagipula, aku menyadari bahwa saat ini tampaknya aku sedang termimpi-mimpi membeli sesuatu. Aku mulai browsing gila-gilaan demi info di mana seller terpercaya rekomendasi semua orang untuk barang itu. Siang malam, benda itu memenuhi pikiranku terus-terusan. Tapi uh, aku harus bertahan, karena my newest wishlist ini benar-benar sinting dan soo useless also childish. Apa coba??

BARBIE LENS HYPERSIZE yang bikin mata terlihat besar dan blink-blink seharga 255 ribu!! >.<



Huhuu gak penting bangeet...aku gak akan beli! Tidak! Tapi...adakah seseorang tiba-tiba memberikannya sebagai hadiah? (lagi-lagi ngarepmode.com) :">

Tuesday, March 16, 2010

Review Korea-Koreaan: Original vs Replika [Part 1]

Akhirnya akhirnya akhirnya.....
Tulisan ini saya buat juga. Mememenuhi janji saya pada diri sendiri beberapa waktu yang lalu. Oke, oke, bukan beberapa waktu yang lalu melainkan janji yang sudah lamaaaaa bener :D Maklum, baru sempet. Menulis kan dibutuhkan pikiran yang tenang, mood yang oke, dan konsentrasi yang penuh. And my lil' boy has kept me away from those. Gak ngeles tapi kenyataan lhooo :)

Sunday, February 14, 2010

Anakku Sayang....



















Ikatan antara aku dan ayahmu memang hanya sekedar goresan tinta di atas secarik kertas.
Tapi ikatan antara kita berdua akan kekal terabadikan dalam tiap tetes darah yang mengalir di tubuh kita.
Bahkan ikatan itu insya ALLAH akan semakin bermakna ketika kematian memisahkan kita suatu hari nanti.
Maka, jadilah anak yang sholeh ya, Nak :)

[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...