Showing posts with label rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label rumah tangga. Show all posts

Sunday, March 10, 2024

Tips & Trik Menyimpan Cabe Supaya Awet Segar

Sebagai orang yang jarang nyambel dan jarang masak pedas gegara ada bocil yang lidahnya anti pedas, saya sering harus membuang cabe-cabe yang mengering di kulkas. Ya habis gimana, mau beli cabe sebiji dua biji kan ga mungkin. Ditambah penampakan cabe-cabe yang segar di warung sayur bikin imajinasi melayang, jadi ngebayangin mau masak ini masak itu. Alhasil belanja cabenya suka melebihi kebutuhan.


Cara menyimpan cabe supaya awet segar yang mau saya share di sini aslinya saya temukan secara gak sengaja. Jadi aslinya saya terbiasa menyimpan cabe secara ngasal. Setelah diambil sebuah dua buah, sisanya digeletakin di kulkas gitu aja, masih dalam kantong plastik yang merupakan wadah default dari tukang sayur. Kadang di rak atas, kadang di laci sayuran di bawah. Saya cenderung gak peduli karena toh dalam waktu sekian hari bakalan kering keriting atau malah mblenyek (lembek, mushy). Kesel sih, tapi mau gimana lagi.


Suatu ketika saya naruh kantong plastik isi cabe sisaan di rak paling dasar. Entah gimana, dia kedorong-dorong sampai mepet dinding kulkas belakang. Kebetulan kulkas saya sudah jelek, sering bocor dan menggenangi dasarnya. Rupanya air bocoran tadi masuk kantong cabe sampai penuh. Waktu itu saya pikir wah payah, mblenyek abis ini, jadi air asinan cabe πŸ˜… Ternyata salah. Justru cabenya terlihat utuh, segar, dan masih mlenuk-mlenuk. Dipegang juga masih keras. Saya coba potong, langsung mak kresss.... Crunchy. Bahkan menurut saya malah lebih fresh dibanding kalau baru beli dari tukang sayur.

Jadi muncul pertanyaan, jangan-jangan cabe kalau direndam dalam air malah jadi seger. Trus muncul ide. Kayanya bisa jadi eksperimen baru nih.


Gambar Before: Sempat masuk kulkas beberapa hari,
baru kepikiran untuk bikin tulisan ini


Saya pun beli cabe lagi dari tukang sayur. Berikutnya, cabe-cabe tersebut saya bagi jadi dua kelompok. Kelompok pertama saya simpan kering dalam toples tertutup. Kelompok ke dua saya rendam dalam air di toples tertutup juga. Setelah saya lupakan beberapa hari, waktunya ditengok kembali. Dan inilah hasilnya,



Gambar After


Ternyata bukan dilupakan beberapa hari,  sodara-sodara, melainkan hampir sebulan hahahahahhh πŸ˜… Baru nyadar waktu liat time stampnya. Foto before diambil bulan Juni, foto after diambil bulan Juli. OMG saya ternyata bisa nyimpen cabe selama itu di kulkas πŸ™ˆ

Tapi bisa kelihatan kan ya. Yang disimpan dalam keadaan kering hasilnya peyot semua. Yang direndam air masih seger-seger meski airnya udah agak butek. Beberapa memang jadi lepas tangkainya, tapi cabenya masih bagus.

Fixed, ternyata menyimpang cabe dengan cara direndam air efektif mengawetkan cabe hingga hitungan waktu berbulan-bulan. Kalian bisa coba deh. Asli saya seneng banget waktu nemu cara ini.


Meski demikian, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan kalau mau pakai cara ini:

1. Sebisa mungkin jangan merendam sampai bagian pangkal tangkai. Upayakan posisinya tegak sehingga bagian cabe yang menempel dengan tangkai tetap ada di atas air. Saya memperhatikan beberapa kali, cabe yang terendam semuanya akan terlepas tangkainya dan lama-lama jadi mushy (mblenyek). 

2. Apakah harus di toples tertutup? Karena saya mengupayakan poin no.1 di atas,  saya menyimpan dalam toples untuk membantu posisi cabe tetap tegak.

3. Merendam cabe dalam keadaan tegak sebetulnya optional. Kalau gak berniat menyimpan dalam waktu lama (apalagi yang lamanya kebangetan kaya saya 😁), merendamnya masih bisa bebas kok. Tangkai cabe gak akan terlepas dan cabe gak akan jadi mushy dalam waktu dekat. Kalau cuma beberapa hari masih relatif baik-baik aja. Tangkai lepas pun gak lantas langsung lembek. Masih ada waktu jeda sekian hari. 

Ini tangkainya udah lepas tapi cabenya masih bagus


4. Sepertinya cara ini juga bisa untuk menyimpan paprika di kulkas. Tapi saya baru nyobain sekali dan kurang lama untuk dibuktikan karena keburu dipakai masak. Saya suka pakai paprika untuk menciptakan sensasi aroma pedas (aroma cabe) pada masakan-masakan yang aslinya pedas, meski rasa makanannya gak pedas blas hahaha....



Beginilah penampakan penghuni tetap kulkas saya yang terbaru
Kalau ada yang tertarik dengan cara menyimpan
wortel supaya awet, bisa main ke sini.


Saturday, December 2, 2017

Resep: Simple Homemade Chicken Nugget (Serba Cemplang-Cemplung)

Lauk apa yang paling praktis untuk disajikan di piring anak-anak dan pasti bakal dimakan dengan riang gembira? Yes, nugget adalah salah satunya. Tapi kalau harus nyetok nugget kemasan tiap bulan kayanya kok jadi bikin berat nggorengnya ya. Semacam disayang-sayang gitu, secara harganya juga gak murah. Plus kadang saya agak-agak muncul rasa bersalah karena menghidangkan makanan yang pasti mengandung zat kimia tambahan untuk penyedap.

Akhirnya saya pilih bikin sendiri aja.  Rada repot di awal sih memang, tapi hari-hari berikutnya tinggal cemplang-cemplung sesuka hati aja ke wajan. Plus ada sedikit rasa bangga khas emak-emak yang masakannya dimakan dengan lahap oleh anak-anaknya xixixi.....

Bikin nugget ternyata gak susah-susah amat. Setelah beberapa kali bikin sambil nyontek resep, lama-lama jadi terbiasa. Sebetulnya cuman cemplang-cemplung aja bisa sih, tanpa perlu takaran khusus. Pada prinsipnya, saya biasanya hanya perlu bahan-bahan dasar berikut ini saja:
- daging ayam cincang kurleb 250an gr
- tempe kotak 1 bungkus (optional)
- oatmeal 1 sdm
- kecap saus tiram 2 sdm (optional)
- minyak wijen 1 sdm (optional)
- bawang bombay secukupnya, cincang halus
- merica 1 sdt, tumbuk halus
- garam secukupnya
- telur 1 btr

Bahan finishing:
- telur kocok 1 atau 2 btr (tergantung kebutuhan)  sebagai pencelup
- tepung roti/bread crumb sebagai pelapis

Alat:
- kukusan
- loyang yang muat masuk di kukusan

Cara membuat:
1. Campurkan semua bahan dasar jadi satu hingga lumat dan rata.
2. Lakukan cek rasa dengan menggoreng secuil adonan.
3. Kemudian adonan ditempatkan di dalam loyang yang sebelumnya sudah diolesi sedikit minyak goreng supaya nanti tidak lengket.
4. Dalam satu batch pengukusan, penempatan adonan dalam loyang jangan tebal-tebal agar matangnya merata.
5. Kukus hingga kurang lebih 30 menit.
6. Setelah matang, tunggu hingga uapnya habis, lalu potong-potong sesuai selera.
7. Siapkan bahan finishing
8. Celupkan tiap potongan nuget kukus ke dalam kocokan telur lalu gulirkan ke tepung roti/bread crumb
9. Susun dalam sebuah wadah dalam posisi berjejeran dan jangan bertumpukan.
10. Simpan di dalam freezer.

Tips:
- Menurut saya, bawang bombay dan merica adalah komponen bumbu yang paling bikin nendang rasanya. Saya biasanya agak royal untuk dua bahan ini.
- Kalau tidak ada bread crumb, bisa diganti dengan campuran biskuit asin dan cream crackers yang ditumbuk sendiri. Di sini kita bisa berkreasi sesuka hati. Saya malah pernah iseng mencampur dengan remukan potato chips karena stok bread crumb tinggal sedikit.
- Kocokan telur sebagai pencelup dapat diganti dengan alternatif lain yang lebih ekonomis yakni adonan tepung + air.
- Loyang dapat digantikan wadah apa saja yang ada, asalkan muat di kukusan, tahan panas, dan bukan plastik.

Selamat menyetok nugget bikinan sendiri

*gambar nyusul yaaa.. Hihihi*

Saturday, November 4, 2017

Tips Menyimpan Wortel Di Kulkas Agar Awet Segarnya

Suatu hari, saya dapat limpahan rejeki berupa sayuran organik segar dari seorang teman. Seumur-umur, saya baru kali ini pegang wortel yang masih berdaun lebat. Waktu masih ada di dalam kantong kresek, itu dedaunan yang menyembul keluar saya kira daun seledri. Tapi kok gak wangi ya. Jangan-jangan peterseli. Ehh pas ditarik keluar, taraaa..... Ada wortelnya ngahahahaha..


Wortel kalau kelamaan disimpan di dalam kulkas akan layu dan hilang kesegarannya. Batangnya akan gembuk (empuk), susah dikupas, dan teksturnya tidak renyah lagi. Maka dari itu, biasanya saya suka menyimpan wortel dalam keadaan matang lalu masuk freezer. Selain agar supaya awet, cara ini juga praktis. Setiap membuat masakan yang membutuhkan wortel, saya tinggal cemplang-cemplung saja. Tapi kali ini saya agak malas menggunakan cara itu. Hari sudah malam, anak-anak mulai merengek ngajak bobok, plus saya sebetulnya juga ngantuk banget. Menunggu wortel sampai matang dan relatif empuk kan lumayan makan waktu.

Sambil mengawasi para serdadu cilik beberes mainan menjelang tidur, saya sempatkan googling tips menyimpan wortel di dalam kulkas. Hasil pencarian merujuk pada tiga cara yang berbeda. Pertama, dibungkus kertas (selain kertas koran) tanpa dicuci. Cara ke dua, sama-sama dibungkus kertas tapi dalam keadaan sudah dicuci. Lalu cara yang ke tiga, direndam di dalam air dan diganti secara berkala apabila sudah keruh. Persamaan dari ketiganya adalah sama-sama mengharuskan menghilangkan bagian daunnya terlebih dahulu.

Aduh udah malem, ketemu tiga pilihan gini jadi galau. Dicoba semua aja deh. Toh wortelnya ada banyak. Dan setelah empat hari, inilah hasilnya:


1. Wortel yang disimpan tanpa dicuci. Warnanya paling kurang segar dibanding yang lainnya. Bagian luarnya paling kering sehingga perlu dikupas. Bahkan salah satunya sudah mulai agak gembuk.
2. Wortel yang disimpan dalam keadaan bersih.
Warnanya masih cukup oranye. Bagian luarnya sedikit mengering dan perlu dikupas. Kondisi dalamnya masih cukup keras dan renyah.
3. Wortel yang direndam dalam air.
Dapat dilihat, warnanya paling segar. Tidak ada yang mengering (yaiyalah, pan di dalam air). Tidak ada perubahan berarti pada kekerasan dan kerenyahannya.

Kesimpulan akhir, rupanya tips yang paling juara dalam mengawetkan wortel adalah cara yang ketiga. Menyimpan di dalam rendaman air bersih dapat mempertahankan kesegaran wortel cukup lama.

Sekian tips sederhana dari saya. Semoga bermanfaat dan silakan dicoba ^^

**Update setelah 16 hari (2 minggu):
Wortel yang di dalam air masih segar.
Wortel yang di kertas mulai agak gembuk.

Sekarang saya punya cara baru menyimpan wortel. Tinggal cuci lalu rendam dalam air dan masukin kulkas. Bisa belanja agak banyakan deh. Wortel akan awet relatif cukup lama, asal jangan lupa mengganti airnya jika sudah mulai agak keruh :)

[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...