Akhirnya akhirnya akhirnya.....
Tulisan ini saya buat juga. Mememenuhi janji saya pada diri sendiri beberapa waktu yang lalu. Oke, oke, bukan beberapa waktu yang lalu melainkan janji yang sudah lamaaaaa bener :D Maklum, baru sempet. Menulis kan dibutuhkan pikiran yang tenang, mood yang oke, dan konsentrasi yang penuh. And my lil' boy has kept me away from those. Gak ngeles tapi kenyataan lhooo :)
Tuesday, March 16, 2010
Sunday, February 14, 2010
Anakku Sayang....

Ikatan antara aku dan ayahmu memang hanya sekedar goresan tinta di atas secarik kertas.
Tapi ikatan antara kita berdua akan kekal terabadikan dalam tiap tetes darah yang mengalir di tubuh kita.
Bahkan ikatan itu insya ALLAH akan semakin bermakna ketika kematian memisahkan kita suatu hari nanti.
Maka, jadilah anak yang sholeh ya, Nak :)
Tapi ikatan antara kita berdua akan kekal terabadikan dalam tiap tetes darah yang mengalir di tubuh kita.
Bahkan ikatan itu insya ALLAH akan semakin bermakna ketika kematian memisahkan kita suatu hari nanti.
Maka, jadilah anak yang sholeh ya, Nak :)
Thursday, September 25, 2008
Self Questioner Hari Ini
1. PERASAAN KAMU SAAT INI?
.: bosan
2. 3 JAM YANG LALU KAMU DIMANA?
.: kosan, bersiap pergi kerja dengan santai, tak peduli udah jam 8 :p
3. SMS TERAKHIR DARI SIAPA?
.: embuh....emang ada sms yak?
4. ISINYA?
.: embuh
5. SMS TERAKHIR YANG KAMU KIRIM BUAT?
.: lali
6. ISINYA?
.: males banget nginget2nya
7. TERAKHIR KALI NG0BR0L DI SEK0LAH SAMA?
.: sekolah??? hare gene masih sekolah
8. APA YANG KAMU PIKIRKAN SEKARANG?
.: my unstable condition
9. GIMANA L0VELIFE KAMU?
.: so so
10. YANG LAGI KAMU KELUHKAN SAAT INI?
.: i got stuck with something invisible
11. ORANG TERAKHIR YANG NG0BR0L SAMA KAMU DITELF0N?
.: ibuwk
12. ORANG PERTAMA YANG NG0BR0L SAMA KAMU HARI INI?
.: tutun
13. APA YANG LAGI KAMU TUNGGU2?
.: dari kemaren sih excited nunggu liburan, tapi sekarang tau2 jadi garing
14. TERAKHIR KALI FOTO BARENG SIAPA?
.: sendirian, difoto mba yami
15. ADVICE TERAKHIR YANG KAMU TERIMA?
.: "ini form penilaiannya diisi ya, wit, jangan nyontek, kalo bingung, liat email"
16. SATU KATA YANG LAGI SERING KAMU UCAPKAN?
.: ya Allah..........
17. TERAKHIR KALI NGLUARIN DUIT UNTUK?
.: unimportant thing just for aimless self indulgement
18. LAGI PENGEN BANGET KETEMU SIAPA?
.: ibuwk, ayah, adek..........yg laen mah blakangan
19. KATA2 APA YANG ORANG UCAPKAN PADA KAMU DAN TERNGIANG DI PIKIRANMU?
.: entah..........semua kata2 cuma masuk aja ke telinga trus kampul2 di otak, ketoke isi sirahku ki mung banyu yo
20. APA YANG SEDANG INGIN KAMU TERIAKKAN?
.: ga pengen triak..............pengen nangis aja mep puas, mpe megap2, mpe capek, mpe ketiduran, mpe ada yang dateng menenangkan diriku dan membuatku tidak lagi ingin menangis.........
.: bosan
2. 3 JAM YANG LALU KAMU DIMANA?
.: kosan, bersiap pergi kerja dengan santai, tak peduli udah jam 8 :p
3. SMS TERAKHIR DARI SIAPA?
.: embuh....emang ada sms yak?
4. ISINYA?
.: embuh
5. SMS TERAKHIR YANG KAMU KIRIM BUAT?
.: lali
6. ISINYA?
.: males banget nginget2nya
7. TERAKHIR KALI NG0BR0L DI SEK0LAH SAMA?
.: sekolah??? hare gene masih sekolah
8. APA YANG KAMU PIKIRKAN SEKARANG?
.: my unstable condition
9. GIMANA L0VELIFE KAMU?
.: so so
10. YANG LAGI KAMU KELUHKAN SAAT INI?
.: i got stuck with something invisible
11. ORANG TERAKHIR YANG NG0BR0L SAMA KAMU DITELF0N?
.: ibuwk
12. ORANG PERTAMA YANG NG0BR0L SAMA KAMU HARI INI?
.: tutun
13. APA YANG LAGI KAMU TUNGGU2?
.: dari kemaren sih excited nunggu liburan, tapi sekarang tau2 jadi garing
14. TERAKHIR KALI FOTO BARENG SIAPA?
.: sendirian, difoto mba yami
15. ADVICE TERAKHIR YANG KAMU TERIMA?
.: "ini form penilaiannya diisi ya, wit, jangan nyontek, kalo bingung, liat email"
16. SATU KATA YANG LAGI SERING KAMU UCAPKAN?
.: ya Allah..........
17. TERAKHIR KALI NGLUARIN DUIT UNTUK?
.: unimportant thing just for aimless self indulgement
18. LAGI PENGEN BANGET KETEMU SIAPA?
.: ibuwk, ayah, adek..........yg laen mah blakangan
19. KATA2 APA YANG ORANG UCAPKAN PADA KAMU DAN TERNGIANG DI PIKIRANMU?
.: entah..........semua kata2 cuma masuk aja ke telinga trus kampul2 di otak, ketoke isi sirahku ki mung banyu yo
20. APA YANG SEDANG INGIN KAMU TERIAKKAN?
.: ga pengen triak..............pengen nangis aja mep puas, mpe megap2, mpe capek, mpe ketiduran, mpe ada yang dateng menenangkan diriku dan membuatku tidak lagi ingin menangis.........
Sunday, October 28, 2007
INTERMEZZO - ANGKOT SETAN
Katanya sih benar2 terjadi di daerah
Rawamangu n dan Kampung Melayu
dan daerah Bogor
HATI-HATI MUNGKIN SELANJUTNYA GILIRAN ANDA
ANGKOT SETAN
Kuran g lebih pukul 10 malam, Seorang
wanita tengah baya (nenek-nenek
untuk
lebih tepatnya), berumur sekitar 63
tahun sedang menuju pulang setelah
berbelanja buah-2an di toko buah di
daerah rawamangun, yang tidak jauh
dari rumahnya..
Sudah kurang lebih 20 menit sang nenek
menunggu angkot (mikrolet) yang biasa
dinaikinya pulang..tapi angkot yang
ditunggu tak kunjung tiba.
Memang biasanya angkot tersebut sudah
berhenti beroperasi pada pukul 21.30
paling malam, namun entah mengapa, sang
nenek merasa bahwa masih ada angkot yang
akan membawanya pulang...
Setelah 35 menit
menunggu.. akhirnya benar, angkot yang
ditunggu sang nenek muncul. Hal yang tidak biasa
terjadi... Lalu naiklah sang nenek ke
dalam angkot yang berisi 3 orang.. 1
orang supir dan 2 orang penumpang lain
yang kedua-2nya adalah seorang wanita
cantik, berambut panjang, dengan pakaian
pesta berwarna putih (broken white
tepatnya). .
Sang nenek sempat berpikir..."aneh
sekali....dua orang wanita cantik
berpakaian pesta warna putih, pada malam
hari begini naik angkot" Tapi
sang nenek tidak mau meneruskan apa yang
ada di pikirannya, walaupun bulu
kuduknya sudah mulai berdiri. Terjadilah
suasana yang dingin, hening tanpa suara
pada angkot tersebut. Sang supir-pun
hanya menyupir tanpa menengok atau
mengeluarka n suara sedikitpun...cara
menyupirnya pun cenderung kasar, dan
ngebut-ngebutan...
Tak sabar sang nenek untuk tiba di
daerah rumahnya...sampai akhirnya,
Sang nenek tiba di jembatan biasa tempat
ia turun. setelah menyiapkan
selembar uang Rp. 10 ribu-an (karena
memang tinggal satu lembar uang 10
ribuan yang dia punya) untuk membayar
angkot, Sang nenek lalu memberhentikan
angkot tersebut
"Bang...kiri, bang.."
Sang supir langsung memberhentikan
angkotnya dengan rem mendadak tanpa
bersuara..
Lalu sang nenek turun, dan menyerahkan
lembaran uang Rp. 10 ribu
terakhirnya melalui jendela pintu depan
angkot...sambil menunggu
kembalian ongkosnya..
Tapi ternyata..........Sang Supir langsung menginjak gas dan
meninggalkan nenek tersebut tanpa
mengembalikan uang sang nenek...
Ne ne k itu berteriak..."DASAR ANGKOT
SETAAAAAA A AANNNNNNN....!!!!!!! !!!!!!!"
Rawamangu n dan Kampung Melayu
dan daerah Bogor
HATI-HATI MUNGKIN SELANJUTNYA GILIRAN ANDA
ANGKOT SETAN
Kuran g lebih pukul 10 malam, Seorang
wanita tengah baya (nenek-nenek
untuk
lebih tepatnya), berumur sekitar 63
tahun sedang menuju pulang setelah
berbelanja buah-2an di toko buah di
daerah rawamangun, yang tidak jauh
dari rumahnya..
Sudah kurang lebih 20 menit sang nenek
menunggu angkot (mikrolet) yang biasa
dinaikinya pulang..tapi angkot yang
ditunggu tak kunjung tiba.
Memang biasanya angkot tersebut sudah
berhenti beroperasi pada pukul 21.30
paling malam, namun entah mengapa, sang
nenek merasa bahwa masih ada angkot yang
akan membawanya pulang...
Setelah 35 menit
menunggu.. akhirnya benar, angkot yang
ditunggu sang nenek muncul. Hal yang tidak biasa
terjadi... Lalu naiklah sang nenek ke
dalam angkot yang berisi 3 orang.. 1
orang supir dan 2 orang penumpang lain
yang kedua-2nya adalah seorang wanita
cantik, berambut panjang, dengan pakaian
pesta berwarna putih (broken white
tepatnya). .
Sang nenek sempat berpikir..."aneh
sekali....dua orang wanita cantik
berpakaian pesta warna putih, pada malam
hari begini naik angkot" Tapi
sang nenek tidak mau meneruskan apa yang
ada di pikirannya, walaupun bulu
kuduknya sudah mulai berdiri. Terjadilah
suasana yang dingin, hening tanpa suara
pada angkot tersebut. Sang supir-pun
hanya menyupir tanpa menengok atau
mengeluarka n suara sedikitpun...cara
menyupirnya pun cenderung kasar, dan
ngebut-ngebutan...
Tak sabar sang nenek untuk tiba di
daerah rumahnya...sampai akhirnya,
Sang nenek tiba di jembatan biasa tempat
ia turun. setelah menyiapkan
selembar uang Rp. 10 ribu-an (karena
memang tinggal satu lembar uang 10
ribuan yang dia punya) untuk membayar
angkot, Sang nenek lalu memberhentikan
angkot tersebut
"Bang...kiri, bang.."
Sang supir langsung memberhentikan
angkotnya dengan rem mendadak tanpa
bersuara..
Lalu sang nenek turun, dan menyerahkan
lembaran uang Rp. 10 ribu
terakhirnya melalui jendela pintu depan
angkot...sambil menunggu
kembalian ongkosnya..
Tapi ternyata..........Sang Supir langsung menginjak gas dan
meninggalkan nenek tersebut tanpa
mengembalikan uang sang nenek...
Ne ne k itu berteriak..."DASAR ANGKOT
SETAAAAAA A AANNNNNNN....!!!!!!! !!!!!!!"
Tuesday, April 10, 2007
Tuku Endog
(.........oleh karena asal cerita di bawah ini adalah Malang, Jawa Timur, so maap klo ada yang ngrasa terlalu kasar...but it's just a joke afterall :D)
Isuk-isuk Paitun Gundhul tuku endog ndik pasar gede.
Paitun : Mas, endoge sak kilo piro?
Sing Dodol : Ndog pitik opo ndog bebek, Mbak?
Paitun : Ndog pitik....
Sing Dodol : Ngg... ndog pitik biasa opo ayam kampung?
Paitun : Pitik biasa.
Sing Dodol : Sing lokal opo sing import?
Paitun : Sing lokal ae...
Sing Dodol : Lokal-e tekok Suroboyo, Pandaan, Pasuruan, opo Malang?
Paitun : Yo Malang ae lah.
(ketok'e wis molai njae.........)
Sing Dodol : Malang-e Dinoyo, mBlimbing, Mergan, Klojen, Mergosono, tah Kedungkandang?
Paitun : Mas, Sampeyan iku dodol endog opo kate kluyuran se?
Sing Dodol : Hehehe... sepurone lho, Mbak....Aku iki sakjane sing dodol tempe ndik sebelah iki. Sing dodol endog ngising...Lha aku dikongkon ngajak ngobrol sing kate tuku endog sampek areke teko.
Isuk-isuk Paitun Gundhul tuku endog ndik pasar gede.
Paitun : Mas, endoge sak kilo piro?
Sing Dodol : Ndog pitik opo ndog bebek, Mbak?
Paitun : Ndog pitik....
Sing Dodol : Ngg... ndog pitik biasa opo ayam kampung?
Paitun : Pitik biasa.
Sing Dodol : Sing lokal opo sing import?
Paitun : Sing lokal ae...
Sing Dodol : Lokal-e tekok Suroboyo, Pandaan, Pasuruan, opo Malang?
Paitun : Yo Malang ae lah.
(ketok'e wis molai njae.........)
Sing Dodol : Malang-e Dinoyo, mBlimbing, Mergan, Klojen, Mergosono, tah Kedungkandang?
Paitun : Mas, Sampeyan iku dodol endog opo kate kluyuran se?
Sing Dodol : Hehehe... sepurone lho, Mbak....Aku iki sakjane sing dodol tempe ndik sebelah iki. Sing dodol endog ngising...Lha aku dikongkon ngajak ngobrol sing kate tuku endog sampek areke teko.
Friday, February 23, 2007
Just For Killing My Boring Minutes in This Boring Day
+ What day?
> Friday
+ Do u Love monday?
> Klo ada kerjaan, yes I do........^^
+ Lg apa siy?
> Nebeng ngeNet \:D/
+ Suka nongkrong g?
> Yo i \:D/
+ Hal yg ngebetein hari ini?
> Ga ada kerjaan trus kepikiran nasib
entar malem....[-O<
+ Hal yg nyenengin hari ini?
> Hmm ga ada :(..eh mgkn lom aja sih,
coz hari masih pagi sih
+ Smlm bobo dmn?
> Di ruma lah, masa kolong jembatan? :p
+ Kangen seseorang g?
> Humm....kayanya :">
+ Want something?
> Always
+ Status loe?
> Single
+ Suka ML g?
> Walah....
+ Hal yg buat loe sedih?
> Dicuekin temen :-<
+ Hal yg buat loe seneng?
> Hanging out w/ nice friends...:)
+ Doyan makan g?
> Banget:p
+ Suka nntn d 21?
> WOW!!Best thing to do on the earth ;;)
+ Nntn yg plg berkesan ma elo?
> Disney's cartoons
+ Kok mesti mendadak dangdut?
> Hah? kok ga nyambung
+ Ngerasa nyakitin hati orang?
> Ho oh jhe....
+ Ngerasa bersalah?
> Ho oh banget..
+ Kok nyakitin org mulu?
> Wakz...biz ga nyadar jhe, ga
sengaja..maap yaa ^:)^
+ Lagu yg sering loe dengerin akhir2
ini?
> Lagu wajib....:P sebenernya dah lama
ga dengerin lagu ding
+ Btw bout Inul, kok inul goyangnya bs
ngebor yak??
> Hmm..kemarin dia bilang ke gw gini
"Rahasiaaa.." :p
+ Kok rhoma irama sirik ma inul?
> Mo sirik ke gw ga kuat katanya :D
+ Knp lirik lagu "putri panggung" ada
salam smuanya buat mas Joko?
> Coz smua penontonnya namanya Joko :))
+ Knp klo nyawer harus di (maap ni yee)
payudara?
> Mana gw tau...[-X
+ Hal terbodoh yg loe lakuin hari ini?
> Syukurlah lom ada n semoga jangan ada
+ Next plan?
> Ngontak temen
+ Yg mau elo blg ma yg baca bulbo ni?
> Well, it's nuts but worth filling..:D
(emoticon source: Yahoo Messenger)
+ What day?
> Friday
+ Do u Love monday?
> Klo ada kerjaan, yes I do........^^
+ Lg apa siy?
> Nebeng ngeNet \:D/
+ Suka nongkrong g?
> Yo i \:D/
+ Hal yg ngebetein hari ini?
> Ga ada kerjaan trus kepikiran nasib
entar malem....[-O<
+ Hal yg nyenengin hari ini?
> Hmm ga ada :(..eh mgkn lom aja sih,
coz hari masih pagi sih
+ Smlm bobo dmn?
> Di ruma lah, masa kolong jembatan? :p
+ Kangen seseorang g?
> Humm....kayanya :">
+ Want something?
> Always
+ Status loe?
> Single
+ Suka ML g?
> Walah....
+ Hal yg buat loe sedih?
> Dicuekin temen :-<
+ Hal yg buat loe seneng?
> Hanging out w/ nice friends...:)
+ Doyan makan g?
> Banget:p
+ Suka nntn d 21?
> WOW!!Best thing to do on the earth ;;)
+ Nntn yg plg berkesan ma elo?
> Disney's cartoons
+ Kok mesti mendadak dangdut?
> Hah? kok ga nyambung
+ Ngerasa nyakitin hati orang?
> Ho oh jhe....
+ Ngerasa bersalah?
> Ho oh banget..
+ Kok nyakitin org mulu?
> Wakz...biz ga nyadar jhe, ga
sengaja..maap yaa ^:)^
+ Lagu yg sering loe dengerin akhir2
ini?
> Lagu wajib....:P sebenernya dah lama
ga dengerin lagu ding
+ Btw bout Inul, kok inul goyangnya bs
ngebor yak??
> Hmm..kemarin dia bilang ke gw gini
"Rahasiaaa.." :p
+ Kok rhoma irama sirik ma inul?
> Mo sirik ke gw ga kuat katanya :D
+ Knp lirik lagu "putri panggung" ada
salam smuanya buat mas Joko?
> Coz smua penontonnya namanya Joko :))
+ Knp klo nyawer harus di (maap ni yee)
payudara?
> Mana gw tau...[-X
+ Hal terbodoh yg loe lakuin hari ini?
> Syukurlah lom ada n semoga jangan ada
+ Next plan?
> Ngontak temen
+ Yg mau elo blg ma yg baca bulbo ni?
> Well, it's nuts but worth filling..:D
(emoticon source: Yahoo Messenger)
Tuesday, February 20, 2007
Kisah Yu Timah (Taken from Republika Daily News)
Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT)yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri.Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan miliksendiri.Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. JadilahYu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelahremaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidaklaku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami.Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka iaberjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Diabiayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anakpetani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf.Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu.Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas.Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah. ''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil. ''O,tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.Bagaimana bila Senin?''''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''''Mau ambil berapa?'' tanya saya.''Enam ratus ribu, Pak.''''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkanwajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada.Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membelikambing kurban?''''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga relam engurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watakorangnya.Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamusudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga.Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.
Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT)yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri.Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan miliksendiri.Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. JadilahYu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelahremaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidaklaku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami.Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka iaberjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Diabiayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anakpetani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf.Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu.Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas.Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah. ''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil. ''O,tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.Bagaimana bila Senin?''''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''''Mau ambil berapa?'' tanya saya.''Enam ratus ribu, Pak.''''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkanwajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada.Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membelikambing kurban?''''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga relam engurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watakorangnya.Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamusudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga.Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.
Subscribe to:
Posts (Atom)
[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX
Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...
-
Jangan lupa cek Part 1 juga ya. Ada rumus buat dapetin warna abu-abu lho ππ <<< Part 1 - Mengapa Harus Bleaching? Kata kunc...
-
Note: Review khusus buat reader cewek π Reader cowok bisa main ke updated review di bawah siniπ ** (UPDATE - review lanjutan + Before-Af...
-
Dunia persilatan skincare saya berubah sejak mengenal AHA exfoliation. The very first AHA product yang saya coba adalah Paula's Choice...