Tuesday, January 1, 2019

Quick Review With Swatches: Pond's Instabright Tone Up Milk Cream


Pas liat iklan krim tone up ini di TV, saya langsung penasaran. Apa iya beneran akhirnya ada krim yang bisa bikin cerah instan seketika begitu, secara selama ini saya biasanya bisa memperoleh efek sejenis hanya dari sunblok saya yang merk Ristra dan Wardah. Akhirnya setelah maju mundur tiap liat di Indomaret deket rumah, suatu ketika comot aja deh. Ukuran kecil aja dulu yang seharga Rp 21.000,00. Namanya juga nyobain.


Ingredients:
Water, Niacinamide, Titanium Dioxide, Dimethicone, Stearic Acid, Isohexadecane, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Butylene Glycol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Sodium Acrylate/Sodium Acroyldimethil Taurate Copolymer, Cetyl Alcohol, Phenoxyethanol, Potassium Cetyl Phospate, Perfume, Polysorbate 80, Alumunium Hydroxide, Sodium Ascorbyl Phospate, Sorbitan Oleate, Disodium EDTA, Pyridoxine HCl, PEG-4 Dilaurate, PEG-4 Laurate, Hydrolyzed Milk Protein, Hydroxystearic Acid, Iodopropynyl Butylcarbamate, PEG-4, BHT, Palmitic Acid, Arachidic Acid

Saya tidak akan banyak membahas mengenai kandungannya ya. Melihat Niacinamide sebagai komponen utama dan banyaknya komponen yang berfungsi sebagai sunscren, mungkin produk ini bisa dianggap sebagai tinted day cream. Saya sih gak terlalu berharap apa-apa karena selama ini Niacinamide gak begitu di kulit saya. Hanya saja ada sedikit hal yang mungkin bisa menjadi catatan. Ketika saya coba copas list di atas ke web COSDNA, ternyata ada cukup banyak komponen yang mendapat skor kurang baik dalam hal keamanan pemakaian jangka panjang.


Cara Aplikasi
"Gunakan krim seujung jari dan ratakan pada wajah dan leher..."
Sungguh ini adalah petunjuk yang menyesatkan. Pertama nyobain, saya kan patuh dong ya sama instruksinya. Eh seujung jari itu ternyata cuma cukup buat sebelah pipi aja. Setelah seujung jari dikalikan sekian, barulah akhirnya satu muka kebagian semua. Dan hasilnya gak bagus, keliatan cemong-cemong gak rata. Soalnya produknya ngeset di kulit dengan cepat, langsung kering gitu, gak bisa diblend lagi.

Percobaan ke dua, masih dengan cara yang sama yakni seujung jari dikalikan sekian tapi kali ini wajah dilembabkan dulu dengan moisturizer. Saya sempat mengira krim ini sebelumnya susah diblend karena mungkin kulit saya kurang lembab. Tapi ternyata hasilnya sama aja, tetep cemong-cemong. Jadi males deh. Dan krim ini pun sempat nganggur di atas lemari.

Saya sempat nyoba satu cara lagi yakni masih dengan produk seujung jari tapi lalu di totol-totolkan ke beberapa area wajah kemudian diblend, ala Maudy Ayunda di TV gitu. Hasilnya lumayan rata, tapi hasilnya sheer banget, gak mengcover noda apapun di wajah. Agak greyish, lebih mirip seperti pakai bedak yang warnanya lebih terang dari warna kulit.

Percobaan ke tiga, saya ganti metode. Kali ini saya agak royal. Pakainya langsung banyak kemudian diblend dengan cepat sampai rata seluruh wajah. Ternyata ini cara yang paling cocok buat saya. Hasilnya rata dan gak ada lagi cemong-cemong.

The Finish Look
Hasil finishing tone up cream ini powdery semi matte. Jadi kalau dilihat biasa, terlihat matte. Tapi kalau wajah tertimpa cahaya akan terlihat sedikit glow di area tulang pipi. Lumayan nutup noda-noda juga dan surprisingly menyamarkan pori-pori maupun komedo sehingga kulit terlihat flawless. Krim ini juga ngeblend banget di kulit, ringan gak berasa lengket atau gimana-gimana. Kalau disentuh rasanya ya kulit tapi halus. It's like skin but better. 

Tone Up Result
Efek instabright dan tone upnya gimana?
Nah ini yang saya kurang suka. Awalnya udah agak pesimis juga waktu liat warna krimnya putih susu begitu. Dan begitu diaplikasikan ke muka, warnanya gak bisa ngeblend sama sekali dengan warna kulit. FYI, brightness level kulit wajah saya adalah medium, sekitar NC30 di MAC. Krim tone up ini kalau dipakai hanya seujung jari, hasilnya greyish seperti orang pakai bedak keputihan. Kalau pakainya agak banyakan, warna kulit jadi rata dan flawless tapi ya itu tadi: putih. Nah pada suatu kesempatan sewaktu pulang liburan, kulit wajah saya menggelap karena gak pernah pakai tabir surya akibat lupa bawa (dan males beli *ditendang*). Iseng pakai krim tone up, hasilnya doengggg putih keabu-abuan! Asli jelek banget, berasa muka ini kaya ondel-ondel *pingin nangis*. Lalu coba saya ratakan sampai ke leher dan dada dengan maksud supaya gak terlihat belang. Eh ternyata pas di bagian leher dan dada tadi krimnya gak merubah warna seperti halnya di wajah. Kebetulan saya kesehariannya pakai jilbab jadi kulit tubuh cenderung lebih terang ketimbang wajah, mungkin sekitar NC20-25. Apalagi ditambah habis liburan wajahnya gak ditemplokin tabir surya sama sekali, jadilah timpang banget gelap terangnya. 

Swatches

Swatch tangan  1
Kiri before - kanan after
FYI, tangan saya setingkat lebih terang dari wajah

Swatch tangan  2
Kiri pakai krim
Kanan bare hand

Swatch tangan 3
Setelah dipakai nyuci piring dan dan alat-alat masak
secara hardcore. Masih stay in place,
gak ilang

Swatch wajah
Terlihat bedanya antara wajah yang pakai krim
dengan leher yang gak pakai apa-apa



Dari gambar-gambar di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa tone up krim dari Pond's bikin kulit tidak hanya jadi sekedar cerah tapi juga putih dan sifatnya waterproof. Dipakai buat wudhu, asal gak diusek-usek dengan brutal, gak bakal luntur atau meleleh dan masih anteng nangkring di tempatnya. Setelah dipakai wudhu ke dua atau ke tiga kalinya baru mulai keliatan memudar. Tapi memudarnya tetep sopan, bukan yang meleleh lumer bikin cemong gitu. Cuci muka pakai sabun bisa memudarkan tapi tidak maksimal, masih tersisa di beberapa tempat. Ini artinya perlu make up remover untuk membersihkan sampai betul-betul bersih tuntas, gak cukup cuma cuci muka biasa. Kalau saya sih biasanya pakai cleansing oil.

Kemampuan nahan minyaknya gimana? Nah kalau ini mohon maaf, kebetulan tipe kulit saya normal jadi no comment deh. Dipakai beberapa jam di dalam ruangan awet aja, gak oxidize atau menggelap.  Tapi emang belum nyobain dipakai panas-panasan sih. Gak pede keluar rumah dalam keadaan muka putih haha... 

Final verdict
Produk ini sebetulnya cukup bagus dari segi tekstur dan hasil finishingnya yang like skin but better, plus waterproof. Tapi untuk masalah warna, sepertinya lebih cocok untuk yang kulitnya medium to light. Anything darker semacam sawo matang, hasilnya bakal abu-abu. Buat saya, yaa lumayan lah buat kalau kepepet, asal muka pas gak lagi menggelap aja. Jangan lupa aplikasikan ke bagian tubuh yang lain seperti leher dan juga termasuk tangan supaya gak belang. Lucu aja kalau muka putih tapi tangan kuning. But definitely not going to repurchase. Saya balik mengandalkan sunblok andalan semula aja deh, yang lebih bisa bikin cerah tanpa perlu kuatir greyish...

No comments:

Post a Comment

[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...