Tuesday, October 18, 2016

Krim Dokter Kecantikan Bikin Ketergantungan?

Begitulah pemahaman yang diyakini oleh banyak orang. Yang sudah membuktikan juga banyak. Begitu lepas dari krim dokter terus jadi kusam, jerawatan, dan berbagai kondisi memburuk lainnya. Bahkan sebuah forum online yang sangat populer di kalangan wanita pun punya thread yang khusus membahas tentang upaya melepaskan diri dari krim dokter. Kalau baca-baca di situ, dijamin bakal ngerasa horor deh untuk nyoba-nyoba ke klinik kecantikan. Ditambah horor juga kalo mau ikut nimbrung, secara rulesnya di sana ketat banget dan moderatornya galak, suka nyunat postingan sambil negur pake bahasa Inggris. Berasa gimana gitu di hati, meski cuman dunia maya. Kadang membernya pun gak kalah jutek. Mending jadi silent reader aja deh. Lhoo kok jadi malah curcol :p


Ada satu pernyataan yang sejak awal saya dengar, saya merasa agak aneh. Jadi ada beberapa opini yang meyakini bahwa krim dokter itu menahan jerawat supaya muka bisa mulus terus kaya jalan aspal hot mix. Nah jadi, setelah gak pake krim tersebut, jerawat dan racun pada keluar semua bak kuda lepas dari kandangnya. *tolong abaikan pemakaian peribahasa yang kurang pada tempatnya ini* Pertanyaan saya, lalu jerawat itu pada ngumpet di mana selama pakai krim dokter? Kalau memang jerawat ditahan-tahan di dalam, apa mukanya gak seharusnya jadi tebel banget karena nyimpen gundukan-gundukan yang gak boleh keluar? Nyatanya malah pada mulus kinclong. Atau mungkin racunnya malah pindah ke bagian tubuh lainnya?


Jadi, benarkah krim dokter menyebabkan ketergantungan?
Arti Kata Ketergantungan menurut KBBI:
Ketergantungan: ke.ter.gan.tung.an
Nomina (kata benda)
(1) hal (perbuatan) tergantung;
(2) Istilah psikologi perihal hubungan sosial seseorang yang tergantung kepada orang lain atau masyarakat;
(3) [Dik]keadaan seseorang yang belum dapat memikul tanggung jawabnya sendiri

Mari kita analogikan dengan pasta gigi. Kita setiap hari menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi secara maksimal. Setelah menyikat gigi dengan pasta gigi, gigi kita terasa bersih, kesat, dan aroma mulut terasa segar. Bandingkan jika suatu ketika kita berhenti menggunakan pasta gigi, jadi menyikat gigi hanya dengan sikat gigi dan air. Kira-kira apa yang terjadi? Akankah kondisi kebersihan mulut dan gigi kita masih tetap sama segar dan harumnya seperti waktu masih memakai pasta gigi? Apakah artinya pasta gigi menyebabkan ketergantungan? Jawabannya bisa iya dan tidak. Selama kita merasa dunia tak lagi sama tanpa pasta gigi, bisa jadi kita sudah mengalami ketergantungan pada pasta gigi.

Balik lagi ke masalah krim dokter.
Orang-orang yang cocok memakai krim dokter biasanya wajahnya cerah mulus cling banget, sampai-sampai lalat aja bisa kepleset kalau mendarat di situ *haha lebay*. Alami gak sih ada kulit kok bisa seperti itu? Padahal sesehat-sehatnya kulit bayi dan balita sekalipun gak semua semulus itu. Memang lembab, halus, dan kencang. Tapi selain itu, terkadang ada very little imperfections. Coba deh sesekali amati muka bayi dari dekat. Yang mahmud, bisa mengamati bayinya sendiri. Yang belum punya bayi sendiri, mungkin bisa coba pinjem bayinya tetangga.

Saya sejak beberapa tahun yang lalu berjuang berusaha menyingkirkan dark circle plus wrinkles di bawah mata. Saya pikir itu akibat kebiasaan begadang selama jaman kuliah. Maka mulai dari menyaur utang tidur, banyak-banyak minum air putih, sampai dengan pakai krim mata ini itu, semua dicoba dan gak ada yang ngefek. Malahan setelah beberapa hari nyoba rajin pakai collagen mask yang ditempel di bawah mata itu, sebagian kecil area kulit yang ditempeli jadi muncul tonjolan aneh plus sebercak noda gelap. Sampai suatu ketika, setelah mengamati tumbuh kembang dua balita saya, baru saya sadar bahwa wrinkles bawah mata yang saya miliki ini bisa jadi merupakan genetis. Kok berkesimpulan begitu? Masalahnya si balita berdua ini sejak masih bayi usia bulanan udah punya wrinkles samar. Kalau sudah genetis begini, satu-satunya cara adalah dengan tindakan estetis medis, dan jujur saya ogah. Makasih. Mending kuterima saja takdir hidupku inihh..... *nyanyi*


Apa sebetulnya yang dilakukan krim dokter?
Memenuhi kebutuhan pasien akan kondisi kulit ideal yang diinginkan. Pasien mau wajahnya bebas jerawat, oke. Pasien mau wajahnya putih, oke. Pasien mau pori-porinya kencang dan rapat, oke. Kita beruntung hidup di jaman di mana puluhan ribu riset ilmiah telah dilakukan terhadap berbagai jenis zat kimia dan kegunaannya dalam kehidupan. You just name it.

Dari pengamatan sederhana yang saya lakukan dari hasil menyimak forum-forum kecantikan dan blogwalking, saya menarik kesimpulan bahwa umumnya orang Indonesia itu maunya wajah bersih, glowing, bebas jerawat, kencang, awet muda, cerah, dan putih *siapa yang gak mau seperti itu, saya juga mau hehe*. Padahal, sesuai dengan sifat alami tubuh kita, kulit juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Gak mungkin berada dalam kondisi ideal terus-menerus. Bayi juga lama-lama tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa. Kulitnya juga mengikuti, gak mungkin muda terus kaya waktu masih bayi. Nah di sinilah krim dokter mengambil perannya, yakni melakukan intervensi terhadap cara kerja kulit.


Jadi, apa saja isi krim racikan dokter?
Obat. Ya, obat. Secara teknis, isi krim racikan adalah sejumlah zat kimia aktif yang melawan sifat alamiah tubuh, dalam hal ini kulit, demi mencapai target tertentu. Jika zat-zat tersebut digunakan dengan cara yang tidak sesuai prosedur, bisa membahayakan. Bahkan sesuai prosedur sekalipun masih memiliki potensi menimbulkan efek samping. Mirip banget dengan karakter obat kan? Untuk memenuhi kebutuhan yang saya sebutkan di atas, krim dokter mengandung setidaknya beberapa zat aktif yang sifatnya antara lain sebagai berikut:
1. Keratolitik
Zat jenis ini berfungsi mengikis sel-sel kulit paling luar dalam rangka memperpendek siklus pergantian sel sehingga kulit yang tampil ke permukaan selalu baru. Lapisan kulit baru ini memang terlihat lebih cerah dan lebih licin. Gampangnya, kita bayangkan saja kulit baru yang terlihat jika kulit kita luka sampai terkelupas. Efek sampingnya, kulit yang muda cenderung lebih tipis, sensitif dan photosensitive atau rentan terhadap sinar matahari yang mana mengandung UV. Efek samping lainnya, pergantian sel kulit yang sangat cepat kadang pada awalnya belum sanggup diantisipasi oleh sel kulit di atasnya sehingga menimbulkan peradangan dan penyumbatan pori-pori. Inilah yang biasa dikenal dengan proses purging.
Kalau ada yang ngebet banget sama hasil yang luar biasa, dokternya sanggup aja kok nurutin. Saya pernah baca curhatan dokter spkk dari sebuah institusi klinik kecantikan besar di Indonesia. Dalam sebuah sesi konsultasi, pasiennya diwanti-wanti untuk melindungi wajahnya secara serius nanti kalau sudah mendapat treatment. Saking seriusnya, sampai diminta berkomitmen untuk gak masak-masak dulu di dapur dalam kurun waktu tertentu. Tapi pasiennya gak mau hehe.... Harga sebuah kecantikan bisa lebih mahal dari nominal uang ya. Apa gunanya kulit cantik tapi gak bisa ngapa-ngapain? Beauty doesn't worth the pain for some extent.
**Lebih jauh tentang keratolitik:
Di sini
Di sini
Di sini

2. Antibiotik
Pernah gak, kebayang bahwa sebetulnya ada makhluk yang numpang hidup di kulit wajah kita ini? Adalah bakteri bernama Propionibacterium acnes (P. acnes) yang keluyuran nginjek-injek muka kita seenaknya tanpa permisi. Yaa mungkin mereka sudah kulo nuwun, tapi kitanya gak paham *abaikan* *dibuang*
Normalnya, si bakteri ini gak merugikan apa-apa sih. Masalah baru akan muncul kalau pori-pori tersumbat. Si P. Acnes akan berkumpul, berpesta pora, berkembang biak, mengeluarkan enzim, dan menyebabkan inflamasi. Kondisi tersebut menyebabkan hal yang umum kita kenal sebagai jerawat. Di sinilah antibiotik mengambil peran. Zat antibioik ini akan membasmi makhluk-makhluk mikroskopis yang berpotensi memunculkan gangguan jerawat tadi. Kasian gak sih, makhluk-makhluk mungil tadi dimusnahkan demi keegoisan kita pingin punya wajah cantik? *enggak*
**Lebih jauh tentang antibiotik dan bakteri penyebab jerawat:
Di sini
Di sini
Di sini

3. Penghambat pembentukan pigmen
Kepingin putih padahal secara genetis gak putih? Kalau lihat emak bapaknya pada cokelat kekuningan, harusnya keinginan di atas adalah hal yang mustahil, kecuali ternyata dia anak tetangga. Tapi berkat riset para ilmuwan *thanks to science*, untuk menjadi putih tidak lagi diperlukan mukjizat sihir ibu peri baik hati.
Aktor utama yang muncul sebagai gelap-terangnya kulit kita adalah pigmen. Bekas jerawat yang menghitam maupun dark spots tanda-tanda penuaan juga merupakan pigmen, sehingga dikenal dengan istilah hiperpigmentasi. Nah kalau sudah ketemu biangnya gini jadi gampang kan. Hambat aja si penghasil pigmen supaya gak bisa bekerja. Dicegat kek, disekap kek, diborgol kek *abaikan*.
Zat-zat aktif yang dapat menghambat pembentukan pigmen ada bermacam-macam. Beberapa di antaranya sering kita dengar seperti kojic acid, arbutin, azelaic acid, ekstrak mullberry, vitamin C, dan hydroquinone. Yang saya sebut terakhir ini dikenal sangat ampuh dalam mengatasi pigmentasi. Cara kerjanya adalah menghambat kerja hormon, tokoh di belakang layar yang bertanggung jawab pada pembentukan pigmen.


Bukankah hydroquinone berbahaya? Iya, jika digunakan melebihi ambang batas keamanan yang ditentukan. Jika masih dalam kisaran 2-5%, dikategorikan cukup aman untuk pemakaian harian. Lebih dari itu, harus di bawah pengawasan super ketat dari ahlinya. Namun meski ada ambang batas aman sekalipun seperti yang disebutkan di atas, pemakaian hydroquinone harian sebaiknya dibatasi sampai tiga atau empat bulan. Kemudian libur dulu selama dua minggu, baru kemudian bisa diteruskan lagi.
Zat anti pigmentasi ini akan bekerja secara maksimal apabila dibarengi dengan pemakaian tabir surya yang memadai. Karena salah satu bentuk proteksi alami kulit kita terhadap bahaya sinar matahari adalah dengan terbentuknya pigmen. Jika kulit tidak merasa terlindungi dari sinar matahari, dia akan berusaha keras menghasilkan pigmen. Makanya, orang Indonesia umumnya menggelap kalau kebanyakan beraktivitas panas-panasan. Kita jarang mengalami sunburn karena kulit kita memang diciptakan sakti ngadepin sinar matahari. Cukup adil kan, kita adalah ras yang ditakdirkan menghuni daerah beriklim tropis yang banyak mataharinya. Jadi sebetulnya jangan parno amat sama kulit gelap. Justru bersyukur punya kulit bisa jadi gelap. Sesungguhnya masalah baru akan muncul kalau wajah mulus putih berseri sementara tangan dan kakinya gelap tapi pede narsis di medsos. Ati-ati fotonya dijadiin meme dan disebar di Whatsapp dari grup ke grup.
**Lebih jauh tentang hydroquinone:
Di sini
Di sini
Di sini

4. Anti inflamasi dan anti iritasi
Zat-zat di dalam krim racikan cenderung keras dan sangat target oriented. Dalam melakukan fungsinya, terkadang zat-zat tersebut menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah berupa iritasi dan peradangan pada kulit. Nah demi tidak mengurangi rasa nyaman, disertakan pula anti iritasi maupun anti inflamasi. Salah satu zat anti iritasi yang paling populer digunakan adalah steroid.
Jadi, apakah steroid itulah yang bikin jerawat pada gak muncul selama memakai krim-krim racikan? Jawabannya adalah belum tentu. Jika krim sudah berisi antibiotik, maka jerawat hampir bisa dipastikan gak akan muncul. Jadi anti iritasi ini lebih dibutuhkan untuk meminimalkan efek kerasnya zat-zat aktif lainnya pada kulit.
Steroid berbahaya gak? Kalau digunakan melebihi batas jelas berbahaya. Pemakaian steroid jangka panjang bisa menyebabkan penipisan kulit secara abnormal. Kulit memang menjadi cerah tapi itu karena efek penipisan oleh steroid. Akibat lainnya dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Bahkan bisa menyebabkan penyakit kulit macam dermatitis seperti testimoni seseorang yang diceritakan di sini.
Selain itu, rumornya, bisa menumbuhkan rambut-rambut halus di wajah. Secara pribadi, efek yang disebutkan terakhir ini yang bikin saya super duper ogah menyentuh steroid-steroidan. Sudah cukup saya menjadi wanita yang genetically punya rambut halus di sudut-sudut bibir yang mengganggu. Meski gak sampe levelnya Iis Dahlia, tetep aja berpotensi bikin sebel selama sekian detik tiap ngaca.
**Lebih jauh tentang corticosteroid:
Di sini
Di sini
Di sini
Di sini


Kesimpulannya?
Krim dokter diracik khusus untuk kebutuhan klien, salah satunya adalah untuk melakukan intervensi cara kerja kulit supaya memperoleh hasil yang diinginkan. Nah kalau berhenti pakai krim racikan tadi, kulit bakalan berusaha balik ke kondisi alaminya dong. Sebagaimana proses purging diterima banyak orang sebagai proses adaptasi terhadap skincare baru, kulit pun harus beradaptasi secara berangsur-angsur supaya bisa jadi dirinya sendiri lagi. Proses adaptasi itu tergantung pada sejauh mana intervensi yang telah dilakukan terhadap sang kulit. Bahkan jika krim racikan dokter yang diresepkan itu super duper sakti dan dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa muncul potensi terjadinya perubahan kondisi kulit secara permanen. Salah satu contohnya, ada kenalannya teman yang dulunya setia patuh banget sama klinik kecantikan langganannya. Dampaknya sungguh tak terduga. Kulitnya sekarang jadi sangat sensitif terhadap produk perawatan otc apapun. Perawatan wahid sekelas SK II sekalipun gak bisa diterima kulitnya, padahal budgetnya ada. Ngeri ya. Bener-bener terbukti money can't buy everything...

Jadi, pengen konsultasi ke klinik kecantikan tapi masih galau: "Apa betul krim racikan dokter X di klinik Z ini bikin ketergantungan?" Sekarang sudah ada bayangan jawabannya kan. Logika sudut pandang ketergantungan ini sebetulnya berlaku juga untuk produk skincare yang dijual bebas. Semua tergantung pada jenis dan kebutuhan kulit kita masing-masing :)

Beberapa website yang cukup informatif untuk berguru:
WebMD
Paula Begoun
NCBI >> scientific vs myth
NCBI >> skincare aman untuk bumil dan busui
Health/howstuffworks
Drugs.com

Web lokal yang cukup oke untuk cari review produk yang mudah ditemukan di pasaran sambil menimba ilmu:
Tidak Ganteng >> ini lucu nih, karena yang review cowok jadinya jujur, apa adanya, dan rada gila


*NOTES:
Saya bukan pakar atau ahli kecantikan. Yang saya sampaikan di atas saya adalah hasil racikan dari berbagai sumber informasi. Saya hanya berbagi hasil pencarian saya dalam rangka menemukan jodoh yang pas untuk kulit saya. Siapa tahu bisa menyumbangkan sedikit manfaat bagi yang memerlukan. Saya akan dengan senang hati menerima koreksi, masukan dan perbaikan.
Saya sarankan, kalau ada masalah kulit, mending ke dokter spesialis kulit, jangan yang kecantikan. Bersikaplah kritis ketika berkonsultasi dengan dokter, dengan cara yang santun tentu. Banyak tanya mengenai isi kandungan, target, kemungkinan efek samping, dan yang semacamnya. Minimal, browsing dikit-dikit lah sebelum datang ke klinik.
Adik saya pernah ke klinik kecantikan X, yang kalau disebut namanya hampir semua orang pasti kenal. Waktu itu dia masih desperate banget akibat mukanya jerawatan parah. Oleh dokter di sana direkomendasiin seperangkat skincare plus obat oral. Dasar cowok, main ambil aja semua, gak pakai mikir. Ternyata obatnya ngaruh ke lambung, perutnya gak enak, mual terus. Cuma semingguan dipake, trus dia stop.

Saturday, October 15, 2016

Wanita Penulis



Menulis adalah sebuah proses yang melibatkan pasukan beranggotakan inspirasi, tendangan mood, serta pemikiran dan perenungan yang mendalam. Menulis terkadang harus dibarengi dengan proses riset kecil-kecilan demi mendukung objektivitas sehingga hasil tulisannya memiliki bobot minimal setingkat di atas gosip, curhat, atau omelan emak-emak di tukang sayur.

Sayangnya, pasukan di atas datangnya seringkali tidak bisa diatur semau kita semacam "Saya mau nulis jam 10 pagi. Ohh inspirasi dan mood, datanglah..." *kedip-kedip sambil pake nada ala iklan obat datang bulan* Oleh karena itu, sekali muncul, mereka harus cepat-cepat ditangkap dan segera dituangkan sebelum lewat begitu saja. Dan inilah penyebab salah satu kelangkaan penulis wanita yang produktif, terutama wanita yang sudah terjun payung ke dalam kehidupan rumah tangga.

Bayangkan, seorang ibu terbangun di pagi hari dengan kepala penuh inspirasi tulisan, tapi kebutuhan hidup beberapa manusia di rumahnya seharian itu juga bergantung di tangannya. Mana yang harus dipilih? Jawabannya sudah pasti, family first.

Atau di lain kesempatan, seorang ibu mendapat mood yang luar biasa kuat setelah seluruh peghuni rumah terlelap sehingga suasana menjadi begitu hening nan syahdu *lebay*. Looks like it's the perfect time to start the engine and just write. Tapi eits tunggu dulu. Tiba-tiba sang suami datang mendekat melempar senyuman penuh arti diiringi tangan yang sibuk menjelajah ke mana-mana. Well, familiar with this situation? Yang udah punya buku nikah pasti udah paham yee.....

Damn, it's so hard to write. Apalagi kalau anak-anak sudah mulai main ping pong pake virus. Kepala pening, pikiran cemas, dan kurang tidur adalah cemilan hari-hari. Dalam keadaan seperti itu, inspirasi dan mood pun bakalan ogah datang.

Jika ada wanita yang aktif berumah tangga bisa memproduksi tulisan, bisa jadi ada sejarah perjuangan panjang di balik penulisannya. Boro-boro pakai pamer cemilan teh atau kopi seduhan pasangan (seperti yang biasa diposting bapak-bapak), bisa berhasil menyelesaikan aja sudah prestasi luar biasa. Saya ada teman  yang berhasil menghasilkan satu buku cerita bergambar untuk anak-anak. Waktu dipuji betapa hebatnya bisa produktif begitu, dia langsung ketawa ha-ha-ha sambil jawab, "Ini aja setengah mati ngerjainnya, mbaak." Lalu diikuti cerita tentang serentetan aktifitas hariannya yang gak jauh dari urusan rumah tangga. Yahh ujung-ujungnya tetep deh jadi curcol emak-emak yang kangen berproduksi selain dengan alat reproduksinya.

Jadi, kalau ada seorang penulis wanita yang cukup produktif, setidaknya ada dua kemungkinan. Yang pertama, dia mungkin memiliki suami yang supportive dan penuh pengertian. Yang ke dua, mungkin malah tidak ada suami yang perlu diurus.

Kok suami dijadiin kambing hitam sih?
Karena anak, sesibuk apapun seorang ibu dibuatnya, sedikit-sedikit masih bisa diberi pengertian dari hati ke hati. Kalau suami? Kadangkala ada jenis yang rewelnya melebihi balita hahahaha.....



Oke, ini hanyalah sebuah igauan pribadi belaka. Don't take this seriously :)

Sunday, September 11, 2016

Another Skincare Story


 

Suatu malam saya tersadar. Muka cuman satu, tapi skincarenya segini banyak. Apa-apaan saya ini. Yaa gak semuanya borongan sekali beli macam haulnya para blogger gitu. Beberapa merupakan stok lama yang udah setahun umurnya akibat sempet jeda panjang, bosen untuk peduli sama perawatan wajah plus gak sempet. Gimana gak bosen? Mau pake apapun, muka ini ya gitu-gitu aja. Kalau pun ada perubahan, muka yang gak pernah punya masalah ini malah jadi bermasalah. Bahkan sampai produk sekelas SK II FTE aja bikin break out, gak kelar-kelar lagi. Saya yakin itu bukan purging, karena yang jerawatan adalah area wajah yang seumur-umur gak pernah bermasalah. Kesimpulan itu saya peroleh setelah ngubek-ngubek referensi dari artikel maupun diskusi forum tentang purging vs break out. Lagipula saya ini bukan tukang gonta-ganti skincare, apalagi pakai krim-krim geje. Apapun yang pernah nemplok si muka saya gak satu pun mengandung bahan yang keratolitik. Jadi?



Sekilas info, kulit wajah saya ini termasuk normal, gak berminyak, gak kering, dan gak acne prone. Sejak remaja, wajah saya bersih. Jerawat cuma muncul sesekali di sekitar cuping hidung kalau mau mens, lagi pilek, atau habis makan indomie goreng :D Saya seumur-umur gak pernah pakai sabun khusus cuci muka. Karena beberapa kali nyobain facial foam maupun facial wash merk apapun, mesti nongol jerawat  gede nan sakit di ujung hidung. Tapi kalau dihentikan, ya jerawatnya ilang.

Tujuan awal saya duluuuu pakai skincare adalah iseng-iseng. Iya iseng. Lha wong gak bermasalah kok, jadi kan gak punya tujuan khusus kan. Akhirnya setelah melototin muka di cermin, saya memutuskan untuk punya masalah: hidung penuh komedo, lingkaran hitam di bawah mata, dan smile lines yang sangat mengganggu kalau pakai foundation. But nothing worked. Aduh serius deh, saya sampai bertanya-tanya, itu orang-orang yang suka pada kasih testimoni habis pakai produk X, Y, Z setelah sekian hari  trus mukanya cerahan, lebih moist, lebih bersih, glowing, bla bla bla itu beneran atau cuma sugestinya sendiri sih.
>>no offense, please, maklum orang stres<<

*Sekian tahun yang lalu, saya pernah posting foto sederet koleksi skincare di sini. Saya bilang kapok, tapi ternyata buktinya gak kapok juga ya :p

Ok skip semua cerita masa lalu. Intinya, sekarang semua stok yang masih tersisa dikeluarin, diinventarisasi, dan sebisa mungkin berusaha diabisin sebelum memutuskan repurchase yang mana :D

1. Innisfree Soybean Energy Essence [Light]

Ini adalah salah satu anggota rombongan yang paling baru. Belinya preloved separuh harga baru dengan kondisi masih sekitar 60-70%, plus free ongkir. What a bargain! Secara baru mau coba-coba. Aslinya sih karena ngiler liat botolnya yang ketjeh.
Sekarang ini sedang dicoba dipake sebagai toner maupun sebagai essence, untuk ngecek cocok atau gak. Rencana mau ditunggu sampai kira-kira sampai sebulan, apakah mucul jerawat meradang seperti beberapa fermented essence lain sebelumnya.
*Catatan: sudah pakai hampir seminggu, surprisingly bisa ngalamin efek kulit berasa lembut banget dan kenyal sepanjang hari, tapiiiii mendadak ada jerawat besar nangkring di dagu dan pipi :'(
Repurchase? Belum tahu, hiks

2. The Body Shop Vitamin C Glow Boosting Moisturizer

Ini nitip temen di Bintaro pas promo, dapet diskon 35%, lumayan kan. Kalau harga normal ya mikir-mikir haha. Ngiler karena dapet cerita dari temen yang puas ngilangin kusam di muka pake ini. Pada prakteknya, saya pakenya jarang-jarang, cuma kalo lagi pengen praktis aja. Jadi maklum kalo efeknya belum keliatan apa-apa. Tapi saya suka teksturnya yang semacam gel, lembab ringan di wajah dan gak greasy. Padahal kebanyakan produk TBS yang saya coba itu demen meninggalkan jejak licin di kulit. Licin yang gak enak macam minyakan begitu lah. Repurchase? Maybe, kalo ada diskonan lagi.


3. Ristra AHA Regenerating Night Cream
Ini krim malam, tapi teksturnya agak watery. Sudah lama belinya sekitar setahunan lalu, waktu awal-awal belajar tentang AHA. So happy ada produk lokal yang jujur mencantumkan kandungan AHA, gak cuma sekedar label 'mencerahkan', 'melawan kusam', 'melawan kerut' dan janji-janji surga lainnya. Tapi entah kenapa sempet stop agak lama. Kayanya karena gak sempet, tiap malem mesti ketiduran jauh sebelum jam tidur normal akibat ngelonin bayi. Bangun-bangun udah pagi. Udah kelewat dong, udah bukan night lagi :p Repurchase? Maybe, but not a priority.
Update: Ini ternyata exfoliant juga. Teksturnya lebih mirip face milk dengan komposisi utama air. Kandungan AHA-nya 5%, cukup efektif sebagai anti-aging dan cukup ramah untuk dipakai sebagai daily exfoliant.

4. Ristra Total Concept Whitening - Concentrate Night Cream
Ini dibeli barengan sama produk Ristra lainnya tp masih lebih penuh isinya. Sempet stop juga karena bingung mending pake yang AHA atau ini.  Sekarang diaplikasikan ke tangan juga, secara tangan kanan lebih gelap ketimbang yang kiri akibat bertahun-tahun nyetir tanpa sunblock. Siapa tau ngefek. Repurchase? Maybe not, nunggu hasil di tangan saya dulu sih.


5. Ristra Suncare SPF 17
Ini sunblock yang jadi favorit saya pertama kali. Bikin muka cerahan, matte tanpa efek kempling alias oily look. Udah setahunan juga, gak abis-abis, tubenya segede gaban. Repurchase? Masih menimbang-nimbang, sekarang lagi sering pakai sunscreen Wardah punya kanjeng mami.


6. SK II Facial Treatment Repair C 15ml
Ini termasuk yang baru dibeli. Waktu itu cuaca kering parah sampai ujung bibir keduanya luka. Eh ada yang jual preloved cuma 50rb dalam keadaan tinggal dikit. Karena ngerasa gak butuh banyak-banyak plus pengen nyobain, cuss deh langsung bungkus. Pas barangnya dateng, hmmm kok curiga ya. Kayanya barangnya udah gak begitu bagus, aromanya agak-agak mirip pepaya, asli pengen muntah >_< tapiii sayang dibuang, dilego juga gak mungkin, jadinya dipake buat tumit kering pecah-pecah aja, kalo udah abis nanti kan lumayan botolnya bisa dipake lagi. Bagus soalnya, bisa buat wadah kalo bikin homemade skincare hahaha....

7. SK II Facial Treatment Repair C 15ml with box
Ini juga dapet legoan orang lagi. Masih BNIB, dilepas cuma 100rb karena itu gift katanya dan gak dipake, xixixixiii.... Ini dibeli setelah Repair C yang mengecewakan di atas tadi. Diendus-endus dan dicek teksturnya, hmmm gak ada yang mencurigakan. Karena saya sebelumnya sempat gak cocok dengan FTE dan dupe-dupenya, ini saya simpan dulu, ngantri untuk dites, di belakang Innisfree.

8. SK II Facial Treatment Repair C sample size 2 ml
Ini dibeli di OS langganan yang terpercaya jual barang branded ori. Kenapa beli lagi? Karena mau memastikan aroma asli FT Repair C itu kaya apa. Dan terbukti seharusnya gak ada aromanya apa-apa. Kalaupun ada, itu samaaaar banget. Baiklah, positif Repair C yang saya beli di awal itu mencurigakan, entah antara kadaluwarsa atau palsu. Yang pasti gak bakalan saya templokin ke muka. Melayang sudah duit 50 ribu sia-sia :'(

9. SK II Clear Lotion 215 ml,
Ini dapet preloved juga hahahahaaaa... Dilepas 380 rb sama yang jual. Lumayan banget ehhh. Kalo ini saya yakin sepertinya asli dan masih bagus. Soalnya udah pernah pake jadi cukup famliar. Sebelumnya udah ngabisin yang 150 ml selama hampir dua tahun. Awet banget euy. Ehh dua tahun? Apa masih bagus? Masih kok. Selama nyimpennya bener, sebetulnya make up maupun skincare rata-rata gak akan berubah kecuali udah kebangetan lamanya misal satu abad gitu :D Ini personal experience yaa.. Repurchase? Yes.



10. The Body Shop Tea Tree Oil
Belinya pas diskon 10%, harganya jadi 109rb. Ini dibeli sekitar 2 bulan lalu akibat jerawat break out yang masih nongol aja, bandel banget, padahal udah stop pake apa-apa. Sensasinya di atas jerawat dingin clekit-clekit. Tapi entah kenapa kayanya gak ngaruh terhadap kesembuhan jerawat. Sekarang teronggok setia setelah dipotret dan diposting di grup jual beli, nunggu orang tua asuh baru. Repurchase? No.

11. The Body Shop Drops Of Youth Concentrate
Eehhmmm, kalo yang ini beli preloved, kondisi sekitar 70an %, expired date masih lama banget, dilepas gak sampe 200 ribu, padahal harga barunya mendekati 500 ribu. Wakakaka.... Beli ini gara-garanya ada temen yang semangat ngasi testimoni bagus tentang DOY ini. Dia kalau lagi kusam habis liburan panas-panasan di pantai, pakai ini jadi cling lagi. Ini fungsinya pre-serum, dipakai sebelum serum. Saya sempet swatch. Teksturnya licin slimey gitu, tapi enak di muka, cepet meresap. Meski muka berasa licin halus tapi beda dengan licin oily produk TBS lain yang saya gak suka. Efek belum kelihatan karena pakenya masih saya pending, mengingat harga barunya yang mehong dengan botol seuprit. Plus, karena saya masih ngetes essence dari Innisfree.
Repurchase? Maybe, we'll see.

12. The Body Shop Aloe Soothing Night Cream & Day Cream
Yak betul, ini juga beli preloved, 70rb dapet dua sekaligus, kondisi msh bagus dan isinya lebih dari 80%, cihuyyy kann hahahaha.... Tapi ini tipikal produk TBS  yang saya gak suka. Berasa licin seolah minyakan. Judulnya soothing, but it didn't soothe anything. Jadi saya anggurin aja, sesekali dimanfaatkan sebagai pengganti lotion tangan.
Repurchase? No.

13. Softymo White Cleansing Oil
Yang ini belinya bukan preloved kok qkqkqkqk... Tapi lupa beli di mana, kalo gak salah sih dari web luar. Sangat jarang pake karena udah jarang banget pakai BB cream maupun foundation. Sekarang dipakai cuma kalau muka berasa berat dan kotor. Repurchase? Yes.


14. Paula's Choice Resist Weekly Resurfacing Treatment 10% AHA sample size
Eits, ini bukan preloved lho haha... Dari sachetnya dituang ke botol pipet bekas tempat madu propolis (udah disteril dulu tentunya). Enak deh, jadi praktis. Iritttt banget ini. Gak habis-habis. Saya pakai ini gak ada efek tingling atau cekit-cekit atau panas atau merah-merah atau apapun lah. Mungkin dari sononya muka saya ini badak banget.
Repurchase? Maybe full size

15. Paula's Choice Resist BHA 9 sample size
Ini samplenya gak dalam bentuk sachet tapi botol mini ukuran sekitar 1 ml. Seuprit tapi gak habis-habis padahal udah berminggu-minggu. Ini dipakai sebagai spot treatment. Kalau saya, utamanya untuk komedo hitam membandel menahun di hidung. Masih belum keliatan hasilnya sih. Cuman beberapa hari terakhir pas mulai rada rajin, ngeliat kaya ada lubang-lubang kosong bekas komedo di hidung. Entah cuma sugesti atau beneran. Kalau oke, mungkin bakal repurchase, sample lagi aja lah, full sizenya mahalll wahahaha.....

16. Homemade Vitamin C serum

Yess, saya sekarang lagi demen sama skincare yang mengandung vitamin C karena ada bekas jerawat menjengkelkan yang harus dibasmi. Vitamin C yang digunakan secara topikal memiliki khasiat mencerahkan kulit dan sebagai anti aging, begitulah yang saya baca. Sebetulnya saya sudah lama sih penasaran dengan serum vitamin C tapi yaa penyakit malas (seperti biasa) ini gak sembuh-sembuh, jadi males mengais-ngais review brand yang oke. Suatu hari gak sengaja nemu postingan tentang DIY serum super duper gampang di sini. Saya mendadak jadi semangat lagi, ngubek-ngubek internet demi memperoleh resep yang sekiranya cocok. Beberapa referensi yang saya jadikan sumber contekan antara lain adalah:
*holysnails
*essentialdayspa
*itsallinmyhands
Formula yang saya pakai adalah serum vitamin C 20%, terdiri atas Ascorbic Acid + Rose Hydrosol + Glycerin. Efek belum keliatan karena baru rajin pakai sekitar semingguan.


17. Dr. Dennis Gross Ferulic + Retinol Triple Correction Eye Cream

Ini salah satu bonus gift dari seller yang diborong jualan prelovednya ahahahaha... Belum dibuka, cari review dulu aja, secara dia mengandung retinol sementara saya masih busui. Repurchase? Belum tahu, kan belum dicoba.



18. Medi-Klin TR
My life saver!! Jerawat break out yang sudah tahunan mondar-mandir datang dan pergi di pipi langsung ngacir gak balik-balik setelah dioles ini cuma dalam waktu beberapa hari. Belinya karena direkomendasiin sama DSA langganan pas lagi meriksain si bocil. Berbentuk gel dan ringan, Medi-Klin TR mengandung Tretinoin 0,025% dan Clindamycin Phosphate 1,2%. Bahan aktif yang disebut terakhir ini adalah antibiotik, sifatnya menghentikan pertumbuhan bakteri. Sipp deh, udah murmer, carinya gampang, taunya manjur lagi. Dengan ini, pertempuran melawan jerawat pun berakhir. Tinggal membereskan jejak-jejaknya. Repurchase? Hmmm harapannya sih gak perlu jerawatan lagi.
>> Full review Medi-Klin TR di sini.

19. Vitacid 0,05% Retinoic Acid
Setelah Medi-Klin TR, saya jadi iseng beli Vitacid juga. Gunanya sebagai spot treatment, untuk ditotol ke tonjolan-tonjolan gak jelas di kulit. Untuk dipakai semuka sebagai anti aging saya gak berani. Pertama karena saya masih busui. Selain itu, saya gak siap kalau pakai purging segala. Saya kira untuk sementara, cukup dulu deh perang saya dengan jerawat-jerawat asing akibat muka ditemplokin barang baru. Repurchase? Belum tahu, setube isinya banyak banget sementara olesnya dikit-dikit aja.

20. Melanox Hydroquinone 2%
Ini nih salah satu bintang utama spot treatment pada night routine saya. Target utama saya adalah untuk menghilangkan spot noda hitam menahun akibat break out yang gak ilang-ilang. Beneran saya gemes banget. Jerawat cuma beberapa biji, muter-muter di area situ aja, ninggalin jejak yang bandel banget.
Hydroquinone apa gak serem? Dari beberapa referensi yang saya dapat, kandungan sebesar 2% masih relatif aman kok, selama dipakai sesuai petunjuk. Repurchase? Hope not. Ini isinya banyak, pakenya cuma totol-totol sedikit. Semoga manjur untuk selamanya.

Hahahaha...... Astaga ada 20 macem ya ternyata. Padahal saya udah insyaf lho. Gak mau lagi sembarang keracunan. Apalagi sampai beli gara-gara cuman liat wadahnya yang lucu. Tapi yaaa namanya kebutuhan, mau gimana lagi. Tanpa sadar numpuk-numpuk gini deh.

Padahal segitu kan gak mungkin saya pakai semua dong ya. Untuk itu saya mesti tahu, apa skincare goal saya dan apa yang realistis untuk diwujudkan. Sekarang saya mau fokus dulu untuk melenyapkan totol-totol bekas jerawat yang sudah nangkring tahunan di pipi. Saya butuh eksfoliasi dan nutrisi. Jadinya, skincare routine saya setiap hari adalah:
Pagi: cuci muka - clear lotion - essence/pre serum - serum/moisturizer - sunscreen
Malam: cuci muka - clear lotion - essence/pre serum - (AHA 10% seminggu sekali) - spot treatment - serum - krim malam/moisturizer


Saya terkadang sengaja skip moisturizer untuk mengetahui bagaimana efek suatu produk terhadap kulit saya. Ada kalanya ternyata essence dan serum yang saya pakai cukup melembabkan sampai berjam-jam kemudian. Mungkin pengaruh cuaca, kelembaban udara, juga aktivitas yang dilakukan. Well, actually we're free to pick what's best for ourself. Just check the ingredients and see how things work. Selain itu, yang paling saya butuhkan untuk kulit saya sebetulnya adalah banyak-banyak minum air putih, makan sehat, dan hidup bahagia :D

Tuesday, November 25, 2014

Cerita Sedih & Horor

Semar, Gareng lan Bagong dolan neng Suroboyo tilik Petruk.
Wong 3 kuwi nginep neng Hotel JW Marriott, kamar neng ting kat 45.
Awan nganti bengi wong 3 dolan neng Mall, pas balik hotel, tekan Lobby listrike mati dadi kudu lewat tangga.

Ben ora kroso leh munggah wong 3 bagi tugas. Seko tingkat 1- 15, Semar kudu crito sing lucu2, njur seko tingkat 16-30, Gareng kudu crito sing medeni, njur seko tingkat 31- 45, Bagong kudu crito sing sedih-sedih.

Wong 3 mulai munggah, Semar mulai crito lucu2, wong 3 ngguyu2 ora kroso wis tekan tingkat 15. Banjur Gareng crito sing medeni marai tegang, ngerti2 wong 3 wis tekan tingkat 30.

Giliran Bagong kudu crito.
Bagong (ekspresi rupo sedih): "Iki ceritone sedih buanget... Aku sakjane seko mau aku arep crito, tapi wedi nek marai jengkel."
Semar : "Crito o wae cepet, rapopo wis meh tekan tingkat 40!"
Bagong : "Ngene... Lho... Kunci kamar e ketinggalan neng mobil.."
Gareng : "Bagooooooooong... Ngopo ra crito ket mau?"
Bagong : "Lha aq durung entuk giliran crito!!!"

Njut Bagong & Gareng mudhun maneh meh njipuk kunci kamar.
Semar gandheng wis tuwo ora melu.

Tekan ngisor parkiran Gareng ngomong,"Gong, aku ana crita horor kie..."
Bagong,"Horor piye Reng?"
Gareng,"Kunci mobile digowo Semar..."

Tuesday, May 20, 2014

Review: Oriflame Powershine Lipstick >> Creme Blush & Highlighter On A Budget


Oh my...... Her skin looks so damn pretty, don't you think?
Instead of matte look, I always love seeing models on photos in glowy and highlighted tan look like that. Kesannya natural dan sehat. Doesn't look made up at all. Dandan tapi gak dandan, ah gimana sih yaa? Pokoknya kece deh. Hahahahaa....

I'm always drawn toward any highlighter things. Tapi payahnya, saya terlalu pelit membuang uang untuk produk yang dipake cuma seiprit, ditambah lagi saya jarang dandan (baca: malas). I'm always on the run, tiap kali mo bepergian cuma punya waktu semenit-dua menit buat poles-poles muka. Jadilah saya lebih demen nonton orang bagi-bagi tips dandan di yutub sambil ngeces-ngeces terpesona tapi dompet dikekep rapet-rapet wakakakkakk....



 
Sampailah suatu waktu ketika saya menemukan bahwa lipstik Powershine saya sudah mepet banget dengan tubenya. Mau diolesin langsung ke bibir udah gak bisa, dicolek-colek pake jari gak muat, dibuang pun mikir-mikir karena masih suka. Damn, I'm so  pelit :p



Terpaksa deh beli kuas bibir. 
Nah pas mau colek-colek pakai kuas, tiba-tiba conscious saya nyeletuk: 
Bukannya The Body Shop punya produk Lip & Cheek Stain ya?
Bukannya NARS Multiple Stick bisa diaplikasikann ke pipi, bibir, dan kelopak mata ya?

Nah, jadi....... mungkinkah? kah... kah... kah... *bergema*

.......TING...TIBA-TIBA MUNCUL IDE.....
Gak mikir lama, langsung bikin eksperimen. Siapin:
- Oriflame Powershine Lipstick in Pink Bloom
- Kuas lipstik 
(beli di supermarket deket rumah, murah meriah, udah ada sikat alisnya segala)

 

 
Supaya lebih mantap, siapkan kanvas yang bersih dengan sedikit sapuan foundation. 
Colek lipstiknya lalu totol-totolkan...dot...dot....dot...

Mohon dimaafkan penampakan tangan saya yang hairy ini :p
Trus tap...tap.. tap... dibaurin pake tangan...and VOILA!!!



Kelihatan pink-nya kan....
Emang agak susah ngepasin lighting nih >.<
Dicoba di pipi deh....


Huaaaa cakeeeppp.... In real life, glowing & warna pinknya keliatan banget lho.
Selain jadi highlighter, ternyata bisa jadi creme blush juga. Mungkin foto di atas kurang representatif ya. Susah banget ngepasin lighting sekaligus cari angle yang tepat supaya bisa kelihatan jelas baik highlight maupun warnanya. Ditambah lagi tampang saya yang kurang bersahabat dengan kamera foto (baca: gak fotogenik), jadi harus nambah kerjaan cari angle, zooming and cropping yang tepat supaya gak keliatan jelek-jelek amat. Salah-salah tar bisa-bisa malah harus dicrop semua. Wahahahhaaa...

All in all, Oriflame Powershine Lipstick in Pink Bloom nih enak banget dipakai sebagai highlighter maupun creme blush karena teksturnya yang creamy dan warna pinknya soft, gak bakalan bikin muka kaya habis kena KDRT. Ditambah lagi dia sifatnya buildable, kalo ngerasa kurang mantep warnanya tinggal bikin totol-totol baru dan ditap-tap-tap lagi.
 
As I'm not a fan of coloured cheeks, I've found this way much more exciting than conventional brush technique. Karena ternyata enakan nge-tap pakai tangan. Bisa lebih mengontrol tingkat vibrance warnanya dan area-area yang mau diwarnai, plus bisa ngatur efek gradasi yang sesuai sama bentuk muka. Efek glowingnya dapet, rona pinknya juga dapet. Supaya terlihat lebih menyatu ke warna kulit, tinggal ditimpuk loose powder di area yang sekiranya diperlukan. And done..... ^_^



As your information, tone kulit saya medium (sekitar NC30). Ketika tulisan ini (akhirnya) diposting hari ini, yang mana lamaaa setelah eksperimen di atas dilakukan *blogger pemalas LOL*, saya sempet nyobain pakai warna Peach Nectar dan berhasil juga, meski warnanya masih kalah vibrant dibanding Pink Bloom. 

Oh, and I also had this lipstick in color Seashell Nude. But as nude was its name, it was really nude. The result was just shimmery, so I could just use it as a highlighter only.

Nah.......... Punya lipstik gak kepake?
Jangan buru-buru dijual ke Tokobagus



Disclaimer:
Bukan member MLM Oriflame. Produk yang digunakan di sini murni milik sendiri, dipakai sendiri, diperoleh dari lelang murce di lapak online, hehehehhh......

Saturday, May 10, 2014

Jika Istrimu Seorang Ibu Rumah Tangga

Bukankah setiap istri adalah seorang ibu rumah tangga?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang membersihkan tangga yang akan kamu lalui setiap harinya, menuntun kamu dan anak-anakmu untuk melewati setiap anak tangga, ialah ia yang hanya  tersenyum paling bahagia saat kamu dan anak-anakmu mencapai tangga paling puncak, ialah ia yang akan selalu siap menyambutmu ketika kamu jatuh terguling ke anak tangga paling bawah, ialah ia, Ibu Rumah Tangga.

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu bahwa bukan hal yang mudah baginya untuk melepas segala pencapaian yang telah dimilikinya.  Akan ada saat dimana orang-orang di sekitarnya menyayangkan keputusannya, Kedua orang tua yang merasa sia-sia telah memberikannya pendidikan yang tinggi, Orang-orang terdekat yang terlanjur memiliki ekspektasi tinggi untuknya.

Hai lelaki,
yang telah membuat seorang wanita ber ”masa depan” cerah melepas karir dunianya hanya untuk merawat dan melayani kebutuhanmu dan anak-anakmu.
Maukah kamu menutup telinga dari segala perkataan tak menyenangkan orang-orang. Maukah kamu melapangkan dadamu untuk ia bersandar. Maukah kamu merendahkan bahumu untuk ia meletakkan kepala. Maukah kamu merentangkan kedua tangan untuk memeluk ia, yang lusuh dan lelah mengurus segala keperluanmu yang terlihat sepele??

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, menunggumu di rumah dengan rasa bosan yang sesekali muncul, rasa rindu pada dunia karir yang cemerlang, merasa terpanggil menyajikan bahan presentasi dan dikagumi orang-orang, maukah kamu menemaninya dengan perhatian yang cukup membuat ia tersenyum simpul setiap pagi. Menghargai setiap tindakannya dengan ucapan terima kasih yang tulus. Memberikan senyum termanis dan tawa yang membuatnya lupa bahwa ia selalu terkurung di rumah. Menemaninya melihat dunia yang tidak pernah sempat ia lakukan?

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, mungkin ia tak kan punya cukup waktu untuk melihat perkembangan dunia luar, tidak akan punya cukup waktu untuk menjadi modis seperti teman-temanmu diluar sana, tapi pernahkah kamu tahu?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang menjatuhkan dirinya agar kamu terlihat lebih tinggi.

Ialah ia yang menekan egonya demi menghargai kamu sebagai kepalanya.

Ialah ia yang berpura-pura bodoh agar kamu tampak hebat.

Ialah ia yang mencemaskan kamu selagi kamu pulang telat karna bersenang-senang bersama kawan-kawan kerjamu.

Ialah ia yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesahmu.

Ialah ia yang rela menjadi pelampiasan emosimu agar emosimu tetap terkontrol pada orang lain.

Ialah ia yang rela membiarkan dirinya dipandang sebelah mata namun meradang saat kamu disepelekan.

Dear lelaki,
menjadi ibu rumah tangga tidak pernah mudah. Bukankah lebih mudah membayar gaji seorang baby sister dan seorang asisten rumah tangga untuk mengurusi segalanya?? Tapi bukankah lebih membahagiakan jika kita bisa berkasih sayang dengan cara yang menurut banyak orang tidak mudah? Cukup temani saja ia, ajarkan saja ia untuk menjadi tempatmu kembali, beri tahu ia bagaimana caranya membuatmu nyaman, bimbing ia untuk melengkapimu.

————————————————————————————————————————
*Just spreading and sharing.
Artikel aslinya ada DI SINI

Saturday, August 3, 2013

Online Shopping is Absolutely Fun, But.....Beware of Scammers!!


Saya sangat bersyukur karena sejak keranjingan belanja online mulai tahun 2009, saya baru sekali kena tipu sama bakul online. Yaa kalo kena ulah tengil seller yang berskala kecil-kecilan macem baju PO gak sebagus di gambar atau barang seken yang ternyata udah butut sih pernah. Tapi gak mewek-mewek amat sih, secara udah harus sadar dari awal bahwa itulah resiko belanja online.

Yang namanya orang jualan trus nipu sebetulnya bukan barang baru. Boro-boro online, yang mukanya ga keliatan, orang jualan di toko ato pasar yang face to face sama pembelinya aja bisa aja kok tipu-tipu ria. Online seller yang nakal pun udah ada dari dulu, tapi perasaan gak sebanyak sekarang. Nah entah kenapa sekarang kayanya buanyak bener para penipu berkedok bakul seller berkeliaran di mana-mana. Hampir tiap hari adaaa aja yang posting di grup FB habis ketipu ini dan itu. Apakah karena orang semakin nekat, moral semakin turun, atau malah justru karena para buyer sekarang lebih gampang ditipu?



Berikut ini adalah daftar para penipu (blacklist seller) hasil copas dari sebuah grup online shoppers di Facebook:
-Flanelaria Craft

- Ananda Galeri
Mandiri 1480006900271 A/N ( RICCO AGUSTHA M )

- Purnama os
BRI 5364 0100 9092 532 A/N ( SUCI ANNISA )

- Butik Bayi

- Adriyansyah (Gadget OLshop)

- Selly Gayatri (Garansi Cell)

-Eunike Bag Shop
Pin 27EAFD0F,
No Telp : 081939500481

-The Lemelle
Nmr tlp : 0821-1616-4886
Rekening : BCA 83218162 a.n Ratna Amalia


- pin 2a413df8 jonathan gunawan

no hp : 08573912949


--toko serba murah / fita garingging
(uda 4 org yg bermasalah dengan nya dan 1 laporan )

--GROSIR TANAH ABANG FACEBOOK
NO HP :085255552735
NO REKENING : BRI A/N JOSERIZAL
NO.REK: 2155-01-001255-50
ALAMAT: Komp. Kopo permai blok CC No.15 desa sukamenah kec.margahayu bandung


- VIE DONEE EMOTIC087823015548
pin :225a06aa
heels wedges vapple

- Ve Ve Ya Venia
no hp 087859396170
- Vie Donee Emotic
pin 225a06aa

- Evellyne Putrianna Marvel https://www.facebook.com/evellyne.marvel

- Liga Indah Lestari http://www.facebook.com/liga.lestari?fref=ts(kurang ber tgg jawab )- Bella New(SemuahampirAdadisini)

- Velle Vorte
085608088026 (LINA)
085645353517 (JERRY pin 3141d79b owner

(bocah gk bertgg jawab ,, menjual barang rusak ke buyer ) /

- nia rani / NIA ZAKARIA

- Cintă ELviră WijÒyă

- Dinda Organizer

- Tas Murah Meriah
NOHP : 081311107690
Rek bca a/n rosemary karina No rek : 5405026705.

no hp 089648044794
No rek 3390286391 BCA a/n eneng kurniawati

bnyak customer yg d rugikan PO matras sudh lama tdk ad kejelasan,banyak yg komplain sudh d coba mediasi tp orgny tdk mw berkomentar.- DENISA SHOPiklan di web : denisashop.tokobagus.comAn : Awalnya DENISA HAPSARI, setelah tipu ganti nama jadi ARSA HAPSARI. hapenya juga ganti jadi no yang ga bisa dihubungi.BCA AN SARMILIH. 5770 569 330. hati2 jangan sampai ketipu. Iklan langsung dihapus begitu berhasil menipu saya sebesar 500rb. Kasus uda ditangani pihak berwajib




- Diana Shinta penipu kelas teri harap hati2 skrg ganti nama Dea Sara
Rek lama Diana Shintaa.n Lili susiyanino.rek 1130007307675
Rek baru a.n Henny lismino.rek 1130007306644

- Nama : Nur Indi Hati
Akun fb : Indihati SSulaiman
Alamat : GriyaShanta Permata N-512 Malang
No hp : 081553602762
Nama olshop : SyifaBeL_Shop
Jenis barang : Baju


- Pin 2694541D..
No. Rekening :BRI (470901010201537) an jayeng segara
BRI (470901010150532) an dian permata

- rara sudarna
(hit n run + menantang admin)

- erin/aierien :::
pin bb 235FBDA6..
No hp 087868874005..

- Norek BNI 0301147839 CATHERNE NURUL HUDA

- Fb : Pusat Grosir Termurah Link Fb :https://www.facebook.com/OkeyShop2009
No Rek BCA : 0890948308 AN Kifayah
No Hp : 087846034722 ( No yg baru ) & 081939103971


- Zelova Sem Deovan

PIN 2A26F15B.
No telp : 08191991512.
No rek BCA : 8200329326 an. Ridwan Saputra.
 Lokasi : Depok.
Testi korban: "Ini Olshop penipu. Saya pesen celana anak 6pcs, sampe sekarang barang ggak dateng2. Telp ggak diangkat, FB saya di blok."


Fiuuuhh....banyaknyaaaa
Inilah pentingnya jadi smart buyer. Yuk kita mulai mencerdaskan diri (karena kalo mencerdaskan bangsa kan sudah jadi tugas negara). Sebagai tukang belanja, saya coba berbagi beberapa tips supaya tidak mudah tertipu dalam berbelanja online:



Biasakanlah membaca secara seksama semuaaa tulisan yang sudah disediakan oleh seller, mulai dari cara order sampai dengan keterangan barang yang dijual. Semakin detail, semakin kecil kemungkinan bahwa seller adalah seorang penipu. Tukang tipu mana sih yang mau repot-repot ngetik panjang lebar. Kalo dia orang yang doyan repot, pasti gak akan males jualan jujur yang memang merepotkan.



Never trust anything too good to be true. Jangan pernah tergiur mentah-mentah dengan harga murah. Biasakanlah untuk menyisihkan waktu untuk menyisir mbah google demi mencari perbandingan harga untuk barang yang serupa. Saya pernah kena tipu di sebuah website beralamat www.indohemat.com. Saya berani sebut nama karena web tersebut udah lama bubar. Barang yang dijual murah banget tapi setelah ditransfer, barangnya gak kunjung datang. 



Jangan malas untuk mencari data history seller, sudah berapa lama OS tersebut berdiri, berapa banyak barang dagangannya, perhatikan review dan testimoni dari para buyernya, serta seberapa aktif seller tersebut online dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para calon buyer. Kalau perlu, hubungi para bekas pelanggannya untuk mendapatkan testimoninya. Suatu hari saya menemukan harga soft lens Barbie yang harganya luar biasa murce dibanding harga pasaran. Karena seller tersebut juga jualan via FB, saya lacak satu-satu pembelinya. Yang saya tanyakan terutama adalah apakah lensanya asli dan aman dipakai. Begitu mendapat banyak jawaban positif, baru deh berani pesen.




Sempatkan untuk membuka jalur komunikasi dengan seller. Perhatikan seberapa jauh seller menguasai pengetahuan mengenai barang-barang dagangannya. Seller jujur akan dengan senang hati berbagi informasi sedetail mungkin mengenai kelebihan barang yang dia jual.



Trust your feeling. Jika seller bikin sebel, bikin bete, bikin gak nyaman atau risih, mungkin saja itu warning alert alias tanda-tanda dari Sang Maha Kuasa bahwa dia bukanlah seorang recommended seller. Segera batalkan niat untuk belanja dari seller tersebut. Eits, tapi ini dengan catatan kita jadi buyer pun gak nyebelin yah. Karena sebaik-baiknya seller, kalo ketemu buyer yang bikin emosi, akan muncul juga sisi garangnya. Seller juga manusiaaaa.....



Konon seller penipu suka gonta-ganti nama. Nah misal ragu-ragu, silakan googling untuk menemukan apakah nama OS maupun nomor rekening tempat kita memesan barang itu masuk daftar hitam atau putih. Saat ini sudah banyak komunitas dan forum netters yang khusus membahas dunia perbelanjaan online. Selain sharing info tentang tempat-tempat belanja recommended, ada pula yang berbagi pengalaman tempat-tempat belanja yang penuh tipu daya dan mengecewakan. Sering-sering aja mengunjungi forum-forum chit-chat tempat ngumpulnya para shopaholic untuk mendapatkan info dan reviews tentang berbagai pengalaman online shopping.



Last but not least. Sadarilah bahwa berbelanja online itu hampir mirip membeli kucing dalam karung. So pahamilah resiko-resikonya. Separno-parnonya dengan kasus-kasus penipuan yang marak terjadi, janganlah keterlambatan seller dalam memberikan nomor resi langsung bikin mewek dan koar-koar ke mana-mana bahwa seller tersebut adalah penipu. Ingat, selain berurusan dengan seller, belanja online pun melibatkan pihak ketiga yakni jasa kurir ekspedisi, yang mana hubungan seller dengan pihak ini adalah sebagai klien juga, sehingga tidak punya kuasa apa-apa. Jangan pula baru kecewa sedikit dengan barang yang diterima, trus langsung posting di forum publik menjelek-jelekkan nama OS tersebut. Bukalah terlebih dahulu komunikasi dengan seller, sampaikan protes dan uneg-uneg langsung kepada yang bersangkutan. Jangan lupa lagi, seller juga manusia. Trusted seller bukan pertanda seorang seller yang tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali. Yang lebih penting justru bagaimana kemampuan seorang seller menghadapi komplain buyer dengan bijaksana. This is called return and refund policy.



Nah jadi..... sudah siap berbelanja online lagi?



[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX

Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...