1. belajarlah dari kuntilanak, sesulit apapun hidup tapi selalu tertawa.
2. belajarlah dari tuyul, masih kecil tapi dah bisa cari duit sendiri.
3. belajarlah dari pocong, dari dulu pakaiannya itu-itu aja, hidup sederhana.
4. belajarlah dari babi ngepet, kalo malem cuma pake lilin, hemat listrik
Nyomot dari sini
Sunday, April 15, 2012
Sunday, April 8, 2012
My Beauty Haul Super Flash
Baiklah....
Setelah beberapa bulan yang lalu rajin menyambangi berbagai review-review MUA serta thread Makeup Addict di FemaleDaily dan terkena racun habis-habisan, saya akhirnya menyerah. Setumpuk jar 5ml isi sample foundation hasil hunting di 'pasar' FD sekarang cuma nangkring dengan manisnya di rak gantung dalam kamar. Lalu ada dua atau tiga sample BB cream yang cuma sempet dicolek sekali masing-masing, beberapa batang lipstik dan lipgloss, dua atau tiga compact powder dalam laci, tiga application brush, dua botol liquid eyeliner, sepalet cream concealer, sewadah bronzing pearl yang lebih sering terlupakan keberadaannya meski di depan hidung...trus apa lagi yaaa?
Sebenarnya siiiih, saya tidak terlalu terpengaruh dengan craziness for trying many brands yang menggejala dalam thread-thread tersebut, tapi semangat gila dandan mereka lah yang sedemikian merasuk dalam sukma ini *bahasa yang lebay* hingga mendorong saya ikut-ikut gila lenongan, termasuk yang high end pulak. Sebut saja, MUFE, Shu Uemura, Channel, MAC, Dior..... Yes, setidaknya saya sempat menghabiskan sekian jeti gara-gara kegilaan sesaat ini *hiks*.
Setelah beberapa bulan yang lalu rajin menyambangi berbagai review-review MUA serta thread Makeup Addict di FemaleDaily dan terkena racun habis-habisan, saya akhirnya menyerah. Setumpuk jar 5ml isi sample foundation hasil hunting di 'pasar' FD sekarang cuma nangkring dengan manisnya di rak gantung dalam kamar. Lalu ada dua atau tiga sample BB cream yang cuma sempet dicolek sekali masing-masing, beberapa batang lipstik dan lipgloss, dua atau tiga compact powder dalam laci, tiga application brush, dua botol liquid eyeliner, sepalet cream concealer, sewadah bronzing pearl yang lebih sering terlupakan keberadaannya meski di depan hidung...trus apa lagi yaaa?
Sebenarnya siiiih, saya tidak terlalu terpengaruh dengan craziness for trying many brands yang menggejala dalam thread-thread tersebut, tapi semangat gila dandan mereka lah yang sedemikian merasuk dalam sukma ini *bahasa yang lebay* hingga mendorong saya ikut-ikut gila lenongan, termasuk yang high end pulak. Sebut saja, MUFE, Shu Uemura, Channel, MAC, Dior..... Yes, setidaknya saya sempat menghabiskan sekian jeti gara-gara kegilaan sesaat ini *hiks*.
Saturday, April 7, 2012
Bukan Movie Review: 3 Idiots
Film India yang cukup break-through ini, menurut om Wiki, dirilis sekitar tahun 2009. Banyak yang bilang bagus, tapi belom sempet nonton di bioskop karena waktu itu saya sedang menjalani masa hamidun, yakni suatu masa sakral yang mengharuskan saya bertapa menjauhkan diri dari segala hal yang berpotensi keluarnya mantra "Amit amit jabang bayii...amit amit jabang bayii....amit-amit jabang bayii...."
Judul film ini sebetulnya sudah saya lirik beratus kali karena memang sudah lama ngendon dalam folder koleksi film-film di laptop misua. Tapi karena tujuan utamanya selalu adalah folder Upin Ipin dan Tom & Jerry, jadi yaa tulisan 3 Idiots itu cuma cukup dilirik saja. Maklum, si kecil ini makannya susah luar biasa kalau gak dikasi sesuatu yang membuatnya lupa bahwa dirinya sedang makan. Jadilah kedua serial yang lucu dan berisik tadi menjadi senjata andalan saya, selain sendok dan piring berisi nasi di tangan.
Suatu hari, entah apa sebabnya, tiba-tiba si kecil gak mempan dengan tontonan favoritnya tersebut. Pandangan mata memang tetep melekat asyik ke layar laptop tapi tangannya sibuk menangkis hujan serangan sesendok nasi dengan tangkas. "Mati aku, udah bosen ni anak," sang ibu membatin dengan putus asa. Di tengah deraan keputusasaan itu *lebay*, tiba-tiba ceklik...ceklik... saya iseng ngeklik film 3 Idiots dan kemudian muncullah adegan pembuka yang konyol. Ada pesawat terbang, ada mobil, ada lari-larian, ada musik pengiring yang rancak, pokoknya singkat kata si kecil pun bengong melihat pemandangan yang tak biasa ini dan kegiatan menyuap pun akhirnya berjalan lancar.
Nah tapiii....saya ini tidak berniat bercerita tentang kegiatan menyuapi makan si kecil :D
Jadi, akibat ketidaksengajaan mengeklik itu, akhirnya saya malah jadi penasaran mengikuti lanjutannya. Haha....
Film 3 Idiots ini berkisah tentang tiga orang sahabat yang sama-sama kuliah mekanika di ICE, yakni semacam institut pencetak para insinyur bermasa depan cemerlang dambaan seluruh orang tua di penjuru India. Ketiga orang ini, Raju, Farhan, dan Rancho, bertemu pertama kali ketika menjadi mahasiswa baru dan menjadi teman sekamar di asrama. Fokus film ini adalah Rancho, seorang mahasiswa unik pecinta mekanika dengan jalan pemikiran yang luar biasa, dengan sudut pandang narasi salah satu sahabatnya, yakni si Farhan.
Jujur, bagi saya sebagai orang yang awam persinemaan, film ini sangat berkesan. Meskipun tokoh Rancho itu dalam film ini begitu cerdas, cemerlang, dan heroik, tapiii alur cerita seluruhnya rasanya kok lumrah-lumrah aja ya. Manusiawi dan gak berasa lebay-lebay amat. Bahkan sepertinya cukup mudah menemukan karakter-karakter yang digambarkan dalam film ini di dunia nyata. Coba bandingkan dengan, yah film Hollywood lah misalnya. Yang namanya lakon utama itu umumnya pasti menangnya lebay. Dia pasti digambarkan sangat hebat dan benar-benar wow yeahhh! Harusnya udah sekarat tapi tiba-tiba bisa bangun dan menang. Atau misalnya sudah dihujani tembakan seribu orang, tapi gak mati-mati, malah musuh yang jumlahnya seribu tadi tertembak satu-satu. Gak usah nyebut film dalam negeri lah, yang terbiasa menggambarkan tokoh-tokoh protagonis itu selalu menang karena dibantu makhluk-makhluk gaib bin ajaib. Intinya, menghalalkan segala cara supaya lakonnya menang.
Awalnya saya tertawa-tawa karena beberapa adegan yang konyol, lalu senyum-senyum simpul karena beberapa dialog yang ironis tapi faktuil, tapi lama-kelamaan saya malah jadi merenung. Rupanya karakter orang India dan Indonesia gak jauh beda ya. Bekerja menjadi aktivitas meraih gengsi. Oleh sebab itu para orang tua kemudian menyarankan anak-anaknya bersekolah di tempat bergengsi dengan mengambil jurusan atau bidang studi yang bergengsi pula. Tujuannya adalah supaya meraih sukses: mudah mencari kerja di tempat-tempat bergengsi, punya mobil besar, rumah besar, dan segala kemewahan dunia. Kalau di India, berdasarkan yang digambarkan dalam film 3 Idiots, pekerjaan bergengsi tersebut adalah menjadi dokter dan insinyur. Haha cukup kuno ya, kalau di Indonesia udah lewat masanya tuh. Sekarang orang tua berlomba-lomba menjadikan anaknya artis, terserah artis apa. Yang penting nanti bisa jadi selebritis, ngetop, glamour, dan kaya raya. Atau bagi yang cukup dekat dengan dunia politik, nah nasihatnya adalah, "Masuklah ke sekolah es teh pe de en ya, Nak, biar nanti gampang nanti jadi pejabat." Hedeeehhh....
Konsep piramida profesi yang berkembang dalam masyarakat kita macam ini yang menyebabkan profesionalisme menjadi barang langka. Semua orang berprofesi hanya untuk mengejar materi semata. Sebagian besar para anggota Dewan Yth menduduki kursinya bukan dalam rangka memikirkan rakyat. Para dosen muda sibuk mengejar gelar dan sertifikasi dosen demi kenaikan gaji dan kemudian asyik ngobyek di luar kampus dengan memanfaatkan titelnya sebagai 'Dosen Universitas Anu' sehingga tanggung jawab utamanya sebagai pendidik dan pengemban ilmu sering terabaikan. Para aktris dan aktor sinetron naik daun dan berpenghasilan besar hanya dengan bermodalkan tampang ganteng dan cantik serta kemampuan melatat-melotot tanpa bekal pengetahuan akting yang memadai. Para pegawai instansi pemerintahan yang masih muda berlomba mengumpulkan kekayaan dan mengejar jabatan sesegera mungkin. Saking matrenya bangsa ini, sampai-sampai di suatu wilayah di pulau Jawa, para orang tua berlomba mengekspor putri-putri mereka jadi TKW supaya bisa pulang membawa duit berjut-jut yang susah dicari di negeri sendiri. Memprihatinkan tapi ini fakta yang terjadi di kota kelahiran seorang teman saya.
Lupakah bangsa kita bahwa bekerja adalah suatu kegiatan mulia? Bahwa semua profesi itu apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan banyak hal luar biasa? Bahwa semua profesi yang halal itu layak mendapatkan penghargaan (baca: gaji) yang mencukupkan hidup penerimanya?
Pernahkah kita merenung mengapa sekarang banyak guru yang tidak memahami esensi menjadi pendidik, bahkan sampai ada yang cabul? Mengapa lebih banyak polisi yang korup ketimbang yang bersih? Mengapa pegawai administrasi di kantor kecamatan maupun administrasi kemahasiswaan di universitas gak bisa nyaingin keramahtamahan pegawai kantor pos? (kalo yang ini curcol :p)
"Jika saja bapaknya Mariah Carey menyuruh dia menjadi insinyur, atau bapaknya Jet Lee menyuruh dia menjadi penyanyi, coba bayangkan. Akan jadi apa mereka hari ini?"
(Kutipan teks terjemahan film dialog 3 Idiots yang mengilhami postingan ini)
Judul film ini sebetulnya sudah saya lirik beratus kali karena memang sudah lama ngendon dalam folder koleksi film-film di laptop misua. Tapi karena tujuan utamanya selalu adalah folder Upin Ipin dan Tom & Jerry, jadi yaa tulisan 3 Idiots itu cuma cukup dilirik saja. Maklum, si kecil ini makannya susah luar biasa kalau gak dikasi sesuatu yang membuatnya lupa bahwa dirinya sedang makan. Jadilah kedua serial yang lucu dan berisik tadi menjadi senjata andalan saya, selain sendok dan piring berisi nasi di tangan.
Suatu hari, entah apa sebabnya, tiba-tiba si kecil gak mempan dengan tontonan favoritnya tersebut. Pandangan mata memang tetep melekat asyik ke layar laptop tapi tangannya sibuk menangkis hujan serangan sesendok nasi dengan tangkas. "Mati aku, udah bosen ni anak," sang ibu membatin dengan putus asa. Di tengah deraan keputusasaan itu *lebay*, tiba-tiba ceklik...ceklik... saya iseng ngeklik film 3 Idiots dan kemudian muncullah adegan pembuka yang konyol. Ada pesawat terbang, ada mobil, ada lari-larian, ada musik pengiring yang rancak, pokoknya singkat kata si kecil pun bengong melihat pemandangan yang tak biasa ini dan kegiatan menyuap pun akhirnya berjalan lancar.
Nah tapiii....saya ini tidak berniat bercerita tentang kegiatan menyuapi makan si kecil :D
Jadi, akibat ketidaksengajaan mengeklik itu, akhirnya saya malah jadi penasaran mengikuti lanjutannya. Haha....
Film 3 Idiots ini berkisah tentang tiga orang sahabat yang sama-sama kuliah mekanika di ICE, yakni semacam institut pencetak para insinyur bermasa depan cemerlang dambaan seluruh orang tua di penjuru India. Ketiga orang ini, Raju, Farhan, dan Rancho, bertemu pertama kali ketika menjadi mahasiswa baru dan menjadi teman sekamar di asrama. Fokus film ini adalah Rancho, seorang mahasiswa unik pecinta mekanika dengan jalan pemikiran yang luar biasa, dengan sudut pandang narasi salah satu sahabatnya, yakni si Farhan.
Jujur, bagi saya sebagai orang yang awam persinemaan, film ini sangat berkesan. Meskipun tokoh Rancho itu dalam film ini begitu cerdas, cemerlang, dan heroik, tapiii alur cerita seluruhnya rasanya kok lumrah-lumrah aja ya. Manusiawi dan gak berasa lebay-lebay amat. Bahkan sepertinya cukup mudah menemukan karakter-karakter yang digambarkan dalam film ini di dunia nyata. Coba bandingkan dengan, yah film Hollywood lah misalnya. Yang namanya lakon utama itu umumnya pasti menangnya lebay. Dia pasti digambarkan sangat hebat dan benar-benar wow yeahhh! Harusnya udah sekarat tapi tiba-tiba bisa bangun dan menang. Atau misalnya sudah dihujani tembakan seribu orang, tapi gak mati-mati, malah musuh yang jumlahnya seribu tadi tertembak satu-satu. Gak usah nyebut film dalam negeri lah, yang terbiasa menggambarkan tokoh-tokoh protagonis itu selalu menang karena dibantu makhluk-makhluk gaib bin ajaib. Intinya, menghalalkan segala cara supaya lakonnya menang.
Awalnya saya tertawa-tawa karena beberapa adegan yang konyol, lalu senyum-senyum simpul karena beberapa dialog yang ironis tapi faktuil, tapi lama-kelamaan saya malah jadi merenung. Rupanya karakter orang India dan Indonesia gak jauh beda ya. Bekerja menjadi aktivitas meraih gengsi. Oleh sebab itu para orang tua kemudian menyarankan anak-anaknya bersekolah di tempat bergengsi dengan mengambil jurusan atau bidang studi yang bergengsi pula. Tujuannya adalah supaya meraih sukses: mudah mencari kerja di tempat-tempat bergengsi, punya mobil besar, rumah besar, dan segala kemewahan dunia. Kalau di India, berdasarkan yang digambarkan dalam film 3 Idiots, pekerjaan bergengsi tersebut adalah menjadi dokter dan insinyur. Haha cukup kuno ya, kalau di Indonesia udah lewat masanya tuh. Sekarang orang tua berlomba-lomba menjadikan anaknya artis, terserah artis apa. Yang penting nanti bisa jadi selebritis, ngetop, glamour, dan kaya raya. Atau bagi yang cukup dekat dengan dunia politik, nah nasihatnya adalah, "Masuklah ke sekolah es teh pe de en ya, Nak, biar nanti gampang nanti jadi pejabat." Hedeeehhh....Konsep piramida profesi yang berkembang dalam masyarakat kita macam ini yang menyebabkan profesionalisme menjadi barang langka. Semua orang berprofesi hanya untuk mengejar materi semata. Sebagian besar para anggota Dewan Yth menduduki kursinya bukan dalam rangka memikirkan rakyat. Para dosen muda sibuk mengejar gelar dan sertifikasi dosen demi kenaikan gaji dan kemudian asyik ngobyek di luar kampus dengan memanfaatkan titelnya sebagai 'Dosen Universitas Anu' sehingga tanggung jawab utamanya sebagai pendidik dan pengemban ilmu sering terabaikan. Para aktris dan aktor sinetron naik daun dan berpenghasilan besar hanya dengan bermodalkan tampang ganteng dan cantik serta kemampuan melatat-melotot tanpa bekal pengetahuan akting yang memadai. Para pegawai instansi pemerintahan yang masih muda berlomba mengumpulkan kekayaan dan mengejar jabatan sesegera mungkin. Saking matrenya bangsa ini, sampai-sampai di suatu wilayah di pulau Jawa, para orang tua berlomba mengekspor putri-putri mereka jadi TKW supaya bisa pulang membawa duit berjut-jut yang susah dicari di negeri sendiri. Memprihatinkan tapi ini fakta yang terjadi di kota kelahiran seorang teman saya.
Lupakah bangsa kita bahwa bekerja adalah suatu kegiatan mulia? Bahwa semua profesi itu apabila dijalankan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan banyak hal luar biasa? Bahwa semua profesi yang halal itu layak mendapatkan penghargaan (baca: gaji) yang mencukupkan hidup penerimanya?
Pernahkah kita merenung mengapa sekarang banyak guru yang tidak memahami esensi menjadi pendidik, bahkan sampai ada yang cabul? Mengapa lebih banyak polisi yang korup ketimbang yang bersih? Mengapa pegawai administrasi di kantor kecamatan maupun administrasi kemahasiswaan di universitas gak bisa nyaingin keramahtamahan pegawai kantor pos? (kalo yang ini curcol :p)
"Jika saja bapaknya Mariah Carey menyuruh dia menjadi insinyur, atau bapaknya Jet Lee menyuruh dia menjadi penyanyi, coba bayangkan. Akan jadi apa mereka hari ini?"
(Kutipan teks terjemahan film dialog 3 Idiots yang mengilhami postingan ini)
Disclaimer: Semua gambar dan video di atas adalah hasil comot dari berbagai sumber di internet.
Sunday, April 1, 2012
Review Korea-Koreaan: Original vs Replika [Part 2]
Hi....
I'm back.
Fiuhhh, lama betul yaaa sejak postingan Part 1 dipublish di sini. Bayangkan, udah berapa tahun yang lalu tuh!! Damn, time flies so fast huh...
Ternyata kesibukan rumah tangga itu semakin lama semakin menyita waktu dan tenaga serta emosi. Si kecil semakin besar dan semakin banyak 'kepinteran' yang membutuhkan perhatian ekstra. Misua juga semakin bertambah beban pekerjaannya di kantor yang disebabkan oleh perkembangan karirnya. Dan sialnya, semakin tinggi posisi dia, semakin menyeret diriku ini untuk ikut-ikutan sibuk, yakni menjadi anggota organisasi istri. Organisasi itu hobi bener cari-cari kegiatan yang bikin puyeng dan nambah pikiran, dengan modal bermotivasikan paradigma: istri aktif mendukung kelancaran dan kesuksesan suami dalam bekerja *cieeehhh* . Dan yang terakhir, seolah masih belum cukup kehebohan dalam hidupku, ibuku memaksaku kuliah lagi. Aarrghhh......
I'm back.
Fiuhhh, lama betul yaaa sejak postingan Part 1 dipublish di sini. Bayangkan, udah berapa tahun yang lalu tuh!! Damn, time flies so fast huh...
Ternyata kesibukan rumah tangga itu semakin lama semakin menyita waktu dan tenaga serta emosi. Si kecil semakin besar dan semakin banyak 'kepinteran' yang membutuhkan perhatian ekstra. Misua juga semakin bertambah beban pekerjaannya di kantor yang disebabkan oleh perkembangan karirnya. Dan sialnya, semakin tinggi posisi dia, semakin menyeret diriku ini untuk ikut-ikutan sibuk, yakni menjadi anggota organisasi istri. Organisasi itu hobi bener cari-cari kegiatan yang bikin puyeng dan nambah pikiran, dengan modal bermotivasikan paradigma: istri aktif mendukung kelancaran dan kesuksesan suami dalam bekerja *cieeehhh* . Dan yang terakhir, seolah masih belum cukup kehebohan dalam hidupku, ibuku memaksaku kuliah lagi. Aarrghhh......
Wednesday, March 28, 2012
Paket Dari Jepang
"Ada paket ni dari Jepang, dirimu belanjanya jauh amat sih,"
Pesan Whatsapp dari misua muncul pagi itu di tengah-tengah kejenuhan suasana kuliah. *gila, pagi-pagi udah jenuh aje, dasar mahasiswa gak niat :D* Yieee paket belanjaannya udah dateng. Fiuh fiuh, seandainya gak lagi di kelas, udah jingkrak-jingkrak aja kali ya*lebay* Paket yang alamatnya nebeng alamat kantor misua itu remained untouched by custom alias masih utuh. Kenapa nebeng alamat kantor? Biar gak ditanyain sama orang-orang rumah yang suka kepo. Bisa kebayang betapa belibet interogasinya karena pada ngeliat amplop full tulisan Jepun itu. Bakal susah ngeles deh :D
Pesan Whatsapp dari misua muncul pagi itu di tengah-tengah kejenuhan suasana kuliah. *gila, pagi-pagi udah jenuh aje, dasar mahasiswa gak niat :D* Yieee paket belanjaannya udah dateng. Fiuh fiuh, seandainya gak lagi di kelas, udah jingkrak-jingkrak aja kali ya*lebay* Paket yang alamatnya nebeng alamat kantor misua itu remained untouched by custom alias masih utuh. Kenapa nebeng alamat kantor? Biar gak ditanyain sama orang-orang rumah yang suka kepo. Bisa kebayang betapa belibet interogasinya karena pada ngeliat amplop full tulisan Jepun itu. Bakal susah ngeles deh :D
Saturday, March 19, 2011
Review: Pearl Shine Make Up Base
Ever heard of Beauty Credit?
Untuk yang belum tahu, itu adalah salah satu brand kosmetik asal Korea. Seperti yang kita semua tahu, produk-produk kecantikan asal negeri ginseng tersebut sekarang lagi booming. Banyak betul online shop di Tanah Air yang turut serta memasarkannya. Janji-janji yang menggiurkan yang ditawarkan adalah berupa kulit putih kinclong, yang cling, bebas jerawat ataupun bebas penampakan jerawat, kulit mulus, kulit bersinar, de es be de el el..... Dan kalau sudah dengar kata Korea, pasti pikiran orang bakal tertuju pada arti-artis Korea idola abegeh yang sedang naik daun dan memang kinclong-kinclong itu. Tentu saja, terlepas dari kontroversi apakah kinclongnya itu sebagai hasil treatment kecantikan atau hasil sulap-menyulap alias operasi plastik.
Untuk yang belum tahu, itu adalah salah satu brand kosmetik asal Korea. Seperti yang kita semua tahu, produk-produk kecantikan asal negeri ginseng tersebut sekarang lagi booming. Banyak betul online shop di Tanah Air yang turut serta memasarkannya. Janji-janji yang menggiurkan yang ditawarkan adalah berupa kulit putih kinclong, yang cling, bebas jerawat ataupun bebas penampakan jerawat, kulit mulus, kulit bersinar, de es be de el el..... Dan kalau sudah dengar kata Korea, pasti pikiran orang bakal tertuju pada arti-artis Korea idola abegeh yang sedang naik daun dan memang kinclong-kinclong itu. Tentu saja, terlepas dari kontroversi apakah kinclongnya itu sebagai hasil treatment kecantikan atau hasil sulap-menyulap alias operasi plastik.
Thursday, March 17, 2011
Barbie Eye
Saya teringat dengan wishlist tak bermutu postingan tahun kemarin. Haha benar-benar saya tidak pernah berpikir akan benar-benar memenuhinya. Mata saya cipit, dan adalah pikiran yang gila jika saya berharap bisa membuat mata saya terlihat lebar dan cantik seperti model-model barbie lens itu. Malu rasanya berperilaku seolah saya tidak mensyukuri anugerah-Nya pada saya :) (tentu saja itu juga disertai oleh harga yang tak masuk akal pada masa itu jika mengingat bahwa adanya keinginan ini bukanlah dilatarbelakangi oleh kebutuhan melainkan sekedar pingin-pinginan ajaahhh :p)
Lamaaa sekali saya sudah melupakan pikiran gila itu hingga suatu hari saya menemukan website ini. Seller di website tersebut menjual lensa kontak dari berbagai macam merk, termasuk label GEO dan Japan Barbie Eye. Yang membuat saya langsung takjub adalah harga yang ditawarkan untuk lensa-lensa mata barbie itu jauh dibawah harga pasaran. Free ongkir pulak!
Aaarrghhhh.............nafsu belanja saya pun terkilik-kilik X(
Semangat hidup kembali bangkit *lebay*
Tapi eiiitts, tunggu dulu. That was just too good to be true. Sebagai wanita berpendidikan, otak harus dipakai. Kalo gak, bisa sayang nanti duit SPP yang telah dihambur-hamburkan oleh orang tua supaya saya bisa makan bangku sekolahan *rayap kalii* :p
Saya main-main ke fesbuk sang seller. Saya telusuri tembok alias wall fesbuknya dan mengajak kenalan beberapa buyernya. Daaaan baiklah..setelah mendapatkan berita-berita yang cukup memantapkan hati, saya pun mencoba order sepasang contact lens berlabel Japan Barbie Eye Super Nudy dengan ukuran plano. Aslinya saya berkacamata minus 4, tapi saya tidak mau bertaruh dengan memakai lensa kontak berukuran minus tanpa rekomendasi dokter.
She's a recommended seller. Responnya cukup cepat. Selain itu, saya hanya perlu mentransfer kurang dari 160 ribu dan barang ternyata dikirim pake JNE Yes *yuhuu, no need H2C*



Selain sepasang lensa kontaknya, saya juga mendapat sebuah lens case dan sebotol multipurpose solution merk omega ukuran 10ml for free. Cairan multipurpose tersebut sudah tidak ada penampakannya karena sudah habis :D Sang seller sepertinya lupa menyertakan bottle capnya sehingga berusaha saya habiskan secepatnya sebelum terkontaminasi banyak bakteri *sigh*

I prefer brown for natural look. Pink, violet, blue, green, or any other kebule-bulean colors make me feel like a vampire. *please no offense to those who like to be colorful* :D




Color 2/5
Not so impressed. It is not brown at all. Just some brighter color on my pupil like pale cream. Komentar my hubby,"Cieeeh....sayangku gayaaa deh, pake soflens ijo ya?" Whatt?? X(
Yang pasti, ternyata saya masih lebih suka warna asli mata saya :p
Enlargement 5/5
Efek pembesarannya cukup berarti buat mata kecil saya. Ukurannya tepat. Saya tidak ingin mencoba diameter yang lebih besar lagi karena pasti gak cukup di mata saya. Ukuran 16 mm aja sudah susah payah masangnya :D Mata saya jadi terlihat benar-benar belo karena hampir separuh dari luasan total kornea mata tertutupi oleh lensa. Oke, saya merasa sedikit terlihat bloon dengan mata sebesar itu hehehe.....
Comfort 4/5
This is my first time wearing contact lens, jadinya saya belum punya pembanding. Bahkan saya masih sering menemui kesulitan menaruh lensanya di mata hahaha.... Oh tidak, tidak. Sebelumnya, saya pernah membeli sepasang contact lens pre-loved merk GEO warna hijau milik seorang teman. Saya lupa menanyakan apa serinya, yang pasti diameternya lebih kecil. Mungkin sekitar 14 mm.
Setelah memperlakukan lensa tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah aturan yang benar dan memasangnya, saya hanya merasa nyaman sebentar. Dalam waktu kurang dari 1 jam, lensa hijau saya tadi jadi terasa panas, mengganjal, dan tidak enak di mata. It doesn't happen with the ones from Japan Barbie. Setelah hampir 4 jam, mata saya masih nyaman-nyaman saja meski mulai sedikit terasa kering. Ini dengan catatan, mulai dari proses pembersihan hingga pemasangan benar-benar sesuai prosedur yang baik dan benar lho ya. Yang pasti saya belum berani memakai lensa kontak keluar rumah. Belum pede, takut kenapa-napa hehe....

Uh, umm.....satu hal yang pasti, jangan terlalu berharap lensa-lensa besar ini akan otomatis membuat mata kita secemerlang dan seblink-blink mata barbie yah. It needs a lot more works and money, karena dibutuhkan riasan mata yang pretty heavy dan ribet untuk menghasilkan mata secantik para model foto itu. Believe me, they all are fake. Buying circle lenses is just an early step :D

Masih penasaran bagaimana model-model cantik itu bisa memiliki mata yang terlihat soo big dolly blink blink? Nah, berikut ini adalah beberapa video tutorial yang berhasil saya temukan di Youtube. Ada buanyaaaak sebetulnya. Saya pilihkan yang talk less do more yah alias gak kebanyakan ngocehnya :D
Catatan:
All pictures above were taken using my bro's camera phone Samsung SGH-D900 yang auto focusnya membuat memotret dengan jarak super dekat menjadi hal yang menyenangkan, tentu saja terkecuali gambar-gambar yang ada mbak-mbak cakepnya lho yah :D
Lamaaa sekali saya sudah melupakan pikiran gila itu hingga suatu hari saya menemukan website ini. Seller di website tersebut menjual lensa kontak dari berbagai macam merk, termasuk label GEO dan Japan Barbie Eye. Yang membuat saya langsung takjub adalah harga yang ditawarkan untuk lensa-lensa mata barbie itu jauh dibawah harga pasaran. Free ongkir pulak!
Aaarrghhhh.............nafsu belanja saya pun terkilik-kilik X(
Semangat hidup kembali bangkit *lebay*
Tapi eiiitts, tunggu dulu. That was just too good to be true. Sebagai wanita berpendidikan, otak harus dipakai. Kalo gak, bisa sayang nanti duit SPP yang telah dihambur-hamburkan oleh orang tua supaya saya bisa makan bangku sekolahan *rayap kalii* :p
Saya main-main ke fesbuk sang seller. Saya telusuri tembok alias wall fesbuknya dan mengajak kenalan beberapa buyernya. Daaaan baiklah..setelah mendapatkan berita-berita yang cukup memantapkan hati, saya pun mencoba order sepasang contact lens berlabel Japan Barbie Eye Super Nudy dengan ukuran plano. Aslinya saya berkacamata minus 4, tapi saya tidak mau bertaruh dengan memakai lensa kontak berukuran minus tanpa rekomendasi dokter.
She's a recommended seller. Responnya cukup cepat. Selain itu, saya hanya perlu mentransfer kurang dari 160 ribu dan barang ternyata dikirim pake JNE Yes *yuhuu, no need H2C*
Spesifikasi
Label: Japan Barbie Eye Super Nudy (somebody said these lens are under Vassen but relabeled)
Color: Brown
Diameter: 15.8-16mm
Water content: 48%
Selain sepasang lensa kontaknya, saya juga mendapat sebuah lens case dan sebotol multipurpose solution merk omega ukuran 10ml for free. Cairan multipurpose tersebut sudah tidak ada penampakannya karena sudah habis :D Sang seller sepertinya lupa menyertakan bottle capnya sehingga berusaha saya habiskan secepatnya sebelum terkontaminasi banyak bakteri *sigh*
I prefer brown for natural look. Pink, violet, blue, green, or any other kebule-bulean colors make me feel like a vampire. *please no offense to those who like to be colorful* :D
Sebelum memakai soft lens
Sesudah memakai soft lens
Mencoba sedikit genit dengan menambahkan riasan sederhana pada bulu mata.
Dengan kacamata
Color 2/5
Not so impressed. It is not brown at all. Just some brighter color on my pupil like pale cream. Komentar my hubby,"Cieeeh....sayangku gayaaa deh, pake soflens ijo ya?" Whatt?? X(
Yang pasti, ternyata saya masih lebih suka warna asli mata saya :p
Enlargement 5/5
Efek pembesarannya cukup berarti buat mata kecil saya. Ukurannya tepat. Saya tidak ingin mencoba diameter yang lebih besar lagi karena pasti gak cukup di mata saya. Ukuran 16 mm aja sudah susah payah masangnya :D Mata saya jadi terlihat benar-benar belo karena hampir separuh dari luasan total kornea mata tertutupi oleh lensa. Oke, saya merasa sedikit terlihat bloon dengan mata sebesar itu hehehe.....
Comfort 4/5
This is my first time wearing contact lens, jadinya saya belum punya pembanding. Bahkan saya masih sering menemui kesulitan menaruh lensanya di mata hahaha.... Oh tidak, tidak. Sebelumnya, saya pernah membeli sepasang contact lens pre-loved merk GEO warna hijau milik seorang teman. Saya lupa menanyakan apa serinya, yang pasti diameternya lebih kecil. Mungkin sekitar 14 mm.
Setelah memperlakukan lensa tersebut sesuai dengan kaidah-kaidah aturan yang benar dan memasangnya, saya hanya merasa nyaman sebentar. Dalam waktu kurang dari 1 jam, lensa hijau saya tadi jadi terasa panas, mengganjal, dan tidak enak di mata. It doesn't happen with the ones from Japan Barbie. Setelah hampir 4 jam, mata saya masih nyaman-nyaman saja meski mulai sedikit terasa kering. Ini dengan catatan, mulai dari proses pembersihan hingga pemasangan benar-benar sesuai prosedur yang baik dan benar lho ya. Yang pasti saya belum berani memakai lensa kontak keluar rumah. Belum pede, takut kenapa-napa hehe....
Perbandingan penampakan Japan Barbie Eye Super Nudy Brown (atas) dengan Geo something Green (bawah). Yang satunya wadahnya bener-bener besar dibandingkan isinya :D
Uh, umm.....satu hal yang pasti, jangan terlalu berharap lensa-lensa besar ini akan otomatis membuat mata kita secemerlang dan seblink-blink mata barbie yah. It needs a lot more works and money, karena dibutuhkan riasan mata yang pretty heavy dan ribet untuk menghasilkan mata secantik para model foto itu. Believe me, they all are fake. Buying circle lenses is just an early step :D
Masih penasaran bagaimana model-model cantik itu bisa memiliki mata yang terlihat soo big dolly blink blink? Nah, berikut ini adalah beberapa video tutorial yang berhasil saya temukan di Youtube. Ada buanyaaaak sebetulnya. Saya pilihkan yang talk less do more yah alias gak kebanyakan ngocehnya :D
Catatan:
All pictures above were taken using my bro's camera phone Samsung SGH-D900 yang auto focusnya membuat memotret dengan jarak super dekat menjadi hal yang menyenangkan, tentu saja terkecuali gambar-gambar yang ada mbak-mbak cakepnya lho yah :D
Subscribe to:
Posts (Atom)
[Part 2] Skin Journal, A New Journey - [Review] Laneige Clear-C Advanced Effector EX
Saya menulis part 1-nya ternyata sudah hampir setahun yang lalu. Dan habis itu lama banget ninggalin janji bikin part 2 yang tak kunjung te...
-
Jangan lupa cek Part 1 juga ya. Ada rumus buat dapetin warna abu-abu lho ππ <<< Part 1 - Mengapa Harus Bleaching? Kata kunc...
-
Note: Review khusus buat reader cewek π Reader cowok bisa main ke updated review di bawah siniπ ** (UPDATE - review lanjutan + Before-Af...
-
Dunia persilatan skincare saya berubah sejak mengenal AHA exfoliation. The very first AHA product yang saya coba adalah Paula's Choice...

